<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Alam Bandung</title>
	<atom:link href="http://sekolahalambandung.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahalambandung.com</link>
	<description>Sekolah Terindah dalam Hidupku</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Aug 2011 05:24:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Salingsapa.com antara Dukungan dan Kontroversi</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2011/08/salingsapa-com-antara-dukungan-dan-kontroversi/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2011/08/salingsapa-com-antara-dukungan-dan-kontroversi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 05:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Siapa komunitas di sekolah alam yang tak kenal salingsapa.com?  Jawabannya besar kemungkinan hampir tak ada. Setidaknya untuk siswa yang sudah belajar komputer dan menggunakan internet mengenal bahwa itu merupakan jejaring sosial yang di&#8221;olah&#8221; oleh seorang siswa SMP Sekolah Alam Bandung bernama Muhammad Yahya. Tulisan ini terinspirasi saat saya coba cari situs salingsapa.com di google dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa komunitas di sekolah alam yang tak kenal salingsapa.com?  Jawabannya besar kemungkinan hampir tak ada. Setidaknya untuk siswa yang sudah belajar komputer dan menggunakan internet mengenal bahwa itu merupakan jejaring sosial yang di&#8221;olah&#8221; oleh seorang siswa SMP Sekolah Alam Bandung bernama Muhammad Yahya.</p>

<p>Tulisan ini terinspirasi saat saya coba cari situs salingsapa.com di google dan sekitar 1,370,000 hasil pencarian dalam 0.13 detik dan hasilnya cukup menarik, situs salingsapa.com memang banyak digemari terutama oleh anak-anak remaja.</p>

<p>Banyak tulisan menarik seputar karya anak SMP ini di internet, di bawah ini beberapa link diantaranya:</p>

<p><a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=5&amp;ved=0CDcQFjAE&amp;url=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2011%2F02%2F08%2Fmuhammad-yahya-harlan-siswa-smp-pembuat-situs-ala-facebook-saling-sapa%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNHCRjioXUMEz0Xx6SBobpRsDnJTtA&amp;cad=rja">http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=5&amp;ved=0CDcQFjAE&amp;url=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2011%2F02%2F08%2Fmuhammad-yahya-harlan-siswa-smp-pembuat-situs-ala-facebook-saling-sapa%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNHCRjioXUMEz0Xx6SBobpRsDnJTtA&amp;cad=rja</a></p>

<p><a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=11&amp;ved=0CFsQFjAK&amp;url=http%3A%2F%2Fhminews.com%2Fnews%2Fpendiri-saling-sapa-siswa-smp-beri-kuliah-umum-di-itb%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNGE1bgnTrHQO1vz5Ur8yvWit92xIQ&amp;cad=rja">http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=11&amp;ved=0CFsQFjAK&amp;url=http%3A%2F%2Fhminews.com%2Fnews%2Fpendiri-saling-sapa-siswa-smp-beri-kuliah-umum-di-itb%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNGE1bgnTrHQO1vz5Ur8yvWit92xIQ&amp;cad=rja</a></p>

<p>http://www.witular.com/2011/02/salingsapacom-sarana-silaturahmi.html</p>

<p>Banyak dukungan dan anggapan positif yang diberikan akan tetapi ada juga pandangan yang berkesan meremehkan bahkan tuduhan penjiplakan (plagiator), dan ketidakpercayaan bahwa yang membuat situs tersebut adalah murni Yahya seorang. Belum lagi banyak yang kesulitan dalam mendaftar serta beberapa komentar yang menyatakan lebih sulit pengaturannya dan lain sebagainya.</p>

<p>Saya pribadi memang belum banyak mendalami salingsapa.com apalagi saya baru saja  mengaktifkan kembali akun facebook setelah lebih dari setahun absen karena berbagai pertimbangan. Dan saat ini saya selaku orang tua yang punya anak remaja yang dulunya satu kelas dengan Yahya (mungkin) hanya bisa mengijinkan anak saya untuk masuk situs <strong>salingsapa</strong> bukan <strong>facebook </strong>karena usianya belum genap 13 tahun serta pertimbangan sisi positif lebih sedikit dari sisi negatifnya (banyak terjadi hal buruk yang menimpa anak-anak remaja akibat facebook).</p>

<p>Ketinggalan zaman! kuno!over protektif! dan sederet anggapan buruk bisa saja mampir jika saya saat ini belum mengijinkan anak saya membuat akun facebook karena banyak sekali teman-temannya dan anak-anak lain dengan memanipulasi usia yang sudah masuk Facebook, tapi bagaimanapun saya tetap berpendapat untuk memberikan anak mendapatkan &#8220;kematangan sosial&#8221; terlebih dulu sebelum masuk jejaring sosial di dunia maya.</p>

<p>Salingsapa.com mungkin saja bisa jadi jalan keluar bagi anak-anak  usia 6 tahun ke atas yang ingin berkomunikasi lewat dunia maya karena mudah-mudahan lebih aman dan islami, itupun dengan catatan pengawasan ketat dari orang tua tetap diupayakan.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2011/08/salingsapa-com-antara-dukungan-dan-kontroversi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALAMAT SAB</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2011/06/alamat-sab/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2011/06/alamat-sab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 02:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[FOSI]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan SAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Terkait perubahan Rt/Rw dan nama jalan alamat terbaru SAB adalah sbb: Jl. Dago Pojok Tanggulan Cikalapa II no 3 Rt 9 Rw 3 Kel Dago. Kec Coblong. Kota Bandung. Telp. 022 250 16 22 / 022 69793737 Atau bisa juga : Jl. Bukit Dago Utara I depan no 24 Admin yg bisa dihub : Eko&#8221;bayashi&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkait perubahan Rt/Rw dan nama jalan  alamat terbaru SAB adalah sbb:</p>

<p>Jl. Dago Pojok Tanggulan Cikalapa II no 3 Rt 9 Rw 3
Kel Dago. Kec Coblong. Kota Bandung.
Telp. 022 250 16 22 / 022 69793737</p>

<p>Atau bisa juga : Jl. Bukit Dago Utara I depan no 24</p>

<p>Admin yg bisa dihub :
Eko&#8221;bayashi&#8221; Kurnianto W 
08157141395
ekokurnianto@sekolahalambandung.com</p>

<p>Peta :
<a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2011/06/peta-sab-JADI.jpg"><img src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2011/06/peta-sab-JADI-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-298" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2011/06/alamat-sab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar dan Workshop Pendidikan Sekolah Alam Bandung: Masalah Belajar dan Perilaku pada Anak</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2011/02/seminar-dan-workshop/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2011/02/seminar-dan-workshop/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 02:47:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[FOSI Sekolah Alam Bandung akan menyelenggarakan kegiatan seminar dan workshop pada Ahad, 13 Februari 2011, sbb. Seminar &#8220;Masalah Belajar dan Perilaku pada Anak, Pengenalan dan Langkah Penanganan&#8221; direkomendasikan untuk orang tua, guru, dan umum. Waktu: 09 s.d. 12. Workshop &#8220;Memahami Karakteristik Gangguan Belajar dan Kesulitan Belajar&#8221; direkomendasikan untuk guru, pedagog, pihak sekolah, terapis, mahasiswa jurusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>FOSI Sekolah Alam Bandung akan menyelenggarakan kegiatan seminar dan workshop pada Ahad, 13 Februari 2011, sbb.</p>

<ol>
<li>Seminar &#8220;Masalah Belajar dan Perilaku pada Anak, Pengenalan dan Langkah Penanganan&#8221; direkomendasikan untuk orang tua, guru, dan umum. Waktu: 09 s.d. 12.</li>
<li>Workshop &#8220;Memahami Karakteristik Gangguan Belajar dan Kesulitan Belajar&#8221; direkomendasikan untuk guru, pedagog, pihak sekolah, terapis, mahasiswa jurusan pendidikan, dan masyarakat umum yang berminat mempelajari lebih jauh tentang gangguan dan kesulitan belajar. Waktu: 13.30 s.d. 17.</li>
</ol>

<p>Pembicara: Adi D. Adinugroho-Hortsmann Ph.D.</p>

<p><span id="more-285"></span></p>

<p>Harga tiket:</p>

<ul>
<li>Seminar Rp 100.000/orang.</li>
<li>Workshop Rp 250.000/orang.</li>
</ul>

<p>Fasilitas:</p>

<ul>
<li>Snack.</li>
<li>Makan siang (untuk peserta workshop).</li>
<li>Seminar dan workshop kit.</li>
<li>Sertifikat.</li>
<li>Door prize.</li>
<li>Penitipan anak.</li>
</ul>

<p>Pendaftaran: Kantor Yayasan SAB, Mira (022 250 1622), Bu Ida (0813 2090 5791), Ety (0877 7991 4488)</p>

<p>Pembayaran: transfer rekening</p>

<ol>
<li>BCA KCU Dago, no. rek. 777 064 1947 a.n. Nurwahidah Yasin.</li>
<li>BNI Syariah no. rek. 1236 0548 03 a.n. Yayasan Sekolah Alam Bandung.</li>
</ol>

<p>Informasi lebih lengkap: <a href="http://seminarsab.wordpress.com/2011/01/26/seminar-workshop-pendidikan-sekolah-alam-bandung/">Seminar &amp; Workshop Pendidikan Sekolah Alam Bandung</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2011/02/seminar-dan-workshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susur Masjid , biar puasa semangat tetap pool !!</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 07:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[SUSUR MESJID- Sekolah Alam Bandung- oleh Aryo Budi Hutomo pada 14 Agustus 2010 jam 0:21 SUSUR MESJID &#8211; hari ini (jum&#8217;at -red) sekolah alam bandung mengadakan kegiatan susur mesjid, menapak tilasi perjuangan para pahlawan bangsa. kegiatan ini bertujuan untuk memupuk jiwa patriotik para siswa, serta mengingatkan sejarah bahwa bulan ramadhan merupakan bulan yang Allah jadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>
<h2>SUSUR MESJID- Sekolah Alam Bandung-</h2>
</div>
</div>
<div>
<div>oleh <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=766899236">Aryo Budi Hutomo</a> pada 14 Agustus 2010 jam 0:21</div>
</div>
</div>

<div>
<div>

SUSUR MESJID &#8211; hari ini (jum&#8217;at -red) sekolah alam bandung mengadakan  kegiatan susur mesjid, menapak tilasi perjuangan para pahlawan bangsa. kegiatan  ini bertujuan untuk memupuk jiwa patriotik para siswa, serta mengingatkan  sejarah bahwa bulan ramadhan merupakan bulan yang Allah jadikan momentum  pengukir sejarah bangsa.

Sejumlah siswa yang terdiri siswa kelas SD 4 hingga sekolah lanjutan  melakukan &#8220;city tracking&#8221;, berjalan dengan rute mesjid pusdai hingga mesjid raya  jawa barat di Jl.Asia Afrika. beberapa mesjid disinggahi dalam perjalanan ini,  dalam persinggahannya para peserta mendapat taujih dari pengurus mesjid setempat  dan menyempatkan diri bertilawah quran.

Di mesjid raya jabar, para siswa berbuka serta melaksanakan sholat maghrib  dan isya berjam&#8217;ah.

- biar puasa semangat tetep pool

<a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/08/susr-masjid1.bmp">
</a><a href='http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/susr-masjid1/' title='susr masjid1'><img src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/08/susr-masjid1.bmp" class="attachment-thumbnail" alt="susr masjid1" title="susr masjid1" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/susr-masjid2/' title='susr masjid2'><img src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/08/susr-masjid2.bmp" class="attachment-thumbnail" alt="susr masjid2" title="susr masjid2" /></a>




</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Upin Ipin, RI dan Malaysia</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/08/antara-upin-ipin-ri-dan-malaysia/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/08/antara-upin-ipin-ri-dan-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 19:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Bila seseorang bilang “Malaysia” yang terbayang dibenak adalah film kartun “Upin Ipin”  yang saat ini sedang merajai per-film-an anak Indonesia. “Betul…. betul…. betul…” adalah salah satu kalimat yang paling akrab ditelinga anak Indonesia bahkan kalangan muda dan tua saat ini. Film kartun buatan Malaysia ini memang sangat digemari, anak saya yang baru berumur dua tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila seseorang bilang “Malaysia” yang terbayang dibenak adalah film  kartun “Upin Ipin”  yang saat ini sedang merajai per-film-an anak  Indonesia. “Betul…. betul…. betul…” adalah salah satu kalimat yang  paling akrab ditelinga anak Indonesia bahkan kalangan muda dan tua saat  ini.</p>

<p><a href="http://desioktoriana.files.wordpress.com/2010/08/screenshot_uni_4.jpg"><img src="http://desioktoriana.files.wordpress.com/2010/08/screenshot_uni_4.jpg?w=300&amp;h=243" alt="Upin  &amp; Ipin" width="300" height="243" /></a></p>

<p><img src="http://desioktoriana.wordpress.com/Users/SAAKIN%7E1/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" /></p>

<p>Film kartun buatan Malaysia ini memang sangat digemari, anak saya  yang baru berumur dua tahun saja bila kebetulan sedang menyaksikan  tayangan “Upin Ipin” yang ditonton oleh kakaknya mau ikutan menyimak  tanyangan tersebut dengan cukup antusias.</p>

<p>Memang seakan-akan Film “Upin Ipin” ini menjadi gambaran yang pas  bagi kehidupan rakyat Malaysia yang hampir mirip dengan kehidupan rakyat  Indonesia. Kehangatan antar adik dan kakak, antar tetangga, antar teman  tergambar begitu jelas dan tulus.</p>

<p>Sayangnya kenyataan keeratan hubungan bangsa yang serumpun ini  berkata lain. Akhir-akhir ini media massa sering sekali menayangkan  perseteruan antar RI dan Malaysia dari berbagai permasalahan. Dari mulai  perseteruan penjiplakan budaya, perebutan batas wilayah sampai  perlakuan terhadap TKI oleh pemerintah Malaysia.</p>

<p>Saya berharap bahwa anak-anak kita cukuplah mengenal Malaysia seperti  tokoh-tokoh Upin dan Ipin yang polos, riang, tanpa beban, penuh dengan  kehangatan, penuh ungkapan unik yang menggelitik ditelinga. Upin dan  Ipin yang dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi mereka seperti  kakak perempuan, opa dan Datuk serta kawan-kawan dari berbagai suku  bangsa (China, India, dll).</p>

<p>Yang sangat jelas tergambar dari Film “Upin Ipin” adalah kehidupan  keagamaan yang berdasarkan syariat Islam sangat kentara, seperti pada  judul film di bawah ini:</p>

<p>Upin &amp; Ipin (2007)
1. Esok puasa
2. Dugaan
3. Nikmat
4. Terawih
5. Esok Raya
6. Hari Raya</p>

<p>Upin &amp; Ipin: Setahun Kemudian (2008)
7. Tadika
8. Anak Bulan
9. Adat
10. Tamak
11. Lailatul Qadr
12. Kisah &amp; Tauladan
13. Sayang Kak Ros
14. Ketupat
15. Zakat Fitrah
16. Malam Syahdu
17. Pagi Raya
18. Berkat</p>

<p>Semoga Perseteruan RI dan Malaysia saat ini bukan(<strong> sengaja) </strong>dipicu oleh pihak-pihak yang hendak mengambil untung dari politik <em>“Devide et Impera”</em> antar sesama<em> Muslim</em> walaupun mustahil rasanya perseteruan tersebut terjadi tanpa ada pihak yang ingin <em>memancing di air keruh!</em>.  Bersatulah umat Muslim, eratkan tali persaudaraan, selamatkan anak-anak  kita dari kebodohan segelintir manusia yang merasa berkuasa.(<em>Dua Gajah bertarung: Pelanduk mati di tengah-tengah</em>).</p>

<p>Ditulis dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia; (17 Agustus 1945-2010)</p>

<p>Yang telah diperjuangkan dengan harta dan jiwa oleh umat Islam di seluruh Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/08/antara-upin-ipin-ri-dan-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sulitnya Mendapatkan Sekolah yang Baik Bagi Perkembangan Jiwa dan Akhlak Anak</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/07/sulitnya-mendapatkan-sekolah-yang-baik-bagi-perkembangan-jiwa-dan-akhlak-anak/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/07/sulitnya-mendapatkan-sekolah-yang-baik-bagi-perkembangan-jiwa-dan-akhlak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 17:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ajaran baru 2010/2011 sangat berat bagi saya sebagai orang tua yang harus memasukkan dua anak ke sekolah yang baru, ke dua sekolah yang berbeda jenjang sekaligus. Anak pertama masuk ke SMP dan anak ke dua ke SD. Banyak pertimbangan yang harus kami ambil untuk memutuskan dimana anak-anak akan bersekolah. Si sulung dengan berbagai pertimbangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG032-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-208" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG032-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>

<p>Tahun ajaran baru 2010/2011 sangat berat bagi saya sebagai orang tua yang harus memasukkan dua anak ke sekolah yang baru, ke dua sekolah yang berbeda jenjang sekaligus. Anak pertama masuk ke SMP dan anak ke dua ke SD. Banyak pertimbangan yang harus kami ambil untuk memutuskan dimana anak-anak akan bersekolah.</p>

<p>Si sulung dengan berbagai pertimbangan akhirnya diputuskan untuk disekolahkan ke SMP Negeri dan pada tanggal 7 Juli 2010 diterima di salah satu SMP Negeri di Bandung yang passing gradenya lebih dari 8. Kami sebagai orang tua berharap bahwa anak kami yang juga lulusan SD Sekolah Alam Bandung  (SAB) mendapat pendidikan di SMP Negeri tersebut setidak-tidaknya sama baiknya seperti di SAB.</p>

<p>Harapan tinggallah harapan, meskipun sekolah SMP tersebut jaraknya cukup dekat, tempatnya nyaman dan cukup luas serta bangunannya dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai, banyak hal yang menjadi sumber kekecewaan kami. Satu diantaranya pada saat pendaftaraan dimana seluruh siswa berkumpul dan diberi pengarahan untuk acara yang akan dilangsungkan pada hari Senin, 12 Juli 2010  (hari pertama masuk sekolah) siswa SMP tersebut diberi perintah untuk membawa barang sebagai berikut:</p>

<ol>
    <li>Ciki 3 taro 1</li>
    <li>Nasi piramida</li>
    <li>Permen<strong> jejak rasul</strong></li>
    <li>Minuman <strong>Munafik</strong></li>
    <li>Minuman<strong> Gokil
</strong></li>
    <li>Coklat ratu pantai selatan</li>
    <li>Coklat ratu perak</li>
    <li>Koin manis</li>
    <li>dll.</li>
</ol>

<p>Setelah ditelaah ternyata perintahnya diterjemahkan sebagai berikut:</p>

<ol>
    <li>Ciki 3 taro 1 = bawa ciki 2</li>
    <li>Nasi piramida = Nasi bacang</li>
    <li>Permen<strong> jejak rasul = permen kaki</strong></li>
    <li>Minuman<strong> Munafik  =  ???</strong></li>
    <li>Minuman<strong> Gokil = Fruit Tea  ( </strong>sesuai dengan iklannya<strong>)
</strong></li>
    <li>Coklat <strong>ratu pantai selatan</strong> =Coklat merek <strong>Suzanna </strong>(pemeran Film &#8220;Nyi Roro Kidul&#8221;)</li>
    <li>Coklat ratu perak = Coklat Silver Queen</li>
    <li>Koin manis = Coklat Koin</li>
    <li>dll.</li>
</ol>

<p>Bagi para orang tua siswa atau bahkan guru-guru di SMP tersebut membawa barang-barang di atas tidak ada hal yang mengherankan atau kurang wajar, karena memang di sekolah tersebut kebiasaan Masa Orientasi Siswa (MOS) sudah turun-temurun berpuluh tahun lamanya berlangsung. Tapi bagi kami sangat tidak terbiasa meberikan makanan ringan  berupa ciki karena memang di sekolah sebelumnya makanan tersebut masuk dalam kategori banyak<strong> zat aditif yang membahayakan </strong>sehingga dilarang untuk dibawa kesekolah.</p>

<p>Belum lagi perkara mengasosiasikan  <strong>JEJAK RASUL </strong>dengan permen kaki berwana merah terang dengan bungkus plastik biru tua bergambar <em>clown</em> (badut bermata lebar) sangat membuat hati kami tidak tenang. Apa maksud dari analogi tersebut? apakah hanya untuk lucu-lucuan?? Bagi kami ini seperti permainan dengan penghinaan terhadap agama Islam dan semoga hal tersebut dilakukan karena semata-mata kebodohan dan kekhilafan bukan unsur kesengajaan yang hendak meremehkan Islam.</p>

<p>Anak kami yang ke dua pun menghadapi berbagai masalah saat hendak masuk ke sekolah yang kami &#8220;harapkan&#8221; setidaknya lebih baik dengan pertimbangan jarak yang dekat serta biaya yang lebih murah. Dengan embel-embel SD SN (standar nasional) sekolah tersebut pada awalnya menjadi pilihan kami. Akan tetapi usut punya usut ternyata banyak praktik yang tidak sesuai di lapangan. Selain itu pula mengenai <strong>beban pelajaran</strong> yang<strong> sangat tinggi</strong> yang harus dihadapi anak kami kelak yang baru saja masuk kelas satu SD membuat kami berfikir ulang dan akhirnya kami putuskan untuk menyekolahkannya di SAB. Betul sekali bila ada salah seorang orang tua siswa yang berkata: &#8220;SAB bukanlah sekolah yang sempurna, akan tetapi anak saya suka bersekolah di SAB dan itu lebih dari cukup.&#8221;</p>

<p>Di SAB memang saya tidak menemukan istilah perpeloncoan bagi siswa baru, penanaman nilai keagamaan juga cukup baik walaupun masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Semoga beberapa tahun ke depan SAB yang sedang berbenah diri semakin baik dan mendapat pengakuan dari pemerintah. Karena bagaimanapun SAB adalah sekolah yang tengah berupaya untuk mencetak lulusan yang cerdas dan berakhlaqul karimah.</p>

<p>Apalagi saat ini di Jawa Barat saja  banyak anak-anak usia sekolah yang<strong> tidak tertampung </strong>di sekolah negeri maupun swasta yang jumlahnya mencapai lebih dari<strong> 428.000</strong> 0rang (sumber berita: Koran PR. Rabu,14 Juli 2010).</p>

<p>Data tersebut sangat ironis bila mengingat pemerintah Indonesia yang sedang mencanangkan pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP tapi tidak mampu untuk mengakomodir pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Akankah nasib pendidikan gratis di Indonesia bagai &#8220;Jauh Panggang Dari Api?&#8221; alih-alih memajukan pendidikan dan mencetak anak-anak bangsa yang bermartabat yang tercipta malah daftar panjang pengangguran.</p>

<p>Duhai negeriku &#8230;&#8230;. Begitu sulit engkau bangkit.</p>

<p>Duhai anakku&#8230;&#8230;. Begitu terjal jalan yang kan kau lalui, demi sebuah harga diri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/07/sulitnya-mendapatkan-sekolah-yang-baik-bagi-perkembangan-jiwa-dan-akhlak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolahnya Manusia</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/05/sekolahnya-manusia/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/05/sekolahnya-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 17:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan yang sungguh menarik yang seharusnya dapat disimak oleh kalangan pendidik, orang tua dan seluruh komponen masyarakat yang masih peduli dengan pendidikan di Indonesia. Bacaan lengkapnya dapat di lihat di link berikut: http://munifchatib.wordpress.com/2009/10/24/surat-untuk-menteri-pendidikan-indonesia/ Ditulis oleh Bapak Munif Chatib mengenai sekolahnya manusianya dan apa saja yang seharusnya ada dan terjadi atau berlangsung dalam mendidik manusia. Berikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_203" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG027-5.jpg"><img class="size-medium wp-image-203" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG027-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Belajar di alam terbuka</p></div>

<p>Bacaan yang sungguh menarik yang seharusnya dapat disimak oleh kalangan pendidik, orang tua dan seluruh komponen masyarakat yang masih peduli dengan pendidikan di Indonesia.</p>

<p>Bacaan lengkapnya dapat di lihat di link berikut:</p>

<p><a href="http://munifchatib.wordpress.com/2009/10/24/surat-untuk-menteri-pendidikan-indonesia/">http://munifchatib.wordpress.com/2009/10/24/surat-untuk-menteri-pendidikan-indonesia/</a></p>

<p>Ditulis oleh Bapak Munif Chatib mengenai sekolahnya manusianya dan apa saja yang seharusnya ada dan terjadi atau berlangsung dalam mendidik manusia. Berikut ini adalah hasil copy-paste tulisan Pak Munif.</p>

<p><strong>SURAT UNTUK MENTERI PENDIDIKAN  INDONESIA </strong></p>

<p><strong>MENYELENGGARAKAN SEKOLAH MANUSIA</strong></p>

<p>Oleh: Munif Chatib</p>

<p><img src="http://munifchatib.files.wordpress.com/2009/10/munif.jpg?w=113&amp;h=170" alt="Munif" width="113" height="170" />KEBERHASILAN pendidikan Indonesia  secara makro sangat ditentukan oleh jutaan institusi mikro yang bernama  sekolah. Rangkaian jutaan sekolah itulah yang akan menentukan bangunan  kualitas pendidikan di negara tercinta ini. Singkatnya, apabila mikro  sekolah tersebut unggul, dapat dipastikan kualitas pendidikan, bahkan  sumber daya manusia, akan terdongkrak menjadi unggul pula.</p>

<p>Menurut penulis, akan lebih baik apabila  istilah ”sekolah unggul” diubah menjadi ”sekolah manusia”. Maklumlah,  kriteria unggul akan melahirkan banyak versi. Namun, istilah ”manusia”  tentu semua orang sepakat. Segala sisi hakikat manusia harus terwakili  dalam proses pendidikan manusia itu sendiri.</p>

<p>Indikator  sekolah manusia adalah:</p>

<p><em><strong>Character Building</strong></em></p>

<p>Manusia hakikatnya terdiri atas dua  dimensi. Dimensi jasmani dan rohani. Dua dimensi itu selayaknya harus  tersentuh proses pembelajaran dalam hidup manusia. Apabila porsi  pendidikan terhadap dua dimensi tersebut tidak seimbang, terutama minim  pada dimensi rohani, akan terjadi ”bencana akhlak”. Tidak ada lagi  makhluk yang bernama kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, saling  menghargai, dan lain-lain.</p>

<p>Character building (CB) adalah bidang  studi yang memenuhi kebutuhan rohani setiap manusia. Namun, sedikit  sekali sekolah yang menerapkan CB sebagai bidang studi. Yang ada, materi  akhlak menjadi satu dengan materi akidah dalam bidang studi agama.</p>

<p><em><strong>Agent of Change</strong></em></p>

<p>Sekolah mestinya menjadi agen perubahan.  Roh ini sepertinya sudah luntur. Bahkan, sudah merasuk ke paradigma  masyarakat bahwa sekolah unggul adalah sekolah yang isinya adalah  siswa-siswa yang pandai dan baik-baik. Sekolah ”jeblok” adalah sekolah  yang isinya adalah siswa-siswa bodoh dan nakal-nakal atau anak buangan.</p>

<p>Sekolah yang favorit atau unggul  cenderung tidak menerima siswa-siswa yang bermasalah. Mereka lebih suka  berendam pada ”zona nyaman” yaitu the best input. Pada saat penulis  menerapkan sistem penerimaan siswa baru di sebuah sekolah tanpa tes  masuk, namun tergantung pada jumlah kursi yang tersedia, kepala  sekolahnya dengan tidak yakin bertanya, ”Bagaimana nanti kalau kita  dapat murid bodoh-bodoh dan nakal-nakal.”</p>

<p>Penulis menjawab, ”Bukan mestinya sebuah  sekolah dibangun untuk memintarkan anak yang bodoh dan membaikkan anak  yang nakal? Harus jadi agent of change!” Dengan menerapkan Multiple  Intelligence Research kepada setiap siswa pada setiap tahun, ternyata  tidak ada siswa yang bodoh. Setiap siswa mempunyai kecenderungan  kecerdasan dan gaya belajar yang beragam dan harus dihargai.</p>

<p><em><strong>The Best Process</strong></em></p>

<p>Konsekuensi agent of change adalah  proses pembelajaran yang terjadi di sekolah itu harus terbaik.  Pembelajaran yang masuk memori jangka panjang siswanya dan tidak akan  lupa seumur hidup. Namun, kenyataannya, yang banyak adalah begitu guru  menyelesaikan jam pelajaran, maka hilang juga ilmu yang diajarkan.</p>

<p>Proses pembelajaran harus mengandung  kekuatan emosi positif. Mulai proses awal pembelajaran sampai akhir  benar-benar menyentuh perasaan siswa.</p>

<p><em><strong>The Best Teacher</strong></em></p>

<p>Konsekuensi the best process adalah the  best teacher. Kali ini kualitas guru yang dipertanyakan. Beberapa survei  menunjukkan kualitas guru di Indonesia masih belum dikatakan baik.</p>

<p>Guru yang baik berperan sebagai  fasilitator. Konsep ini sudah lama didengungkan dan dipraktikkan, namun  hanya ”awalnya” yang ”hangat”. Setelah itu, kembali kepada paradigma  lama, yaitu 80 persen waktu pembelajaran didominasi guru. Seharusnya,  persentase proses siswa belajar harus lebih besar daripada persentase  proses guru mengajar.</p>

<p>Guru yang baik berperan sebagai  katalisator, yaitu terus berusaha memantik kemampuan siswa, termasuk  bakatnya. Terutama kepada para siswa yang ”lamban” dalam menerima dan  memahami informasi. Bukan malah memihak kepada siswa yang ”pandai” saja.</p>

<p>Guru yang baik selalu berusaha  menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya belajar siswanya. Apabila  proses teaching sytle dan learning style sesuai, akan muncul kondisi  sebenarnya tidak ada pelajaran yang sulit dan semua siswa mampu menerima  informasi dari guru.</p>

<p><em><strong>Applied Learning</strong></em></p>

<p>Konten pembelajaran mulai jenjang  sekolah dasar sampai seterusnya seharusnya dapat diaplikasikan dalam  kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran jangan sampai dijadikan  ”terpisah”, tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Minimal,  peserta didik memahami manfaat materi pembelajaran.</p>

<p>Yang banyak terjadi, banyak siswa tidak  mamahami untuk apa sebuah materi diajarkan oleh guru. Dalam sebuah  seminar guru yang dihadiri hampir 700 guru TK sampai SMA, penulis  bertanya tentang materi ”pohon faktor”, hampir semua guru dapat menjawab  semua soal, namun ketika ditanya untuk apa ”pohon faktor” itu, sebagian  besar mereka tidak tahu.</p>

<p><em><strong>Manajemen Sekolah</strong></em></p>

<p>Dalam sebuah pelatihan manajemen sekolah  yang khusus diikuti ratusan penyelenggara atau pemilik sekolah swasta  seluruh Indonesia pada 2007, dapat disimpulkan betapa kurangnya  pemahaman mereka terhadap manajemen sekolah yang baik. Padahal,  manajemen sekolah adalah manajemen pemberdayaan sumber manusia tingkat  tinggi, sangat kompleks, dan dibutuhkan orang-orang yang profesional  untuk mengelolanya.</p>

<p>Penulis sering menganalogikan manajemen  sekolah itu seperti seekor burung merpati putih yang mempunyai dua sayap  dan terbang ke sebuah tujuan sangkar kehidupan yang mulia. Sayap  pertama adalah context system, yaitu penyelenggara pendidikan, dan sayap  kedua adalah content system, yaitu kepala sekolah dan guru.</p>

<p>Mana mungkin merpati itu akan terbang  sampai tujuan apabila salah satu sayapnya patah dan tidak dapat bekerja  sama. Namun, alangkah cantiknya kalau kepakan sayapnya harmonis. Insya  Allah sekolah tersebut akan menjadi the best school dan membawa semua  siswanya ke sebuah tujuan yang menjadikan lulusannya manusia yang  mempunyai benefiditas dalam hidupnya. (*)</p>

<p>*). Munif Chatib, konsultan  pendidikan, penulis buku Sekolahnya Manusia</p>

<p>Jawa Pos, 22 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/05/sekolahnya-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Ini &#8211; Hari Pertama Ujian Nasional 2010</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/05/hari-ini-hari-pertama-ujian-nasional-2010/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/05/hari-ini-hari-pertama-ujian-nasional-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 18:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Ujian nasional untuk sekolah dasar akan berlangsung hari ini, 4 Mei 2010. Para siswa telah berusaha &#8220;menyesuaikan diri&#8221; untuk menghadapi UN dengan cara yang khas, diantaranya mengikuti bimbingan belajar atau berbagai les yang bisa menunjang keberhasilan menghadapi UN. Para guru telah berusaha &#8220;memaksimalkan&#8221; kemampuan siswa pada tiga mata pelajaran yang diujikan dengan jalan memberi latihan  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG050-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-197" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG050-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: left">Ujian nasional untuk sekolah dasar akan berlangsung hari ini, 4 Mei 2010. Para siswa telah berusaha &#8220;menyesuaikan diri&#8221; untuk menghadapi UN dengan cara yang khas, diantaranya mengikuti bimbingan belajar atau berbagai les yang bisa menunjang keberhasilan menghadapi UN.</p>

<p style="text-align: left">Para guru telah berusaha &#8220;memaksimalkan&#8221; kemampuan siswa pada tiga mata pelajaran yang diujikan dengan jalan memberi latihan  &#8220;berjubel&#8221; yang sesuai dengan kisi-kisi materi yang diujikan serta bimbingan mental dan spiritual.</p>

<p style="text-align: left">Para orang tua telah berusaha &#8220;mengerahkan segenap kemampuan&#8221;  berupa waktu, keuangan, energi dan beribu do&#8217;a agar anak-anaknya berhasil tidak hanya untuk lulus tetapi juga untuk mendapatkan sekolah favorit.</p>

<p style="text-align: left">Begitu banyak perhatian tercurah untuk UN  hingga detik-detik menuju UN berlangsung dan merupakan sebuah &#8220;kewajaran&#8221; yang sepertinya patut diberikan untuk menempuh ujian ini.</p>

<p style="text-align: left">Sangat disayangkan apabila pengorbanan begitu besar &#8220;dinodai&#8221; oleh perbuatan manusia-manusia berhati licik dan berpikiran picik mengandalkan siswa-siswinya atau anak-anaknya lulus dengan jalan yang tak terpuji diantaranya membeli soal bocoran (seperti yang tertulis  di koran PR 3 Mei 2010), SMS kunci jawaban, dll. Akhirnya membuat UN tak memiliki nilai sakral. Bila ada yang berhasil lulus dengan nilai tinggi tak membuktikan sama sekali bahwa siswa tersebut memang benar-benar pantas mendapatkannya.</p>

<p style="text-align: left">Ada satu kejadian yang cukup memprihatinkan, seorang siswa di salah satu  SMA di negara ini  (nama sekolah dan identitas siswa kami rahasiakan) TIDAK LULUS hanya karena dia MENOLAK bocoran jawaban soal yang diedarkan padahal siswa tersebut masuk peringkat 3 besar dikelasnya sementara siswa lainnya bisa lulus. Alasan penolakan oleh siswa tersebut salah satunya barangkali karena ibunya adalah guru agama sekolah dasar.</p>

<p style="text-align: left">Satu hal yang kami para orang tua harapkan ujian ini bukan hanya semata-mata untuk lulus atau melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi akan tetapi merupakan sarana ujian mental dan moral dimana pada saat siswa tersebut lulus dengan nilai tinggi itu adalah patut sebagai hadiah dari keuletannya dan bilamana tidak lulus atau nilainya kecil bukanlah hal yang mampu membuat siswa tersebut berang dan terluka sehingga melakukan tindakan anarkis atau bahkan bunuh diri na&#8217;udzubillahhimindzalika.</p>

<p style="text-align: left">Selamat berjuang anakku&#8230;. ini hanyalah ujian buatan manusia yang banyak nilai kelemahannya. Satu hal yang harus engkau yakin dalam hatimu <strong>ujian yang sesungguhnya hanyalah ujian yang Allah berikan agar engkau mendekat kepada-Nya</strong>. Dan bila engkau lulus dalam ujian-Nya itulah yang tidak ternilai harganya&#8230;..</p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: center"></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/05/hari-ini-hari-pertama-ujian-nasional-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNTUK BUMI</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 04:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Aksi simpatik &#8216;Selamatkan Bumi&#8217; . Siswa-siswa dari Sekolah Alam Bandung (SAB) melakukan aksi simpatik dengan menyusuri Sungai Cikapundung, Kamis (22/4/2010). Aksi susur sungai Cikapundung untuk  membuang sampah sepanjang perjalanan mereka. Aksi ini dimulai dengan menanam pohon di lokasi sekolah alam dan di akhiri dengan kampanye hari bumi dengan membagikan selebaran untuk menjaga bumi dari kerusakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aksi simpatik &#8216;Selamatkan Bumi&#8217; . Siswa-siswa dari Sekolah Alam Bandung (SAB) melakukan aksi simpatik dengan menyusuri Sungai Cikapundung, Kamis (22/4/2010). Aksi susur sungai Cikapundung untuk  membuang sampah sepanjang perjalanan mereka. Aksi ini dimulai dengan menanam pohon di lokasi sekolah alam dan di akhiri dengan kampanye hari bumi dengan membagikan selebaran untuk menjaga bumi dari kerusakan, pemanasan global dan pencemaran lingkungan.</p>


<a href='http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/sab02/' title='SAB02'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/SAB02-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="SAB02" title="SAB02" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/sab-insert/' title='sab-insert'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/sab-insert-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="sab-insert" title="sab-insert" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Turun Gunung, Tak sekedar Outbound</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/04/turun-gunung-tak-sekedar-outbound/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/04/turun-gunung-tak-sekedar-outbound/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 11:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[  Turun Gunung ke sungai di Hulu. Dari Sekolah Alam Bandung menuju Sekolah Alam Bengkulu. Pada tanggal 8 &#8211; 11 April 2010 Sekolah Alam Bandung mengirimkan guru terbaik dalam bidang Outbound untuk membantu Sekolah Alam Bengkulu menset up kurikulum Outbound. Outbound bukan sekedar flying fox atau menyeberangi jembatan tali. Lebih dari itu Outbound di Sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>

<p><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/CIMG0053aaa.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-184" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/CIMG0053aaa-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Turun Gunung ke sungai di Hulu. Dari Sekolah Alam Bandung menuju Sekolah Alam Bengkulu.</p>

<p>Pada tanggal 8 &#8211; 11 April 2010 Sekolah Alam Bandung mengirimkan guru terbaik dalam bidang Outbound untuk membantu Sekolah Alam Bengkulu menset up kurikulum Outbound. Outbound bukan sekedar flying fox atau menyeberangi jembatan tali. Lebih dari itu Outbound di Sekolah Alam membawa misi membangun karakter tangguh, mandiri, dan bekerja sama dan prinsip-prinsip manajemen lainnya untuk mengelola Alam Semesta secara harmonis menuntaskan misi di dunia sebagai Rahmat Lil &#8216;alamin. Inilah Outbound Sekolah Alam Bandung.<span id="more-182"></span></p>

<p>Bismillahirrohmaanirrohim</p>

<p>Dalil-dalil yang digunakan dalam penyusunan kurikulum Outboundward Sekolah Alam Bandung :</p>

<ol>
<li>Dan (ingatlah) ketika Luqman (al-Hakim) berkata kepada anaknya, saat ia memberi pelajaran kepadanya: “Janganlah kau sekutukan Allah, sesungguhnya syirik kepada Allah adalah kezaliman yang besar”. (QS.31:13).</li>
</ol>

<p>2 .Janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali….(QS.16:92)</p>

<ol>
<li>Kisah pembinaan Musa as oleh Khidr dalam Al-Kahfi (QS.18: 60-82).</li>
</ol>

<p>Hadits Rosululloh SAW :</p>

<ol>
<li><p>Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitroh seperti kertas putih tanpa tulisan, org tuanyalah yg menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.</p></li>
<li><p>Jika anakmu telah berumur dua tahun sapihlah dia (ajarkan mandiri)</p></li>
<li><p>Pisahkanlah kamar anak laki-laki dan perempuan</p></li>
<li><p>Rasullulloh SAW menegur seorang ibu yang menarik dengan kasar anaknya yang pipis dipangkuan Rasul SAW</p></li>
<li><p>Ajari anak-anakmu tiga hal : Berkuda-memanah/melontar-berenang.</p></li>
<li><p>Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.</p></li>
<li><p>Ketika Rasullulloh SAW sedang sujud dalam sholatnya salah seorang cucunya menaiki kepalanya sehingga beliau memperlama sujudnya sampai cucunyanya turun dari nya</p></li>
<li><p>Ajarilah anakmu sholat pada umur 7 tahun, dan jika pada umur 10 tahun belum mau sholat pukullah dia.</p></li>
<li><p>Berkata ibnu mubarok : keimanan sesorang itu seperti burung yang terbang dengan dua sayap harapan dan takut kepada alloh SWT dan diarahkan oleh kepalanya yang merupakan kecintaan kepada-NYA.</p></li>
</ol>

<p>Ilmu pendidikan Modern</p>

<p>Taxonomi Bloom</p>

<p>Bloom (1956) merumuskan tingkatan kondisi seseorang dalam menerima suatu pelajaran yang didasarkan pada kompleksitas proses berpikir :</p>

<p>1 Knowledge : pada level ini sisiwa hanya mengingat peristiwa yang erjadi dan menceritakan apa-apa yang terjadi hanya sebagai fakta. (mendapat persepsi)</p>

<p>2 Comperehension : siswa menginterpretasikan apa yang terjadi.</p>

<p>3 Application : siswa melakukan penerapan secara sederhana apa-apa yang dipelajarinya.</p>

<p>4 Analysis : siswa memecah-mecah hal-hal yang dialami dalam berbagai komponen dalam melihat keterkaitan satu dengan yang lainnya.</p>

<p>5 Synthesis : siswa menggabungka persepsi-persepsi yang ada dikepalanya untuk memecahkan masalah yang dihadapi.</p>

<p>6 Evaluation : siswa mengevaluasi manfaat persepsi yang didapatnya dalam memecahkan masalah.</p>

<p>MATERI</p>

<p>Grade F: Fun game :</p>

<p>Teaching point materi2 ini adalah mengenalkan siswa dengan program outbound</p>

<p>Sedapat mungkin dihindari bentuk pos yang bisa membuat siswa takut/trauma</p>

<p>Diutamakan agar siswa senang mengikuti prog OB dimasa mendatang</p>

<p>Grade E: Exciting game</p>

<p>Siswa dikenalkan dengan materi-materi yang lebih menantang, memerlukan pengamanan extra</p>

<p>Grade D : Dare Game</p>

<p>Materi-materi adventure oudbound</p>

<p>Tahap akhir sebelum diperkenalkan kepada grade yang mengharuskan siswa menggunakan segenap kemampuan pikiran, perasaan dan kekuatan fisiknya</p>

<p>Grade C : Cheer up Game</p>

<p>Siswa menyenangi program-program yang telah di jalankan, mereka telah dapat menggunakan nalarnya</p>

<p>Grade B : Brotherhood game</p>

<p>Bentuk game yang mengarah kepada melatih kekompakan dengan pihak lain, empati.</p>

<p>Grade A : Activist Game</p>

<p>Team building</p>

<p>Siswa Melihat bahwa individu lain sebagai bagian dari sukses dirinya.</p>

<p>Siswa mampu memotivasi pihak lain agar sama-sama saling bekerjasama untuk meraih sukses</p>

<p>I. Intrapersonal skill</p>

<p>Bentuk materi OB yang bertujuan untuk menumbuhkan skill individu, dengan sasaran melatih akal, pikiran dan kekuatan fisiknya</p>

<p>II. Interpersonal skill</p>

<p>Menumbuhkan kerjasama dengan pihak lain</p>

<p>III. Extrapersonal Skill</p>

<p>Melatih team building, yang menuntut perencanaan yang matang</p>

<p>Black : Active</p>

<p>Red : Pasive</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/04/turun-gunung-tak-sekedar-outbound/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

