<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Alam Bandung</title>
	<atom:link href="http://sekolahalambandung.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahalambandung.com</link>
	<description>Sekolah Terindah dalam Hidupku</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Jan 2010 03:56:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Lebih Akrab dengan Lendo Novo</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/01/lebih-akrab-dengan-lendo-novo/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/01/lebih-akrab-dengan-lendo-novo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 03:56:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal sekolah alam tak lengkap rasanya tanpa mengenal para tokohnya. Para tokoh itu bisa banyak pihak – mereka adalah siswa, guru, orang tua, dan orang-orang yang tak dikenal namun memberi kontribusi besar bagi sejarah perjalanan sekolah alam. Lendo Novo sang penggagas sekolah alam selayaknya menjadi tokoh pertama yang akan kita kenal. Dari Lendo pertama kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal sekolah alam tak lengkap rasanya tanpa mengenal para tokohnya. Para tokoh itu bisa banyak pihak – mereka adalah siswa, guru, orang tua, dan orang-orang yang tak dikenal namun memberi kontribusi besar bagi sejarah perjalanan sekolah alam. Lendo Novo sang penggagas sekolah alam selayaknya menjadi tokoh pertama yang akan kita kenal. Dari Lendo pertama kali muncul ide sekolah alam yang memberi pencerahan dalam kusutnya pendidikan dengan konsep Sekolah Alam. Konsep ini bahkan bukan saja berimbas pada pendidikan namun kemudian menjadi berkembang dalam lingkup Lingkungan Hidup dan Enterpreneurships.<span id="more-167"></span></p>

<p>Mungkin selama ini Lendo Novo lebih dikenal sebagai mantan staf ahli Menteri Negara BUMN Sugiharto ketimbang sebagai “sang brilian penggagas sekolah alam”. Ia sempat dijuluki “orang yang paling ditakuti” oleh para direksi BUMN. Perannya dalam membersihkan BUMN dari para koruptor telah menyebarkan ketakutan di kalangan para pejabat BUMN yang merasa dirinya “kurang bersih.” Lendo seorang yang cerdas, idealis, baik, ramah, “eksentrik”, pantang menyerah, dan memiliki “seabrek” sifat baik lainnya – begitu kesan yang akan kita dapatkan jika sedang bersama beliau. Sosok visioner ini kini juga sedang menyiapkan Life Institute dan Maestro University, sekolah bisnis setingkat perguruan tinggi.</p>

<p>Ir. Lendo Novo, alumni Teknik Peminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), angkatan 1983. “Bang Lendo,” demikian sering dipanggil orang, pernah mengajar di ITB sebagai dosen Teknik Perminyakan pada tahun 1988 sampai 1989, dan mengikuti kuliah pasca sarjana di Resource Energy Management, Geofisika Terapan ITB, pada tahun 1989.</p>

<p>Sewaktu kecil ia sering dihukum guru karena terlalu banyak bertanya. Dia mengaku bahwa duduk diam di kelas adalah siksaan, sehingga dari usia belia ia bercita-cita membuat suatu sekolah yang muridnya kelak dapat menikmati saat-saat belajar mereka.</p>

<p>Cita-cita dan idenya terus bermunculan saat berada di balik jeruji besi. Dipenjara tujuh bulan pada masa Orde Baru mematangkan gagasan sekolah alam. Dia pun bermimpi mendirikan sekolah yang tak hanya mendidik orang pintar dan bergelar tinggi, namun juga berbudi luhur dan berguna bagi bangsa dan agama. Lendo dipenjara dengan tudingan sebagai tokoh mahasiswa penggerak unjuk rasa saat kunjungan Menteri Dalam Negeri (alm.) Rudini di Institut Teknologi Bandung.</p>

<p>Tidak lama setelah keluar dari penjara, cita-citanya terwujud dengan pendirian TK Salman di Bukit Awi Legar, Bandung, yang bertempat di salah satu rumah milik penduduk. Berbasis alam dan tidak ada pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. “Ini cikal bakal TK Islam terpadu,” katanya. TK itu dinamai demikian, karena diinspirasi nama Masjid Salman, masjid kampus ITB, tempat Lendo menempuh pendidikan S1 dan S2.</p>

<p>Beberapa pihak, termasuk Ibu Sudharmono, istri wakil presiden kala itu menganggap Lendo tidak mengerti konsep pendidikan dengan alasan ia tidak berlatar belakang pendidikan guru. Namun Lendo pantang mundur. Kecaman itu tidak ditanggapinya serius, ia justru mengundang mereka yang mengkritiknya untuk melihat secara langsung proses pembelajaran di sekolahnya tsb. “Kalau anak TK harus duduk diam dan melipat tangannya selama belajar, mungkin waktu sepuluh menit bagi mereka sangat lama, tapi kalau kegiatan belajar mereka menyenangkan, mereka akan menikmati belajar itu walau berjam-jam,” ujar ayah dari Bariah, Khalid, Hamzah, Dhia, dan Omar ini penuh keyakinan.</p>

<p>Mulai tahun 1992 itu pula, Lendo terus menggodok konsep sekolah yang diimpikannya, hingga lima tahun kemudian, tahun 1997, muncullah kesempatan membuka sekolah alamnya yang pertama, yakni Sekolah Alam Ciganjur, di Jakarta Selatan.</p>

<p>Di sekolah alam ini dikembangkan suatu sistem pendidikan tempat siswa dari umur pra-sekolah belajar berinteraksi langsung dengan alam sebagai media belajar mereka setiap harinya. Mereka belajar mengamati, bertanya, mengumpulkan data, membuat hipotesis, dan menguji hipotesis mereka. Dengan cara belajar yang aktif dan kreatif ini, anak-anak belajar mandiri dan menjadi akrab dengan lingkungannya.</p>

<p>Lewat sekolah alam, Lendo dianugerahi Ashoka Award pada tahun 2003 oleh sebuah lembaga humanitas international yang berpusat di Amerika Serikat. Anugerah ini merupakan pengakuan dan penghargaan atas kegiatan Lendo Novo di bidang wirausaha sosial dengan gagasan baru, keahlian, dan visi implementasi pembaruan sosial yang luas di bidang kepedulian sosial. Pada tahun 2009, Lendo mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas jasanya dalam mengembangkan konsep baru pendidikan yang berwawasan lingkungan. Penghargaan tertinggi karena keberpihakannya terhadap penyelamatan masa depan lingkungan melalui pendidikan.</p>

<p>Secara khusus Lendo berharap sekolah alam memberi sumbangan bagi pendidikan di Indonesia. Bahkan Lendo mengatakan, sekolah alam tidak hanya disumbangkan bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, dan diharapkan dapat mengatasi persoalan pemanasan global. Karena dari sekolah alam akan banyak duta lingkungan yang lahir dari sekolah, yang dapat memperjuangkan kelestarian alam Indonesia. “Kalau dari kecil anak sudah terbiasa hidup di alam hijau dan ditanamkan semangat mencintai lingkungan, maka begitu besar ia tidak akan melakukan penebangan pohon,” demikian keyakinannya.</p>

<p>Kini setelah 20 tahun berselang, banyak masyarakat yang mengembangkan model sekolah alam. Di penjuru Nusantara hingga kini telah ada puluhan buah sekolah alam. Lendo berharap sekolah alam kelak ada di semua provinsi di Indonesia, sehingga bisa menjadi contoh positif dan dapat mempengaruhi pendidikan.</p>

<p><em> </em><em>Ditulis dari, oleh salah satu muridnya: Eko Kurnianto W berbagai sumber dan pergaulan bersama beliau</em></p>

<p><em> </em><em>Saya berkenalan dengan Bang Lendo pada tahun 1999, pada masa reformasi terjadi. Di sela jeda demo masif kala itu, Bang Lendo berhasil memikat dan meyakinkan saya untuk keluar dari Lab Aerodinamika PPAU IR ITB dan bersamanya mewujudkan cita-cita luhurnya di sekolah alam.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/01/lebih-akrab-dengan-lendo-novo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Sekolah Alam</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/12/seminar-sekolah-alam/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/12/seminar-sekolah-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 07:44:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Mengundang Bapak/Ibu utk menghadiri  Seminar Sekolah Alam.

SEMINAR PENDIDIKAN KHAS SEKOLAH ALAM

Education for All and for Save The World

  Menghadirkan pengagas sekolah alam, Ir. Lendo Novo. Seminar ini bertujuan untuk mengenalkan lebih lengkap secara langsung dari sumber utamanya tentang pendidikan yang memanfaatkan alam sebagai media belajar. Sekolah yang dicita-citakan bagi semua orang (education for All) karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Mengundang Bapak/Ibu utk menghadiri  Seminar Sekolah Alam.</em></strong></p>

<p align="center"><strong>SEMINAR PENDIDIKAN KHAS SEKOLAH ALAM</strong></p>

<p align="center"><strong>Education for All and for Save The World</strong></p>

<p style="text-align: center" dir="rtl">  Menghadirkan pengagas sekolah alam, Ir. Lendo Novo. Seminar ini bertujuan untuk mengenalkan lebih lengkap secara langsung dari sumber utamanya tentang pendidikan yang memanfaatkan alam sebagai media belajar. Sekolah yang dicita-citakan bagi semua orang (education for All) karena memang setiap anak dapat diterima dan pendidikan untuk mengenalkan dan memahamkan sejak dini melalui pendidikan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan alam sebagai upaya untuk menjaga bumi -save the world</p>

<p style="text-align: center"><strong>Minggu, 17 Januari 2010</strong></p>

<p style="text-align: center"><strong>Gedung Hypno Fashion Rabbani , Jl. Dipati Ukur 44 Bandung</strong></p>

<p style="text-align: center"><strong>Keynote speaker : Ir. Lendo Novo (penggagas sekolah alam)</strong></p>

<p><td width="121" valign="top"> </td>
 PESERTA : Maks 250 orang, terdiri dari pendidik, guru, orang tua, pengiat pendidikan, pemerintah, aktivis lingkungan.</p>

<p> Untuk Pendaftaran dapat menghubungi:  022-2501622 atau 0856 241 243 36(mira)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/12/seminar-sekolah-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menyikapi Ujian Nasional 2010? (lanjutan)</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/11/bagaimana-menyikapi-ujian-nasional-2010-lanjutan/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/11/bagaimana-menyikapi-ujian-nasional-2010-lanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 03:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Ada tulisan yang sangat menarik dari pak Munif Chatib (pengarang buku: Sekolahnya Manusia) yang bisa kita simak mengenai Ujian Nasional (UN):

(From: Arifah Handayani)

Pak Munif Menulis Tentang Sebab UN perlu Ditolak.

Waktu Pak Munif bilang 10 juta Facebooker perlu tolak UN.. Maka spontan saya bikin Group 10 Juta Facebooker Tolak UN.. Ga nyangka seorang Trainer dan penulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada tulisan yang sangat menarik dari pak Munif Chatib (pengarang buku: Sekolahnya Manusia) yang bisa kita simak mengenai Ujian Nasional (UN):</p>

<p>(From: Arifah Handayani)</p>

<p><strong>Pak Munif Menulis Tentang Sebab UN perlu Ditolak.</strong></p>

<p>Waktu Pak Munif bilang 10 juta Facebooker perlu tolak UN.. Maka spontan saya bikin Group 10 Juta Facebooker Tolak UN.. Ga nyangka seorang Trainer dan penulis buku Pak Amir Faisal merasa perlu menegur saya.</p>

<p>Amir Faisal:</p>

<p>UN membuat anak terdorong belajar dengan sungguh-sungguh, mau dimotivasi, mau diajak istighasah, bahkan anak laki-laki saya jadi rajin sholat dan jadi birrul walidain, karena kekuatirannya tidak lulus saya manipulasi secara cerdas .</p>

<p><span id="more-150"></span></p>

<p>Kompetensi yang distandarkan di UN lah yang harus disesuaikan kebutuhan dan output yang dikehendaki dengan memperhatikan regionisasi sesuai dengan semangat KTSP.</p>

<p>Standarisasi mutlak diperlukan dalam rangka menghadapi dunia global. Masalahnya dari ke 8 standar pendidikan menurut PP 19/2005 lebih ditekankan pada STANDAR EVALUASIi. Ibaratnya membawa motor China ke bengkel Ahass minta untuk diperbaiki ??!</p>

<p>Pengalaman saya mentraining ribuan Guru dan Kasek, banyak yang tidak pernah mengetahui apa yang namanya Standar Nasional Pendidikan. Bahkan lucunya ketika PP 19 itu adalah PP tentang apa, saya buat Quiz berhadiah, engga ada yang bisa menebak ??!!
Sehingga pengumpulan pendapat tentang UN menjadi tidak logis kalau mereka yang nge add tidak pernah tahu menahu tentang Sisdiknas. Ini bukan Pilkada.</p>

<p>Arifah  :
Kami belum lama ikut bedah buku Sekolahnya Manusia tulisan Pak Munif.. YAng berteriak lantang UASBN/UN dg materi soalnya.. tidak mampu membuat anak berpikir analitik kreatif dan inovatif..</p>

<p>Coba Pak Amir Friend dg Pak Munif, lihat pikiran2nya.. Mungkin akan melihat betapa sistem kurikulum dan teaching method guru2 selama ini memang sudah salah kaprah..</p>

<p>WAllahu&#8217;alam.. Kalo bisa seeh maunya kasih Home Schooling..</p>

<p>Amir Faisal menulis lagi :
Sisdiknas sudah merupakan produk yang terbaik hingga saat ini dan sangat memihak Lembaga Sekolah Muslim. Proses pengambilan keputusannya sangat panjang dengan menampung aspirasi dari para pakar pendidikan terbaik negeri ini. Jika masih ada overlapp itu sekali lagi pada implementasinya, sebagaimana comment saya kemarin, banyak pendidik yang tidak mau membacanya apalagi mempelajarinya.</p>

<p>Jika ke 8 standar dalam PP 19/2005 dilakukan secara seimbang dan prosesnya kosekwen dengan bunyi pasal 19nya, serta memperhatikan aspek regionalitas
(Apa yang tulis dalam comment saya kemarin mengenai ini ternyata sorenya sejalan dengan pendapat Prof Dr. Arif Rahman yang telah diakui kapasitas kepakaran dan keESQnya)</p>

<p>Sebaiknya ditunjukkan yang salah kaprah itu di bag mana. Misalnya, bag mana dari PP 19/2005 yang tidak sejalan dengan UU N0 20/2003, ataupun PP dan SK Mendiknasnya, itu yang harus diperbaiki.
Jadi jangan karena ada pendapat dari satu orang pakar, kemudian UU yang telah dibuat dengan susah payah itu, belum kita terapkan (dibaca saja engga) terus kita bongkar lagi.</p>

<p>Banyak sekali lembaga pendidikan di Indonesia yang sudah sangat bagus pemberdayaannya. Sebaiknya Pak Munif menggunakan pola pikir positip, dalam arti persepsinya cenderung pada sisi baiknya pada Sisdiknas. Dengan begitu bisa membantu memperbaikinya. Bukan membuat semakin blunder..</p>

<p>Nah loh..</p>

<p>Pusing kan.. saya harus bilang apa lagi.. wong saya ini Full Time Mom yang belum selesai belajar.. maka saya forwardlah dialog ini langsung ke Suhu MI saya, Pak Munif.. Alhamdulillah.. ternyata kemudian Pak Munif Nggak tanggung-tanggung langsung menanggapi dalam satu tulisan panjang berikut..</p>

<p>Munif Chatib :</p>

<p>Salam Pak Amir Faisal&#8230; semoga selalu dalam keberkahan dan kesehatan tak terhingga dari Allah SWT.
Langsung saja pak Amir &#8230; saya kog kurang sependapat ya..tentang UN membuat anak kita terdorong belajar dengan sungguh-sungguh, sampai rajin sholat, atau tiba-tiba ada istighosah agar lulus ujian. Menurut saya ayolah kita buka mata hati kita tentang kenyataan yang sebenarnya tentang dampak UN buat anak-anak kita.</p>

<ul>
    <li><strong>UN dan Kondisi Psikologis Siswa</strong></li>
</ul>

<p>Beberapa hari ini di banyak stasiun TV diundang anak-anak kita yg ‘cerdas’ tapi tidak lulus UN. Mereka kecewa dan kekecewaan ini masuk memori jangka panjang mereka, tidak terlupakan seumur hidup.</p>

<p>Semoga pak Amir melihat juga tayangan telivisi betapa shock-nya anak yang begitu melihat dia tidak lulus UN. Mereka shock pak&#8230;sampai pingsan. Di Sidoarjo pak, di kota saya tahun kemarin ada 2 siswa SMA yang bunuh diri sebab tidak lulus UN. Tapi keluarga mereka tidak mau diekspos.
Pak Amir yang terhormat. Kondisi psikologis seperti ini, bukan hanya 1 atau 2 anak kita pak. Tapi ratusan ribu. Saya punya segepok data-data dari daerah tentang betapa banyak sekolah yang rusak dihancurkan oleh siswa-siswanya sendiri sebab mereka tidak lulus UN. Nah mana mungkin kondisi psikologis massa yang sperti ini dapat dikatakan mendorong anak belajar sungguh-sungguh.</p>

<p>Pak Amir yang dirahmati Allah &#8230; jika anak kita belajar sungguh-sungguh terhadap suatu bidang studi itu mudah cara melihatnya. Hanya satu kondisi saja, yaitu mereka belajar dengan ‘menyenangkan’. Menyenangkan itu dalam prosesnya tanpa paksaan, dan dalam akhirnya ikhlas menerima apapun hasilnya. Meskipun jika anak kita belajar menyenangkan biasanya hasilnya akan berhasil. Nah jika anak kita serius belajar dalam menghadapi UN, pasti punya 2 sisi pak Amir, sisi pertama anak itu dituntut memang untuk belajar bidang stusi itu dan yang kedua anak dituntut untuk mendapat nilai di atas standar kelulusan UN agar dia lulus. Namanya saja ‘tuntutan’, apalagi pada sisi kedua, pasti anak kita stres. Jika Pak Amir menolak pendapat saya tentang anak-anak itu stres, maka jika Pak Amir seorang guru, maka berilah siswa2nya kuistioner tentang UN. Silahkan buat pertanyaan model apa saja. Hasilnya pasti mengisyaratkan dan memberi kenyataan kepada kita bahwa mereka ‘takut’, was-was dan stres menghadapi UN.</p>

<p><strong>Dan yang luar biasa adalagi gelombang komunitas yang besar yang ikut stres, yaitu para orangtua.
Saya pikir ana sejuta penyebab anak kita rajin sholat, rajin berdoa, menjadi hormat dan sayang kepada orangtua dan lain-lain dengan perasan tidak tertekan. Semoga buat Pak Amir beberapa paragraf yang sederhana ini dapat memberi tambahan informasi tentang kondisi psikologis massa yang berkaitan dengan UN.</strong></p>

<ul>
    <li><strong>UN dan KTSP</strong></li>
</ul>

<p>Pak Amir sahabat saya &#8230; Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu adalah kurikulum yang bagus banget. Begitu di lounching tahun 2006. Saya termasuk yang mendukung dan angkat topi kepada pemerintah. Waktu itu saya bilang kepada teman-teman guru seluruh Indonesia. Kita sekarang harus bersyukur sebab dengan KTSP setiap SATUAN PENDIDIKAN (Sekolah) mempunyai kewenangan penuh untuk mendisain Indikator Hasil Belajar dari sebuah silabus. Mempunyai kewenangan penuh untuk menyusun silabus sendiri. Mempunyai kewenang penuh untuk memilih bidang studi tertentu. Wow &#8230; saya bilang juga kalau sebentar lagi bangsa ini akan melesat kemajuannya di bidang pendidikan. Betapa tidak, KTSP di sebuah sekolah dikatakan berhasil, jika sekolah tersebut mampu menunjukkan ke-khasannya masing-masing.</p>

<p>Sekolah-sekolah binaan saya di seluruh Indonesia Pak Amir dengan suka citanya, menggunakan bidang studi yang namanya ‘Character Building’ (CB). Menjadi bidang studi favorit. Dan betapa banyak anak-anak yang ‘nakal’ secara akhlak, dapat dibantu dengan CB.</p>

<p>Walhasil KTSP adalah kurikulum ‘on the right track’. Saya sudah tidak perlu lagi mengcopy kan poin dalam KTSP di surat ini sebab saya yakin Pak Amir Faisal sudah mengetahuinya.</p>

<p>Nah sekarang kita lihat dengan mata hati yang bersih. Jika ruh dari KTSP adalah memberi kewenangan sekolah untuk mendisan silabus dan indikator hasil belajar. Lalu dari indikator itulah seorang siswa dapat dinyatakan dia tuntas atau tidak tuntas mempelajari sebuah Kompetensi Dasar, maka semestinya adalah soal-soal yang ditujukan kepada siswa kita untuk menyatakan lulus atau tidak lulus haruslah dibuat oleh sekolah masing-masing. Sebab yang diminta olej KTSP menyusun indikatornya dalah sekolah masing-masing.</p>

<p>UN adalah sebuah alat yang ‘tidak konsisten’ terhadap ruh KTSP. Percayalah pak Amir saya tetap mempunyai pandangan positif terhadap niat baik pemerintah. Namun kita ini juga harus menjadi rakyat yang kritis. Dalam hal ini, yang menajdi indikator bukan pendapat para pakar, bukan kedalaman ESQ-nya. Menurut saya apa sistem UN ini manusiawi. Pak Amir..kembali ke unsur manusiawi anak-anak kita. Saya yakin pak Amir setuju kalau saya katakan banyak juga pakar pendidikan yang menyesatkan. Mohon maaf, apalagi pakar-pakar dari barat yang memang me-lounching- sistem-sistem pendidikan yang didisain tidak manusiawi, menjadikan anak kita robot dan menyebarluaskan ‘hedonisme’.</p>

<p>Percayalah pak Amir &#8230; saya ini berpikiran positif. Dalam artikel saya di Facebook, saya secara sederhana menawarkan solusi cerdas. Win-win solution, yaitu merefungsi UN. Dari yang awalnya berfungsi untuk menentukan standar kelulusan menjadi UN dijadikan dasar statistik pemetaan kualitas pendidikan per distrik dan diangkat menjadi skala nasional. Itu saja pak Amir. Dan yang mempunyai wewenang meluluskan anak kita dari kelas 6 SD ke SMP, dari kelas 9 SMP ke SMA, dari kelas 12 SMA untuk lulus adalah sekolah masing-masing. Institusi terdekat dengan anak kita. Institusi yang mempunya hak evaluator terbaik, sebab institusi ini yang mendisain indikator-indikator pencapaian hasil belajar.</p>

<p>Betapa bahagianya jika itu terjadi.</p>

<p>Harapan pak Amir anak kita akan terus termotivasi belajarnya terwadahi, anak kita menjadi ‘birrul walidain juga terwadahi dan yang penting anak-anak kita yang cerdas-cerdas ini tidak stress. Di memorinya tidak ada lagi ‘kaki negatif’ stress, sehingga mempunya self image yang positif, terus berlanjut ke ‘personality’ yang positif dan akhirnya mempunyai ‘habit’ yang positif.</p>

<ul>
    <li><strong>Konten Soal UN</strong></li>
</ul>

<p>Pak Amir yang terhormat jika kita sudah bicara tentang konten soal UN. Dan kita sudah mendalami authentic assessment atau penilaian otentik dari kemampuan siswa, yang sudah dipakai di seluruh dunia. Maka konten dan instruksi soal UN itu termasuk ‘disability test&#8217;. Termasuk ‘unvalid test’, atau tes dengan kualitas paling rendah. Yang mana jika anak-anak kita mengerjakan soal-soal itu, sama sekali hasilnya belum mencerminkan ahasil sebenarnya dari kemampuan anak kita.</p>

<p>Naif kan Pak Amir &#8230; dengan konten seperti itu lalu digunakan untuk menentukan standar kelulusan. Dalam ‘penilaian otentik’, soal berkualitas dan yang mampu mengukur lebih dalam tentang kemampuan peserta didik salah satunya adalah yang mempunyai dua atau lebih rubrik penilaian. Nah &#8230; soal multiple choice dalam UN hanya mempunyai satu kriteria penilaian, yaitu benar dan salah. Hakekatnya semua siswa bisa menjawab UN, sebab hanya di lingkari saja. Setahun lalu hal ini berakibat negatif di salah satu SMA di jawa timur. 100 % siswanya tidak lulus UN, hanya disebabkan jawaban siswa yang ‘bunder-bunder’ itu tidak terbaca di komputer. Sampai-sampai dilakukan UN ulang.</p>

<p>Sekali lagi saya ajak Pak Amir untuk berpikiran positif, naif pak &#8230;dengan konten soal seperti itu lalu dijadikan standar ukur kelayakan dan kelulusan sebagai ukkuran kompetensi anak kita. Saya pikir kalau hati kita bersih akan menerima kenyataan ini, tanpa harus kita menjadi seorang profesor atau nilai keimanan kita sedang ‘meninggi’. Dalam topik konten ini saya batasi sampai di sini saja, meskipun ada 12 dimensi tentang konten dan instruksi soal yang berkaitan dengan penilaian otentik. Insyallah di lain waktu kita bisa sharing.</p>

<ul>
    <li><strong>UN, UU No. 20 2003 dan PP no 19 tahun 2005</strong></li>
</ul>

<p>Pak Amir Faisal yang terhormat, untuk membahas 3 makhluk di atas, sayangnya kita ini bukan anggota DPR. Jadi hanya bisa berpendapat saja. Izinkan saya mengkajinya dengan cara sederhana. Secara hukum positif UU itu lebih tinggi dari PP dan Peraturan Menteri (Permen)
Hal inilah yang menjadi perdebatan sampai sekarang tak kunjung selesai di komisi X DPR RI.
Dalam UU sisdiknas (UU No. 20 th. 2003) pada pasal 57 dan 58 dinyatakan bahwa hak evaluator ada di tangan ‘pendidik’ atau guru. Berikut saya cuplikan pasalnya.</p>

<p>Pasal 57
(1) Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
(2) Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang, satuan, dan jenis pendidikan.</p>

<p>Pasal 58
(1) Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.
(2) Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.</p>

<p>Namun dalam petunjuk pelaksanaannya yaitu PP no 19 tahun 2005 secara nasional hak evaluasi itu dilakukan oleh BSNP, instutusi baru pada saat itu yang bertugas menyelenggarakan UN. Saya cuplikan pasalnya di PP tersebut.</p>

<p>Pasal 66
(1) Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional.
(2) Ujian nasional dilakukan secara obyektif, berkeadilan, dan akuntabel.
(3) Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahunpelajaran.</p>

<p>Pasal 67
(1) Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan.
(2) Dalam penyelenggaraan ujian nasional BSNP bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/ Kota, dan satuan pendidikan.
(3) Ketentuan mengenai ujian nasional diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri.</p>

<p>Nah Pak &#8230; kita lihat kan, ada yang tidak sinkron. Dan terjadi tidak sesuai anatara UU dan PPnya. Perhatikan Pak tentang perpindahan hak evaluator dari guru ke BSNP. Dan juga perpindahan cara melakukan evaluasi, dari cara berkala, menyeluruh, transparan tiba-tiba berpindah menjadi bentuk ujian nasional, yang tidak berkala, sebab hanya 3 hari. Tidak menyeluruh sebab hanya beberapa bidang studi yang di UN kan ddan juga akhirnya tidak tranparan, penuh kecurangan. Sebab tingkat kelulusan siswa dalan UN sekarang banyak dipakai alat ukur untuk kinerja kepala dinas oleh bupatinya dan seterusanya.</p>

<p>Nak Pak Amir Faisal saya percaya anda adalah orang yang baik. Dan semoga mau menerima tulisan saya ini dan untuk seterusnya menjadi sahabat, meskipun ada perbedaan pandangan. Hanya satu pak kita yang sama, yaitu semoga kita ikhlas berjuang untuk memajukan pendidikan di negara kita yang tercinta ini. Amien.</p>

<p>Wassalam
Munif Chatib</p>

<p>Sekali lagi terima kasih Pak Munif untuk waktu dan penjelasannya yang begitu komplit. Saya tulis semua ini dalam note.. Karena dialog ini perlu dibaca semua kalangan yang terlibat langsung pendidikan anak.. Baik sebagai Guru maupun Orang tua.. Semoga bermanfaat..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/11/bagaimana-menyikapi-ujian-nasional-2010-lanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sekolah terindah</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 10:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan SAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Inilah sekolah : seminggu berpetualang dan main kano dibeberapa tempat terindah di dunia 

 (murid sekolah terpadu di SMU Freyberg di Palmerston North , Selandia Baru sering mengadakan perjalanan seminggu ke sungai-indah wanganui di Selandia baru, memadukan pelajaran geografi, ekologi, lingkungan, pemanfaatan tanah, dan ilmu alam , lalu mengintegrasikan proyek tersebut melalui analisis komputer dan proyek menulis).

Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Inilah sekolah</strong> : seminggu berpetualang dan main kano dibeberapa tempat terindah di dunia </p>

<p> (murid sekolah terpadu di SMU Freyberg di Palmerston North , Selandia Baru sering mengadakan perjalanan seminggu ke sungai-indah wanganui di Selandia baru, memadukan pelajaran geografi, ekologi, lingkungan, pemanfaatan tanah, dan ilmu alam , lalu mengintegrasikan proyek tersebut melalui analisis komputer dan proyek menulis).</p>

<p>Anda tak perlu jauh-jauh mencari sekolah yang mirip seperti ini. <span id="more-124"></span>Siswa sekolah alam mengalami petualangan yang serupa dgn murid di SMU Freyberg.</p>

<p>Inilah aktivitas kami di sekolah terindah , belajar-bermain -berpetualang untuk memahami makna kehidupan dengan integrasi keilmuan-ketaqwaan dan kepemimpinan.</p>


<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/tujuan-3/' title='tujuan (3)'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/tujuan-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="tujuan (3)" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/tujuan-16/' title='tujuan (16)'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/tujuan-16-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="tujuan (16)" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/a2/' title='A2'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/A2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="A2" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/h2/' title='H2'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/H2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="H2" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/cimg0069/' title='CIMG0069'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/CIMG0069-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="CIMG0069" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/roc-10/' title='ROC 10'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/ROC-10-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="ROC 10" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/cimg0465/' title='CIMG0465'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/CIMG0465-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="CIMG0465" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/cimg0019/' title='CIMG0019'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/CIMG0019-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="CIMG0019" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/climbing11/' title='climbing11'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/climbing11-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="climbing11" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/picture-066/' title='Picture 066'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/Picture-066-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Picture 066" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/p1010018/' title='P1010018'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/P1010018-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="P1010018" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/dsc_8161/' title='DSC_8161'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/DSC_8161-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_8161" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/wh/' title='wh'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/wh-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="wh" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/climbing1/' title='climbing1'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/climbing1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="climbing1" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/img_0005/' title='IMG_0005'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/IMG_0005-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_0005" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolah-terbai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil dan Sejarah Sekolah Alam Bandung</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolahalamband/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolahalamband/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 07:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan SAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN

Penggagas konsep pendidikan Sekolah Alam adalah Lendo Novo. Pada awalnya memang hanya merupakan suatu gagasan pendidikan, tetapi kemudian dicoba diwujudkan menjadi sebuah model sekolah. Sekolah yang dibuat harus mempunyai dimensi alam sebagai sumber ilmu dan bisa dikelola oleh para peserta didik. Konsep pendidikan Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>

<p>Penggagas konsep pendidikan Sekolah Alam adalah Lendo Novo. Pada awalnya memang hanya merupakan suatu gagasan pendidikan, tetapi kemudian dicoba diwujudkan menjadi sebuah model sekolah. Sekolah yang dibuat harus mempunyai dimensi alam sebagai sumber ilmu dan bisa dikelola oleh para peserta didik. Konsep pendidikan Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas dari kayu, sehingga biaya untuk gedung lebih murah. Pendidikan yang berkualitas tidak ditentukan oleh sarana gedungnya, melainkan pada kualitas guru, metoda yang diterapkan dalam proses belajar mengajar dan kurikulum yang ditunjang oleh buku yang memadai sebagai gerbang ilmu pengetahuan.</p>

<p><span id="more-115"></span></p>

<p>Gagasan Sekolah Alam lahir sebagai:</p>

<ol>
<li><p>Anti tesis pendidikan konvensional. Bahwa pendidikan yang ada telah mematikan daya kritis dan kreativitas generasi bangsa. Sejak duduk di Taman Kanak-kanak hingga perguruan tunggi siswa didik untuk tidak boleh kritis dan kreatif. Anak TK atau SD yang kritis dianggap nakal atau pembuat onar karena mungkin mereka ingin menyatakan sesuatu. Mahasiswa yang kritis terhadap permasalahan sosial dan bangsanya juga diancam DO jika menentang rektor untuk demonstrasi atau mengkritik berbagai kebijakan yang tidak adil.</p></li>
<li><p>Pencarian terhadap sekolah terbaik. Dalam referensi sejarah peradaban manusia telah ada sekolah terbaik yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Sekolah yang menerima siswa-siswanya apa adanya. Mereka para pengembala domba, pemabuk dan preman dll. Dengan didikan Rasulullah mereka akhirnya lulus dengan gelar Khairu Ummah, Umat terbaik. Sebuah predikat dan ijazah yang kekal dan menjadi bukti para lulusannya menjadi pemimpin dimuka bumi yang membawa rahmat bagi semesta alam. Dan ternyata sekolah mereka dulu adanya di bawah pohon kurma, dekat oase kalaupun di gedung hanya bangun kecil 3&#215;4 milik Arqom bin Abi Arqom.</p></li>
<li><p>Pemanfaatan alam sebagai laboratoriun belajar. Alam menyediakan begitu banyak inspirasi bagi ilmu pengetahuan. Di alam tersedia alat peraga, objek penelitian dan sarana pengembangan kepribadian yang sangat lengkap dan mewah. Kisah penemuan hukum gravitasi oleh Newton ketika duduk di bawah pohon apel, Hukum gaya angkat air oleh Arcimides ketika mandi dan menekan-nekan gayungnya, Frekuensi dan panjang gelombang oleh Einstein ketika mengamati perubahan warna matahari pada waktu pagi, siang dan sore, konsep pondasi cakar ayam oeh ldari pengamatan pada pohon kelapa di tepi laut. Dan banyak lagi penemuan-penemuan Semuaberdasar pengamatan dari alam. Apalagi Indonesia yang begitu banyak potensi alamnya sehingga para pujangga menyebutnya zamrud katulistiwa, namun ironisnya sekolah dan pendidikan di negeri ini menjauhkan generasi mudanya dari lingungannya dengan membatasi sekolah dan kelas pada dinding-dinding yang sempit.</p></li>
</ol>

<p>Perwujudan dari hal tersebut, berupa penekanan bahwa sekolah yang didirikan harus:</p>

<p>• Fokus pada aspek kualitas.</p>

<p>• Biaya terjangkau, dengan cara mengeliminir biaya prasarana (menggunakan bangunan yang terbuat dari saung dan sebagai pengganti alat peraga memanfaatkan alam sekitar menjadi media pembelajaran).</p>

<p>• Mengimplementasikan kurikulum dengan menggunakan metoda fun learning di alam terbuka.</p>

<p><strong>PENDIRIAN SEKOLAH ALAM BANDUNG</strong></p>

<p>Dengan alasan pengembangan Sekolah Alam di Indonesia, maka Lendo Novo selaku konseptor Sekolah Alam mendirikan Sekolah Alam di kota Bandung. Diawali oleh 5 orang alumni ITB (Eko Kurnianto Teknik Penerbangan 93, Tati Sulastri GM 93, Devi Teja Matematika 95, Rina Farida Biologi 94 dan Fajar Handyono Geologi 89) dirintislah Sekolah Alam Bandung dengan 16 murid pada awalnya. Selanjutnya sebagain orang tua siswa angkatan pertama dikukuhkan sebagai Pengurus Yayasan. Meraka adalah Edifrizal Darma, Tjut Meliza Hasan, Farida Handayani, Sulistyani dan Darma Setiawan. Untuk inilah maka secara legal aspek Sekolah Alam Bandung didirikan oleh Yayasan Sekolah Alam Bandung berdasarkan Akta Notaris Dr.Wiratni Ahmadi, SH., pada tanggal 9 Januari 2001, No.16.</p>

<p>Sekolah Alam Bandung berdiri di atas tanah dengan luas 5.000 m2 di lokasi perbukitan Dago Utara.Lokasi Sekolah Alam Bandung berada di lahan Bapak Hendro Martono, seorang yang sangat konsen pada pendidikan dan beliau juga pernah menjadi ketua IOM ITB (ikatan orang tua mahasiswa). Lokasi tersebut di wilayah Bandung Utara tepatnya Jl. Dago Pojok Kp Tanggulan Cikalapa II no 4, Rt 9 Rw 3 Kecamatan Coblong. Saat ini (2009)</p>

<p>Sekolah Alam Bandung telah meluluskan tiga angkatan dengan total seluruh siswa sekitar 300 anak (termasuk yang telah lulus atau pindah) dengan jumlah guru dan karyawan sebanyak 53 orang.</p>

<p>Lansekap sekolah alam didesain sedemikan rupa sehingga tata ruang tetap menjaga lingkungan. Ruangan untuk belajar siswa di Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas dari kayu. Bangunan dengan model saung sebagai bangunan untuk belajar memungkinkan untuk tetap mempertahankan perbukitan tersebut tetap terjaga kesuburan dan penghijauannya. Konsep menjaga lingkungan untuk masa depan dan mempertahankan cadangan air dan penghijaun dilakukan dengan memberi makna yang mendalam kepada para siswa untuk menanam, merawat dan melestarikan pepohonan. Konsep ini terwujud dengan program “one man one tree”. Satu siswa harus menanam dan merawat tanaman di sekolah alam minimal satu pohon ketika awal mereka bergabung menjadi siswa sekolah alam. Apresiasi terhadap sekolah berwawasan lingkungan dengan perhatian pada pelestarian lingkungan pun pernah diraih Sekolah Alam Bandung dengan anugerah “The Best Flowery School” dari Ibu Dada Rosada selaku ketua penanaman sejuta pohon di Kota Bandung.</p>

<p>Pada tahun 2009 ini, Sekolah Alam telah memiliki : • 7 saung kelas • 1 saung ruang guru • 1 saung yayasan • 1 saung rumah penjaga • 1 saung perpustakaan dan Lab. Komputer</p>

<p><strong>KONSEP JIHAD HARTA DAN BEA GURU </strong></p>

<p>Uang pangkal di sekolah alam Bandung di sebutnya Jihad Harta. Esensi jihad dalam hal ini adalah bahwa untuk pendidikan orang tua bisa memberikan hartanya dalam rangka jihad untuk pendidikan anaknya di sekolah alam. Pada awal pendirian sekolah alam Jihad Harta dapat berupa berbagai macam untuk membangun sekolah seperti vahan bangunan, alat outbond dll. Peruntukan Jihad harta di sekolah alam digunakan untuk 20% kesejahteraan guru, 60 % opersional yayasan (membayar karyawan, membayar PBB, sewa tempat, listrik, telepon, mainetance,marketing dll) 20% untuk pengembangan SAB (membangun saung baru)</p>

<p>SPP di sekolah alam dinamakan bea guru, karena alokasinya 100% diberikan kepada guru sekolah alam. Dengan sistem bea guru ini diharapkan kesejahteraan yang baik bagi guru dan meningkatkan motivasi bahwa guru juga merupakan owner di sekolah alam. Pengelolaannya diserahkan kepada syuro guru.</p>

<p><strong>FILOSOFI </strong></p>

<p>Mengacu pada tujuan manusia diciptakan ;</p>

<p>&#8221; Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu&#8221; (QS. 49 :13)</p>

<p>&#8220; niscaya Allah akan meninggikan orang yang yang beriman di antara kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat&#8221; (QS. 58:11)</p>

<p> &#8221; Dan ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi..&#8221; (QS. 2:30)</p>

<p>Sekolah Alam mengembangkan intisari pendidikan mengacu kepada 3 (tiga) aspek utama: KETAKWAAN -KEILMUAN – KEPEMIMPINAN</p>

<p><strong>VISI </strong></p>

<p>Menjadi lembaga pendidikan yang mengarah dan berbasis kepada Al Qur&#8217;an dan Sunnah, back to nature dan sustainable development</p>

<p><strong>MISI</strong></p>

<p>Mengembangkan aspek sumber daya manusia</p>

<ol>
<li><p>Akhlaqul Karimah (sikap hidup), menuntun anak didik pada perilaku yang sesuai dengan Al Qur&#8217;an dan sunnah Rasulullah SAW</p></li>
<li><p>Falsafah Ilmu Pengetahuan dan Sikap Ilmiah yang berdasarkan integrasi iman dan ilmu</p></li>
<li><p>Kepemimpinan (leaderships), kemampuan mengelola kehidupan secara harmonis dan bijaksana</p></li>
</ol>

<p><strong>KURIKULUM</strong></p>

<p>Sekolah Alam Bandung menekankan proses pembelajaran yang disampaikan secara active dan fun, karena secara lahiriah anak lebih suka berada dalam ruangan yang informal, terbuka dan bebas dibandingkan dengan suasana yang formal, tertutup dengan lingkungan yang terbatas. Dalam berkreasi di lingkungan sekolah yang terbuka dan bebas, anak dapat menikmati waktu sekolah mereka, sehingga pengembangan nilai kreatifitas dan kemampuan dirinya menjadi lebih efektif Sistem pengembangan pendidikan yang utama adalah dengan cara memberikan kepercayaan, sikap positif pada diri anak terhadap lingkungannya, karena perkembangan intelektualitas, emosional dan spiritual quotient sangat dipengaruhi oleh lingkungan alam sekitar, sehingga anak dapat mengembangkan nilai kepemimpinannya, memiliki emosi yang stabil dan dapat bekerja dalam suatu kelompok Pada metoda belajar aktif, diharapkan anak dapat mengatur kegiatan belajar setiap hari dan guru memberikan fasilitas dan berfungsi sebagai nara sumber ilmu pengetahuan Dengan metoda berpetualang di alam bebas, anak dapat menerapkan proses belajar mengajar secara keseluruhan dan dapat menciptakan suatu perkembangan bakat secara fisik dengan menggabungkan nilai emosi pada dirinya dan kerja kelompok bersama teman-temannya.</p>

<p>Materi sekolah yang diterapkan di Sekolah Alam Bandung tetap mengacu pada kurikulum Diknas, namun ditambah dengan beberapa kajian khusus dan penerapannya diselaraskan dengan filosofi Sekolah Alam .</p>

<p><strong>PROFIL YAYASAN SEKOLAH ALAM BANDUNG</strong></p>

<p>Yayasan Sekolah Alam Bandung didirikan pada tanggal 9 Januari 2001 berdasarkan Akta Notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH nomor 16 dan pernyataan keputusan rapat tanggal 25 Oktober 2002 Nomor 63. Kemudian diperbaharui kembali dengan berdasarkan Akta Notaris Ani Nuryani, SH No 2 pada tanggal 3 Februari 2009. Yayasan Sekolah Alam Bandung beralamat di Jl. Dago Pojok Tanggulan Cikalapa II No.4 Rt 04 Rw 03 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Bandung. Telepon (022) 2501622 atau (022)82520202.</p>

<p>DEWAN PEMBINA Ir. Hendro Martono Tjut Meliza Hasan, S.Si Sulistyani,S.E Farida Handayani,ST</p>

<p>DEWAN PENGAWAS Ir. Darma Setiawan, MT Ir. Edifrizal Darma, MT</p>

<p> DEWAN PENGURUS Ketua : Eko Kurnianto W, ST, MP.Mat Bendahara : Ratih Rinanti Nurul Baity, S.T Sekertaris : Huda Nurjantie, ST, Msi</p>

<p><strong>PENUTUP </strong></p>

<p>Demikianlah sejarah dan profi Sekolah Alam Bandung ini dibuat sehingga menjadi gambaran yang lebih jelas tentang keberadaan entitasnya. Kami menyadari bahwa Sekolah Alam Bandung ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dan dukungan seluruh masyarakat. Harapan kami model sekolah Alam di Bandung dapat diterus berkembang sehingga bermanfaat bagi Bandung, Jawa Barat dan Bangsa Indonesia seluruhnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolahalamband/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>inilah sekolah&#8230;</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/11/inilah-sekolah/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/11/inilah-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 13:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan SAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[SEKOLAH ALAM  “MODEL SEKOLAH UNTUK LINGKUNGAN HIDUP”

 Bayangkan sebuah sekolah masa depan, di mana anda menemukan sebuah gabungan yang sangat baik antara belajar teoritis di kelas dengan petualangan dan eksplorasi. Berkunjunglah ke sebuah kelas maka anda akan menyaksikan anak-anak TK sedang mengadakan pengamatan pertumbuhan kacang, melihat dengan lop bentuk tubuh lebah. Di Kelas lain anak-anak SD [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEKOLAH ALAM  </strong><strong>“MODEL SEKOLAH UNTUK LINGKUNGAN HIDUP”</strong></p>

<p style="text-align: left"> <em><strong>Bayangkan sebuah sekolah masa depan</strong>, di mana anda menemukan sebuah gabungan yang sangat baik antara belajar teoritis di kelas dengan petualangan dan eksplorasi. Berkunjunglah ke sebuah kelas maka anda akan menyaksikan anak-anak TK sedang mengadakan pengamatan pertumbuhan kacang, melihat dengan lop bentuk tubuh lebah. Di Kelas lain anak-anak SD dengan bermain merancang membuat kapal-kapalan. Di sudut lain dari kelas itu beberapa anak sedang mengadakan diskusi tentang bagaimana menyayangi binatang. Di lapangan juga terlihat anak-anak yang sudah menyelesaikan semua “mata pelajaran” hari itu bermain bola, memancing di kolam atau duduk di perpustakaan asyik membaca buku. Bahkan keadaan sekolah ini merefleksikan era gaya belajar yang berubah, cara pandang yang dibentuk oleh para pendidiknya adalah bahwa setiap anak adalah unik.</em></p>

<p>&lt;</p>

<p>p style=&#8221;text-align: left&#8221;><em> </em><em>Anda ingin melihat suasana belajar seperti ini <span id="more-101"></span>datanglah ke SEKOLAH ALAM BANDUNG, sekolah dengan petualangan dan eksplorasi. </em><em>Di sini kehidupan sekolah dihadirkan dalam sebuah tata ruang dengan lansekap yang ditata sedemikian rupa agar tetap natural dan tampak riil.</em><em> 
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/inilah-sekolah/welcome/' title='wilujeng sumping'><img src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/welcome.bmp" class="attachment-thumbnail" alt="" title="wilujeng sumping" /></a>
</em></p>

<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/11/inilah-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menyikapi Ujian Nasional 2010?</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/09/bagaimana-menyikapi-ujian-nasional-2010/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/09/bagaimana-menyikapi-ujian-nasional-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 16:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Orang tua murid di Sekolah Alam Bandung (SAB) SD kelas 6 dibuat panik dan ketar-ketir untuk urusan ujian nasional tahun 2010, ini berbanding terbalik dengan perasaan dan semangat siswa sd keals 6 yang cenderung santai bahkan acuh tak acuh dalam menyikapi ujian nasional.

Beberapa pertemuan digelar dewan kelas untuk menyikapi kekhawatiran para orang tua murid atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang tua murid di Sekolah Alam Bandung (SAB) SD kelas 6 dibuat panik dan ketar-ketir untuk urusan ujian nasional tahun 2010, ini berbanding terbalik dengan perasaan dan semangat siswa sd keals 6 yang cenderung santai bahkan acuh tak acuh dalam menyikapi ujian nasional.</p>

<p>Beberapa pertemuan digelar dewan kelas untuk menyikapi kekhawatiran para orang tua murid atas kesiapan anak-anaknya dalam menempuh UN yang padahal baru akan dihadapi tahun depan.</p>

<p>Sikap kritis orang tua memang perlu mendapat acungan jempol, akan tetapi bila sikap tersebut melahirkan banyak penyimpangan terhadap visi dan misi yang mendasar dari SAB maka memerlukan banyak pengkajian lanjutan baik dari segi konsekwensi yang harus dihadapi sampai dengan evaluasi kembali apa yang sebenarnya kita para orang tua kehendaki untuk diri anak-anak dalam pendidikan yang diberikan kepada mereka selama ini.</p>

<p><span id="more-91"></span></p>

<p>Pertanyaan besarnya adalah mana yang lebih kita kedepankan anak-anak lulus UN dengan hasil yang mumpuni tetapi dengan jalan men-drill kasarnya mengkebiri mereka agar terus-menerus mendapatkan pelatihan soal-soal yang mungkin keluar dalam ujian? ataukah orang tua tetap bersikap memegang teguh bahwa pendidikan anak adalah untuk mebuat mereka lebih paham akan segala sesuatu tanpa harus banyak mendikte dan membiarkan mereka menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mengembang dibenak mereka? dengan resiko tentunya hasil UN dipastikan kurang memuaskan.</p>

<p>Ada dua garis besar yang kita bisa ambil selaku orang tua dalam menyikapi masalah UN mendatang:</p>

<p>Pertama, bagi orang tua yang siswanya akan melanjutkan ke sekolah lanjutan SL SAB maka sebenarnya langkah yang harus diambil adalah tetap tenang dan santai menyikapi UN tidak perlu mengikutkan anak untuk les ini dan itu ataupun pelajaran tambahan serta men-drill mereka agar dapat nilai baik dalam UN karena memang SL SAB tidak memerlukan nilai UN karena memang sistem belajar serta visi misi SAB berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya.</p>

<p>Kedua, bagi orang tua yang menginginkan anaknya untuk melanjutkan kesekolah yang memerlukan nilai UN (idealnya anak juga turut menentukan pilihannya sendiri) karena berbagai sebab misalnya; tempat yang lebih mudah di jangkau, biaya yang terjangkau dan lainnya. Maka yang dibutuhkan adalah pola drill dan bila perlu pelatihan intensif dari semester awal sampai semester akhir menjelang UN.</p>

<p><strong>Ini semata-mata dilakukan karena memang seperti itulah sistem pendidikan nasional kita yang masih carut marut dan silih berganti dalam hal kebijakan dan tujuan pendidikan sejalan dengan bergantinya para mentri pendidikan dan jajarannya.</strong></p>

<p>Saya selaku orang tua murid yang anaknya akan mengikuti UN, pada awalnya bersikap sangat naif. Menjadi agressor bagi anak agar mau berlatih keras untuk UN memiliki kekhawatiran yang sangat dalam menilik kemampuan anak dalam menghadapi UN. <strong>Tetapi berkat dukungan dari suami dan orang-orang terdekat serta orang tua murid yang lain akhirnya perlahan tapi pasti saya mengumpulkan keberanian  serta kesadaran bahwa <em>anak adalah milik masa yang akan datang mereka adalah milik diri mereka sendiri yang akan kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak dihadapan Allah SWT</em>. </strong>Do&#8217;a saya pada anak-anak hanyalah<strong> <em>semoga mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah menjalani kehidupan ini dengan ketaqwaan dan keikhlasan</em> </strong>meskipun mereka kelak bukan siapa-siapa dihadapan manusia<strong> tapi Allah ridha terhadap mereka </strong>itu <strong>lebih saya cintai </strong>daripada<strong> mereka menjadi orang yang dipuja manusia tetapi Allah murka. Amiin. </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/09/bagaimana-menyikapi-ujian-nasional-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renovasi Situs Web Sekolah Alam Bandung</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/08/renovasi-situs-web/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/08/renovasi-situs-web/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 23:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melewati penundaan cukup lama &#8212; saya minta maaf untuk hal
itu &#8212; akhirnya situs Web Sekolah Alam Bandung dan blog yang dulu
dikelola secara terpisah akhirnya digabung. Tujuannya sederhana:
pengelola situs Web ingin cara yang lebih mudah untuk menulis
berita dan informasi.

Memang ada pengorbanan: beberapa informasi lama belum semua
ditampilkan, seperti biodata bapak/ibu guru. Akan segera diusahakan
muncul kembali dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melewati penundaan cukup lama &#8212; saya minta maaf untuk hal
itu &#8212; akhirnya situs Web Sekolah Alam Bandung dan blog yang dulu
dikelola secara terpisah akhirnya digabung. Tujuannya sederhana:
pengelola situs Web ingin cara yang lebih mudah untuk menulis
berita dan informasi.</p>

<p>Memang ada pengorbanan: beberapa informasi lama belum semua
ditampilkan, seperti biodata bapak/ibu guru. Akan segera diusahakan
muncul kembali dengan format baru.</p>

<p>Penulis-penulis blog lama yang belum dapat masuk (<i>login</i>),
sila kontak saya, <tt>ikhlasulamal@yahoo.com</tt> untuk mendapatkan
sandi masuk baru. Sedangkan untuk pendaftaran penulis berikutnya,
akan saya bicarakan terlebih dulu dengan pihak di sekolah, Yayasan,
Syura Guru, dan perwakilan Dewan Kelas (DK).</p>

<p>Terima kasih dan mohon maklum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/08/renovasi-situs-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/07/hello-world/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/07/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 16:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/07/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Rutin Bulan Juni 2008</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2008/06/pengajian-juni-2008/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2008/06/pengajian-juni-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 00:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/blogs/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Pengajian rutin FOSI SAB
untuk bulan Juni 2008 akan diselenggarakan sebagai berikut,



Hari, tanggalJumat, 6 Juni 2008
Pukul14.15&#8211;15.30 WIB
TempatKelas 5 (Saung Sunda)
TemaMempelajari dan Mengatasi Pembangkangan pada Anak
Pembawa materiIbu Nenna Mutmaina (Umi Nibras, SD-4)



FOSI berharap sekali orang tua siswa dapat berpartisipasi pada acara
ini. Terima kasih.

Panitia pengajian bulan Juni ini adalah Dewan Kelas SD-2A, mohon
para orang tua membantu Ketua DK.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengajian rutin <abbr title="Forum Silaturahmi Orang Tua
Siswa">FOSI</abbr> <abbr title="Sekolah Alam Bandung">SAB</abbr>
untuk bulan Juni 2008 akan diselenggarakan sebagai berikut,</p>

<table>
<tbody>
<tr><td>Hari, tanggal</td><td><b>Jumat, 6 Juni 2008</b></td></tr>
<tr><td>Pukul</td><td>14.15&#8211;15.30 <abbr title="Waktu Indonesia Barat">WIB</abbr></td></tr>
<tr><td>Tempat</td><td>Kelas 5 (Saung Sunda)</td></tr>
<tr><td>Tema</td><td><strong>Mempelajari dan Mengatasi Pembangkangan pada Anak</strong></td></tr>
<tr><td>Pembawa materi</td><td>Ibu Nenna Mutmaina (Umi Nibras, SD-4)</td></tr>
</tbody>
</table>

<p>FOSI berharap sekali orang tua siswa dapat berpartisipasi pada acara
ini. Terima kasih.</p>

<p>Panitia pengajian bulan Juni ini adalah Dewan Kelas SD-2A, mohon
para orang tua membantu Ketua DK.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2008/06/pengajian-juni-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
