<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Alam Bandung &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://sekolahalambandung.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahalambandung.com</link>
	<description>Sekolah Terindah dalam Hidupku</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Apr 2012 07:30:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Sekolah Alam Bandung versi Orang Tua Siswa</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2012/04/sekolah-alam-bandung-versi-orang-tua-siswa/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2012/04/sekolah-alam-bandung-versi-orang-tua-siswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 07:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Sekolah Alam Bandung by Yuria Pratiwhi Cleopatra on Saturday, 28 November 2009 at 21:30 · Setiap orang tua, tentu ingin selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tak terkecuali saat sang anak sudah waktunya masuk sekolah. Biasanya, orang tua sudah pontang-panting menelusuri seluruh pelosok tanah air, jauh sebelum sang anak benar-benar akan masuk sekolah. Hal tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah Alam Bandung</p>

<p>by Yuria Pratiwhi Cleopatra on Saturday, 28 November 2009 at 21:30 ·</p>

<p>Setiap orang tua, tentu ingin selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tak terkecuali saat sang anak sudah waktunya masuk sekolah. Biasanya, orang tua sudah pontang-panting menelusuri seluruh pelosok tanah air, jauh sebelum sang anak benar-benar akan masuk sekolah. Hal tersebut tentunya dilandasi semangat mencari dan memberikan yang terbaik itu tadi.
Bagaimanapun, terbaik atau terburuknya suatu pilihan banyak dilandasi oleh hal-hal yang subjektif. Dalam memilih sekolah juga demikian.
Seorang ibu yang ingin anak-anaknya berprestasi di dunia internasional, akan memilih sekolah yang memiliki akses tinggi pada aneka lomba dan olimpiade internasional
Mereka yang ingin anak-anaknya menjadi penghapal alQur&#8217;an, akan memilih sekolah yang menekankan pada hafalan al Qur&#8217;an
Mereka yang ingin anak-anaknya pintar berbahasa asing, akan memilih sekolah bilingual
Mereka yang ingin anak-anaknya &#8216;aman&#8217;, akan memilih sekolah dengan standar keamanan internasional
Dan begitulah, orang tua akan memilihkan sekolah anak-anaknya, sesuai dengan latar belakang, pengetahuan, ambisi dan cita-cita masing2. 
Itulah sebabnya tidak ada sekolah yang &#8216;sempurna&#8217;, seperti juga tidak ada sekolah yang &#8216;sangat buruk&#8217;.</p>

<p>Sebagai orang tua, saya dan suami juga tak lepas dari suasana gamang dalam menentukan pilihan. Dan saat ini, kami memilihkan Sekolah Alam Bandung untuk ketiga putra-putri kami.
Banyak yang bertanya mengapa??? atau &#8216;Mengapa begitu berani&#8217;???
Tentunya pilihan tersebut tak lepas dari subjektfitas kami juga sebagai orang tua. Beberapa pertanyaan mungkin dapat terjawab melalui catatan di bawah ini&#8230;</p>

<p>Sekolah alam Bandung, adalah sekolah yang terletak di sebuah lembah, nun di dago sana&#8230;
Tidak ada ruang kelas, gedung, kursi, meja&#8230;hanya saung dan bangku-bangku&#8230;alasan utama mengapa hingga saat ini SAB belum juga mendapatkan akreditasi dari Dinas Pendidikan. Juga alasan utama mengapa orang tua akhirnya enggan memilihkan SAB untuk putra-putrinya..&#8221;bagaimana nanti kelanjutan pendidikan anak kami?&#8221;begitu kira-kira pertanyaan yang sering terlontar</p>

<p>Di SAB, banyak sekali aktivitas belajar mengajar yang dilakukan di luar ruangan..&#8221;bagaimana nasib kulit 
mulus anak-anak kami nanti??&#8221; pertanyaan lain yang juga sering terpikirkan</p>

<p>Di sana, anak-anak banyak pula melakukan aktivitas outbond yang &#8216;unik&#8217;&#8230;&#8221;bagaimana sistem keamanan dan keselamatan anak-anak kami ?&#8221; itu juga pertanyaan atau keraguan yang sering terpapar..</p>

<p>Toh kami tetap memasukkan anak-anak kami ke SAB&#8230;sekali lagi..&#8221;Mengapa???&#8221;</p>

<p>Jawaban saya sebetulnya sangat sederhana&#8230; 
Saya memasukan anak-anak ke SAB justru karena SAB tidak menjanjikan apa-apa&#8230;tidak kemampuan kognitif yang tinggi, tidak suasana kompetisi yang dominan, bahkan juga tidak menjanjikan kekuatan fisik pada anak-anak didiknya..
Setiap anak adalah unik..demikian motto yang hingga sekarang masih dijaga dengan baik di SAB. Setiap anak belajar dalam suasana enjoy, tanpa tekanan, tapi juga penuh motivasi dan rasa kekeluargaan. Hal ini membuat anak-anak justru terpacu untuk memperlihatkan kemampuan terbaik mereka dalam banyak hal.
Saya memasukkan anak-anak ke SAB, juga karena saya mencari sekolah, yang dapat mengajarkan sesuatu yang tidak bisa saya ajarkan sendiri pada anak-anak saya. Dan itu saya temukan pada SAB. 
Saya bisa mengajarkan matematika, sains, ilmu sosial, ekonomi, bahasa, membaca dan menghafalkan al Qur&#8217;an&#8230;sehingga saya tidak terlalu mengkhawatirkan kemampuan anak-anak saya di bidang tersebut..
Tapi saya tidak bisa mengajarkan mereka survive dalam kehidupan di alam. Saya tidak bisa juga mengajarkan TEAM BUILDING pada mereka&#8230;Saya juga tidak dapat menyediakan cukup teman bagi mereka bersosialisasi, bertenggang rasa, memimpn dan dipimpin, mengemukakan pendapat, berdagang, dan sebagainya&#8230;Maka saya memilih Sekolah Alam Bandung untuk mereka.</p>

<p>Alhamdulillah, seperti firman Allah &#8220;Faidzaa &#8216;azzamta, fa tawakkal &#8216;alallah..&#8221;, demikianlah ikhtiar kami, azzam kami&#8230;benar dan salahnya kami kembalikan kepada Allah&#8230;maka Allah yang mengatur segalanya&#8230;menghilangkan keraguan di dada kami&#8230;
Anak-anak kami tumbuh menjadi anak-anak yang sehat fisiknya, kuat, percaya diri, rajin beribadah, selalu ingin tau dan selalu belajar&#8230;
Hafalan al Qur&#8217;an mereka bahkan lebih baik dari sebagian &#8216;aktivis da&#8217;wah&#8217; <img src='http://sekolahalambandung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> 
Mereka terbiasa cepat beradaptasi dengan berbagai jenis kondisi alam, berbagai jenis manusia, hewan, bahkan teknologi dan ilmu pengetahuan..
Dan yang juga menentramkan, Sekolah Alam Bandung juga dapat &#8216;menggiring&#8217; siswa-siswanya pada kemampuan kognitif yang cukup baik. Alhamdulillah, nilai rata-rata UAN Akhyar per mata pelajaran mencapai &#8217;9&#8242;&#8230;tanpa stress, tanpa les..dan yang melegakan..tanpa curang&#8230;
Teman-temannya pun dapat melanjutkan pendidikan mereka di SMP lain tanpa masalah&#8230;walaupun Akhyar&#8230;dengan alasan yang sama..akhirnya kembali memilih Sekolah Alam Bandung di tingkat Sekolah Lanjut (SL), setara SMP.</p>

<p>Itulah sedikit yang dapat disampaikan dalam catatan ini&#8230;semoga dapat diambil ibrahnya. Aamiin</p>

<p>Like ·  · Share10 people like this.</p>

<p>1 share
Een Widianingsih wah jadi tertarik juga deh&#8230;kebetulan kt jg lg pilih2 sekolah klo nti plg k indo&#8230;klo dibndingin sdit gmn?
29 November 2009 at 01:17 · Like</p>

<p>Endang Rika Kurniawati subhanallah&#8230;jazakillah atas sharing pengalamannya tPatra. Saya jg lagi mulai cari2 SMP nih buat Faris yg msh kls 5. Susah jg ternyata cari sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan idealisme kita&#8230;
29 November 2009 at 04:27 · Like</p>

<p>Luci Irawati Inspiring Notes&#8230;Satu hal lagi Neng Patra&#8230; Di sekolah alam memberikan kesempatan kpd anak2 masa kecil yang menyenangkan, sbgm yg pernah kita alami dulu, bermain dan bersosialisasi dg alam yg smkn sulit dicari di kota2 besar spt Jkt. Ini salah satu alasan mengapa aq jg memilih Sekolah Citra Alam Ciganjur..agar anak2ku tdk mjd &#8216;anak autis&#8217; yg seharian bermain di &#8216;alam maya&#8217;&#8230;
29 November 2009 at 08:13 · Like</p>

<p>Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@ t Een&#8230;ya itu tadi teh&#8230;ga bisa dibandingin..saya ingin anak-anak bebas dan enjoy, dan saya dapet di SAB, alhamdulillah suasananya Islami, guru-gurunya dapat jadi teladan bagi siswa
 @ Mb Luci&#8230;iya mbak&#8230;apalagi di jakarta ya&#8230;ga ada gunungnya ..:)
29 November 2009 at 10:37 · Like</p>

<p>Kurnia Hayati yg penting,anak2 kami pun bahagia bersekolah di skolah alam&#8230;
29 November 2009 at 13:57 · Like</p>

<p>Eva Sofia cukup menginspirasi&#8230; survive di alam jadi point utama yg ga bisa ditemukan di tempat lain. jzk
29 November 2009 at 16:03 · Like</p>

<p>Nurani Esti Lestari Kalo aku pindahin anakku yang kelas tiga, dengan segala kekurangan dan kemalasannya apa cukup membantu dan bijaksana ya?&#8230;. Mamanya yang kabita&#8230;hehehe. Soo nice share, t Patra.
29 November 2009 at 17:02 · Like</p>

<p>Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@ Mba Nu..Survey and sit ini (trial class) bisa membantu objektivitas..Kalau anak, ortu dan sekolahnya saling cocok&#8230;dimanapun&#8230;Insya Allah bisa bahu membahu membentuk masa depan yang lebih baik..
29 November 2009 at 18:07 · Like</p>

<p>Amelia Farianti smp di SAB sdh ada brp angkatan teh? walaupun blm dpt akreditasi, bs UAN jg ya?gabung sm sd negeri terdekat?coz kmrn di sklh alam di bekasi begitu
29 November 2009 at 20:55 · Like</p>

<p>Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@Amel : Ada kelas 1 dan kelas 3, kemarin UN gabung sama SD lain, tapi ga masalah ko, biasa aja <img src='http://sekolahalambandung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Yang ke SMP negeri juga ga da masalah
30 November 2009 at 07:45 · Like</p>

<p>Lita Edia ‎&#8217;senasib&#8217; patra:)&#8230;saya juga akan memindahkan anak pertama dari SDIT ke Kebun Main Cilangkap, tidak sengaja memilih sekolah alam, hanya kebetulan di sekolah ini (kebun main cilangkap) yang paling cocok konsepnya. Sukses UAN tanpa stress &#8230;See more
30 November 2009 at 13:00 · Like</p>

<p>Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@ Lita, betul Ta&#8230;bumi kita butuh banyak orang-orang yang berani <img src='http://sekolahalambandung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> 
30 November 2009 at 13:16 · Like</p>

<p>Endah Dahlan Alhamdulillah&#8230;..sharing-​nya cukup menguatkan niat saya. Jazakillah teh
30 November 2009 at 19:28 · Like</p>

<p>Miawati Miaw hmm, kalo ibunya kayak patra, anaknya sekolah dimanapun pasti cemerlang sih&#8230;he2
30 November 2009 at 20:08 · Like</p>

<p>Irena Puspawardani hehe&#8230;..anakku jg sekolah di sekolah alam&#8230;..dan yg diomongin patra bener semuah tuh&#8230;..moga2 jd ilmu jg buat para ortu yg lagi cari sklh&#8230;..:-)
2 December 2009 at 04:05 · Like</p>

<p>Yuria Pratiwhi Cleopatra Waaah&#8230;di Balikpapan ada sekolah alam juga ya&#8230;alhamdulillah..
2 December 2009 at 17:51 · Like</p>

<p>Lita Edia Adanya karena Rena pindah balikpapan tuh&#8230;ntar dia balik ke sini&#8230;.bikin lagi dia&#8230;he3&#8230;ya nggak Ren..?? Kamu bikin di cibubur donk&#8230;biar anak2ku sekolahnya nggak jauh he3&#8230;.ngarep.com
2 December 2009 at 18:12 · Like</p>

<p>Irena Puspawardani ‎@patra: iya alhamdulillah&#8230;..hehe
 @lita: eughhh &#8230;..ntar lah klo aku bisa nanem pohon duit&#8230;..aku bikinin buat kmu khusus&#8230;.:-P&#8230;.hehe&#8230;.
2 December 2009 at 18:21 · Like</p>

<p>Ayi Intan P Darmawan Patra&#8230;patra&#8230;.pusing keinginan ama kantong nih, masuknya aja 7 juta, mana musti ngontrak rumah di bandung, jadi 2 dapur deh ama tasik&#8230;Gara-gara pusing ayi ama temen malah jadi mau bikin &#8216;Right Home&#8217; nih..rumah otak kanan&#8230;rumah dimana&#8230;See more
3 December 2009 at 21:52 · Like ·  1</p>

<p>Niesye A Ramadina Sudah ada SL toh di SAB? tahniah deh&#8230;dulu pas pertama kali tau ada Sekolah Alam, langsung jatuh hati ( pdhal masih kuliah), dah pengen aja anak2ku kelak sekolah di sana. Dulu fathia juga sempat di Sekolah Alam Bojongkulur, cuma sebentar&#8230;sekarang terpaksa di International School, dengan hati kebat kebit&#8230;., shukron ya Pat..
 @Ayi : ditunggu launching Sekolah Alamnya yaa&#8230;
4 December 2009 at 05:59 · Like</p>

<p>Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@ Ayi&#8230;saya dukung deh Ayi bikin sekolah alam di tasik&#8230;yang penting all out ya&#8230;soalnya, sekolah alam fokusnya bikin hepi anak-anak dulu..bukan pendirinya hehe&#8230;
 Yang komen di atas itu rata-rata ortu sekolah alam juga Yi, ada mb Luci,&#8230;See more
4 December 2009 at 13:22 · Like</p>

<p>Ayi Intan P Darmawan Hmm maunya tinggal ama Patra&#8230; hehe ntar jadi adiknya afra ke-2 hehe.Iya sih Pat emang ijtihad, sekolah SDIT, TKIT juga ijtihad, sekolah alam juga ijtihad&#8230;hehe masih keukeuh pengen bikin sekolah alam tasik..ntar kalo mentok&#8230;yah apa bol&#8230;See more
8 December 2009 at 20:48 · Like</p>

<p>Yuria Pratiwhi Cleopatra hehe&#8230;ayi ada aja&#8230;iyalah pake otak&#8230;masa pake yang lain <img src='http://sekolahalambandung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> 
9 December 2009 at 09:56 · Like</p>

<p>Saka Madyagu Badisga Saya salut dengan Ummu Akhyar. Menyekolahkan anak untuk mempelajari hal-hal yang TIDAK BISA diajarkan di rumah. Karena mayoritas saat ini, para orang tua karir menyekolahkan anak untuk mempelajari hal-hal yang TIDAK SEMPAT diajarkan di rumah. Dan itu perbedaan yang besar.
10 December 2009 at 12:38 · Like</p>

<p>Sri Yayu Indriyani R Alhamdulillah.. semoga pemerintah menjadikan Sekolah Alam sebagai sistem sekolah nasional. Supaya seluruh rakyat INA juga dapat menikmatinya. Satu hal lagi biaya sekolah bisa terjangkau. 
13 April 2010 at 22:34 · Like</p>

<p>Ita Karolina TK aja ada pe-er tiap hari..huuu..baca-nulis-ngi​tung-komputer, baca-nulis-ngitung-kompute​r, tar jd robot aja tuh bocah2&#8230;streeesss (tapi herannya ortu2 pada milih sekolah yg ngasi PR paling banyak, biar ga maen doank ceunah). cape nih nyari sekolah, mo milih sekolah alam jauh nun mahal&#8230;hiks&#8230;pendidikan.​..pendidikan&#8230;hiks&#8230;(hom​eschooling aja kali ye..emaknya resign gituh? :p)
14 April 2011 at 23:48 ·</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2012/04/sekolah-alam-bandung-versi-orang-tua-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salingsapa.com antara Dukungan dan Kontroversi</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2011/08/salingsapa-com-antara-dukungan-dan-kontroversi/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2011/08/salingsapa-com-antara-dukungan-dan-kontroversi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 05:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Siapa komunitas di sekolah alam yang tak kenal salingsapa.com?  Jawabannya besar kemungkinan hampir tak ada. Setidaknya untuk siswa yang sudah belajar komputer dan menggunakan internet mengenal bahwa itu merupakan jejaring sosial yang di&#8221;olah&#8221; oleh seorang siswa SMP Sekolah Alam Bandung bernama Muhammad Yahya. Tulisan ini terinspirasi saat saya coba cari situs salingsapa.com di google dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa komunitas di sekolah alam yang tak kenal salingsapa.com?  Jawabannya besar kemungkinan hampir tak ada. Setidaknya untuk siswa yang sudah belajar komputer dan menggunakan internet mengenal bahwa itu merupakan jejaring sosial yang di&#8221;olah&#8221; oleh seorang siswa SMP Sekolah Alam Bandung bernama Muhammad Yahya.</p>

<p>Tulisan ini terinspirasi saat saya coba cari situs salingsapa.com di google dan sekitar 1,370,000 hasil pencarian dalam 0.13 detik dan hasilnya cukup menarik, situs salingsapa.com memang banyak digemari terutama oleh anak-anak remaja.</p>

<p>Banyak tulisan menarik seputar karya anak SMP ini di internet, di bawah ini beberapa link diantaranya:</p>

<p><a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=5&amp;ved=0CDcQFjAE&amp;url=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2011%2F02%2F08%2Fmuhammad-yahya-harlan-siswa-smp-pembuat-situs-ala-facebook-saling-sapa%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNHCRjioXUMEz0Xx6SBobpRsDnJTtA&amp;cad=rja">http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=5&amp;ved=0CDcQFjAE&amp;url=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2011%2F02%2F08%2Fmuhammad-yahya-harlan-siswa-smp-pembuat-situs-ala-facebook-saling-sapa%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNHCRjioXUMEz0Xx6SBobpRsDnJTtA&amp;cad=rja</a></p>

<p><a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=11&amp;ved=0CFsQFjAK&amp;url=http%3A%2F%2Fhminews.com%2Fnews%2Fpendiri-saling-sapa-siswa-smp-beri-kuliah-umum-di-itb%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNGE1bgnTrHQO1vz5Ur8yvWit92xIQ&amp;cad=rja">http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=11&amp;ved=0CFsQFjAK&amp;url=http%3A%2F%2Fhminews.com%2Fnews%2Fpendiri-saling-sapa-siswa-smp-beri-kuliah-umum-di-itb%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNGE1bgnTrHQO1vz5Ur8yvWit92xIQ&amp;cad=rja</a></p>

<p>http://www.witular.com/2011/02/salingsapacom-sarana-silaturahmi.html</p>

<p>Banyak dukungan dan anggapan positif yang diberikan akan tetapi ada juga pandangan yang berkesan meremehkan bahkan tuduhan penjiplakan (plagiator), dan ketidakpercayaan bahwa yang membuat situs tersebut adalah murni Yahya seorang. Belum lagi banyak yang kesulitan dalam mendaftar serta beberapa komentar yang menyatakan lebih sulit pengaturannya dan lain sebagainya.</p>

<p>Saya pribadi memang belum banyak mendalami salingsapa.com apalagi saya baru saja  mengaktifkan kembali akun facebook setelah lebih dari setahun absen karena berbagai pertimbangan. Dan saat ini saya selaku orang tua yang punya anak remaja yang dulunya satu kelas dengan Yahya (mungkin) hanya bisa mengijinkan anak saya untuk masuk situs <strong>salingsapa</strong> bukan <strong>facebook </strong>karena usianya belum genap 13 tahun serta pertimbangan sisi positif lebih sedikit dari sisi negatifnya (banyak terjadi hal buruk yang menimpa anak-anak remaja akibat facebook).</p>

<p>Ketinggalan zaman! kuno!over protektif! dan sederet anggapan buruk bisa saja mampir jika saya saat ini belum mengijinkan anak saya membuat akun facebook karena banyak sekali teman-temannya dan anak-anak lain dengan memanipulasi usia yang sudah masuk Facebook, tapi bagaimanapun saya tetap berpendapat untuk memberikan anak mendapatkan &#8220;kematangan sosial&#8221; terlebih dulu sebelum masuk jejaring sosial di dunia maya.</p>

<p>Salingsapa.com mungkin saja bisa jadi jalan keluar bagi anak-anak  usia 6 tahun ke atas yang ingin berkomunikasi lewat dunia maya karena mudah-mudahan lebih aman dan islami, itupun dengan catatan pengawasan ketat dari orang tua tetap diupayakan.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2011/08/salingsapa-com-antara-dukungan-dan-kontroversi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susur Masjid , biar puasa semangat tetap pool !!</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 07:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[SUSUR MESJID- Sekolah Alam Bandung- oleh Aryo Budi Hutomo pada 14 Agustus 2010 jam 0:21 SUSUR MESJID &#8211; hari ini (jum&#8217;at -red) sekolah alam bandung mengadakan kegiatan susur mesjid, menapak tilasi perjuangan para pahlawan bangsa. kegiatan ini bertujuan untuk memupuk jiwa patriotik para siswa, serta mengingatkan sejarah bahwa bulan ramadhan merupakan bulan yang Allah jadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>
<h2>SUSUR MESJID- Sekolah Alam Bandung-</h2>
</div>
</div>
<div>
<div>oleh <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=766899236">Aryo Budi Hutomo</a> pada 14 Agustus 2010 jam 0:21</div>
</div>
</div>

<div>
<div>

SUSUR MESJID &#8211; hari ini (jum&#8217;at -red) sekolah alam bandung mengadakan  kegiatan susur mesjid, menapak tilasi perjuangan para pahlawan bangsa. kegiatan  ini bertujuan untuk memupuk jiwa patriotik para siswa, serta mengingatkan  sejarah bahwa bulan ramadhan merupakan bulan yang Allah jadikan momentum  pengukir sejarah bangsa.

Sejumlah siswa yang terdiri siswa kelas SD 4 hingga sekolah lanjutan  melakukan &#8220;city tracking&#8221;, berjalan dengan rute mesjid pusdai hingga mesjid raya  jawa barat di Jl.Asia Afrika. beberapa mesjid disinggahi dalam perjalanan ini,  dalam persinggahannya para peserta mendapat taujih dari pengurus mesjid setempat  dan menyempatkan diri bertilawah quran.

Di mesjid raya jabar, para siswa berbuka serta melaksanakan sholat maghrib  dan isya berjam&#8217;ah.

- biar puasa semangat tetep pool

<a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/08/susr-masjid1.bmp">
</a><a href='http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/susr-masjid1/' title='susr masjid1'><img src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/08/susr-masjid1.bmp" class="attachment-thumbnail" alt="susr masjid1" title="susr masjid1" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/susr-masjid2/' title='susr masjid2'><img src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/08/susr-masjid2.bmp" class="attachment-thumbnail" alt="susr masjid2" title="susr masjid2" /></a>




</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/08/susur-masjid-biar-puasa-semangat-tetap-pool/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Upin Ipin, RI dan Malaysia</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/08/antara-upin-ipin-ri-dan-malaysia/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/08/antara-upin-ipin-ri-dan-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 19:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Bila seseorang bilang “Malaysia” yang terbayang dibenak adalah film kartun “Upin Ipin”  yang saat ini sedang merajai per-film-an anak Indonesia. “Betul…. betul…. betul…” adalah salah satu kalimat yang paling akrab ditelinga anak Indonesia bahkan kalangan muda dan tua saat ini. Film kartun buatan Malaysia ini memang sangat digemari, anak saya yang baru berumur dua tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila seseorang bilang “Malaysia” yang terbayang dibenak adalah film  kartun “Upin Ipin”  yang saat ini sedang merajai per-film-an anak  Indonesia. “Betul…. betul…. betul…” adalah salah satu kalimat yang  paling akrab ditelinga anak Indonesia bahkan kalangan muda dan tua saat  ini.</p>

<p><a href="http://desioktoriana.files.wordpress.com/2010/08/screenshot_uni_4.jpg"><img src="http://desioktoriana.files.wordpress.com/2010/08/screenshot_uni_4.jpg?w=300&amp;h=243" alt="Upin  &amp; Ipin" width="300" height="243" /></a></p>

<p><img src="http://desioktoriana.wordpress.com/Users/SAAKIN%7E1/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" /></p>

<p>Film kartun buatan Malaysia ini memang sangat digemari, anak saya  yang baru berumur dua tahun saja bila kebetulan sedang menyaksikan  tayangan “Upin Ipin” yang ditonton oleh kakaknya mau ikutan menyimak  tanyangan tersebut dengan cukup antusias.</p>

<p>Memang seakan-akan Film “Upin Ipin” ini menjadi gambaran yang pas  bagi kehidupan rakyat Malaysia yang hampir mirip dengan kehidupan rakyat  Indonesia. Kehangatan antar adik dan kakak, antar tetangga, antar teman  tergambar begitu jelas dan tulus.</p>

<p>Sayangnya kenyataan keeratan hubungan bangsa yang serumpun ini  berkata lain. Akhir-akhir ini media massa sering sekali menayangkan  perseteruan antar RI dan Malaysia dari berbagai permasalahan. Dari mulai  perseteruan penjiplakan budaya, perebutan batas wilayah sampai  perlakuan terhadap TKI oleh pemerintah Malaysia.</p>

<p>Saya berharap bahwa anak-anak kita cukuplah mengenal Malaysia seperti  tokoh-tokoh Upin dan Ipin yang polos, riang, tanpa beban, penuh dengan  kehangatan, penuh ungkapan unik yang menggelitik ditelinga. Upin dan  Ipin yang dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi mereka seperti  kakak perempuan, opa dan Datuk serta kawan-kawan dari berbagai suku  bangsa (China, India, dll).</p>

<p>Yang sangat jelas tergambar dari Film “Upin Ipin” adalah kehidupan  keagamaan yang berdasarkan syariat Islam sangat kentara, seperti pada  judul film di bawah ini:</p>

<p>Upin &amp; Ipin (2007)
1. Esok puasa
2. Dugaan
3. Nikmat
4. Terawih
5. Esok Raya
6. Hari Raya</p>

<p>Upin &amp; Ipin: Setahun Kemudian (2008)
7. Tadika
8. Anak Bulan
9. Adat
10. Tamak
11. Lailatul Qadr
12. Kisah &amp; Tauladan
13. Sayang Kak Ros
14. Ketupat
15. Zakat Fitrah
16. Malam Syahdu
17. Pagi Raya
18. Berkat</p>

<p>Semoga Perseteruan RI dan Malaysia saat ini bukan(<strong> sengaja) </strong>dipicu oleh pihak-pihak yang hendak mengambil untung dari politik <em>“Devide et Impera”</em> antar sesama<em> Muslim</em> walaupun mustahil rasanya perseteruan tersebut terjadi tanpa ada pihak yang ingin <em>memancing di air keruh!</em>.  Bersatulah umat Muslim, eratkan tali persaudaraan, selamatkan anak-anak  kita dari kebodohan segelintir manusia yang merasa berkuasa.(<em>Dua Gajah bertarung: Pelanduk mati di tengah-tengah</em>).</p>

<p>Ditulis dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia; (17 Agustus 1945-2010)</p>

<p>Yang telah diperjuangkan dengan harta dan jiwa oleh umat Islam di seluruh Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/08/antara-upin-ipin-ri-dan-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sulitnya Mendapatkan Sekolah yang Baik Bagi Perkembangan Jiwa dan Akhlak Anak</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/07/sulitnya-mendapatkan-sekolah-yang-baik-bagi-perkembangan-jiwa-dan-akhlak-anak/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/07/sulitnya-mendapatkan-sekolah-yang-baik-bagi-perkembangan-jiwa-dan-akhlak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 17:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ajaran baru 2010/2011 sangat berat bagi saya sebagai orang tua yang harus memasukkan dua anak ke sekolah yang baru, ke dua sekolah yang berbeda jenjang sekaligus. Anak pertama masuk ke SMP dan anak ke dua ke SD. Banyak pertimbangan yang harus kami ambil untuk memutuskan dimana anak-anak akan bersekolah. Si sulung dengan berbagai pertimbangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG032-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-208" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG032-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>

<p>Tahun ajaran baru 2010/2011 sangat berat bagi saya sebagai orang tua yang harus memasukkan dua anak ke sekolah yang baru, ke dua sekolah yang berbeda jenjang sekaligus. Anak pertama masuk ke SMP dan anak ke dua ke SD. Banyak pertimbangan yang harus kami ambil untuk memutuskan dimana anak-anak akan bersekolah.</p>

<p>Si sulung dengan berbagai pertimbangan akhirnya diputuskan untuk disekolahkan ke SMP Negeri dan pada tanggal 7 Juli 2010 diterima di salah satu SMP Negeri di Bandung yang passing gradenya lebih dari 8. Kami sebagai orang tua berharap bahwa anak kami yang juga lulusan SD Sekolah Alam Bandung  (SAB) mendapat pendidikan di SMP Negeri tersebut setidak-tidaknya sama baiknya seperti di SAB.</p>

<p>Harapan tinggallah harapan, meskipun sekolah SMP tersebut jaraknya cukup dekat, tempatnya nyaman dan cukup luas serta bangunannya dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai, banyak hal yang menjadi sumber kekecewaan kami. Satu diantaranya pada saat pendaftaraan dimana seluruh siswa berkumpul dan diberi pengarahan untuk acara yang akan dilangsungkan pada hari Senin, 12 Juli 2010  (hari pertama masuk sekolah) siswa SMP tersebut diberi perintah untuk membawa barang sebagai berikut:</p>

<ol>
    <li>Ciki 3 taro 1</li>
    <li>Nasi piramida</li>
    <li>Permen<strong> jejak rasul</strong></li>
    <li>Minuman <strong>Munafik</strong></li>
    <li>Minuman<strong> Gokil
</strong></li>
    <li>Coklat ratu pantai selatan</li>
    <li>Coklat ratu perak</li>
    <li>Koin manis</li>
    <li>dll.</li>
</ol>

<p>Setelah ditelaah ternyata perintahnya diterjemahkan sebagai berikut:</p>

<ol>
    <li>Ciki 3 taro 1 = bawa ciki 2</li>
    <li>Nasi piramida = Nasi bacang</li>
    <li>Permen<strong> jejak rasul = permen kaki</strong></li>
    <li>Minuman<strong> Munafik  =  ???</strong></li>
    <li>Minuman<strong> Gokil = Fruit Tea  ( </strong>sesuai dengan iklannya<strong>)
</strong></li>
    <li>Coklat <strong>ratu pantai selatan</strong> =Coklat merek <strong>Suzanna </strong>(pemeran Film &#8220;Nyi Roro Kidul&#8221;)</li>
    <li>Coklat ratu perak = Coklat Silver Queen</li>
    <li>Koin manis = Coklat Koin</li>
    <li>dll.</li>
</ol>

<p>Bagi para orang tua siswa atau bahkan guru-guru di SMP tersebut membawa barang-barang di atas tidak ada hal yang mengherankan atau kurang wajar, karena memang di sekolah tersebut kebiasaan Masa Orientasi Siswa (MOS) sudah turun-temurun berpuluh tahun lamanya berlangsung. Tapi bagi kami sangat tidak terbiasa meberikan makanan ringan  berupa ciki karena memang di sekolah sebelumnya makanan tersebut masuk dalam kategori banyak<strong> zat aditif yang membahayakan </strong>sehingga dilarang untuk dibawa kesekolah.</p>

<p>Belum lagi perkara mengasosiasikan  <strong>JEJAK RASUL </strong>dengan permen kaki berwana merah terang dengan bungkus plastik biru tua bergambar <em>clown</em> (badut bermata lebar) sangat membuat hati kami tidak tenang. Apa maksud dari analogi tersebut? apakah hanya untuk lucu-lucuan?? Bagi kami ini seperti permainan dengan penghinaan terhadap agama Islam dan semoga hal tersebut dilakukan karena semata-mata kebodohan dan kekhilafan bukan unsur kesengajaan yang hendak meremehkan Islam.</p>

<p>Anak kami yang ke dua pun menghadapi berbagai masalah saat hendak masuk ke sekolah yang kami &#8220;harapkan&#8221; setidaknya lebih baik dengan pertimbangan jarak yang dekat serta biaya yang lebih murah. Dengan embel-embel SD SN (standar nasional) sekolah tersebut pada awalnya menjadi pilihan kami. Akan tetapi usut punya usut ternyata banyak praktik yang tidak sesuai di lapangan. Selain itu pula mengenai <strong>beban pelajaran</strong> yang<strong> sangat tinggi</strong> yang harus dihadapi anak kami kelak yang baru saja masuk kelas satu SD membuat kami berfikir ulang dan akhirnya kami putuskan untuk menyekolahkannya di SAB. Betul sekali bila ada salah seorang orang tua siswa yang berkata: &#8220;SAB bukanlah sekolah yang sempurna, akan tetapi anak saya suka bersekolah di SAB dan itu lebih dari cukup.&#8221;</p>

<p>Di SAB memang saya tidak menemukan istilah perpeloncoan bagi siswa baru, penanaman nilai keagamaan juga cukup baik walaupun masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Semoga beberapa tahun ke depan SAB yang sedang berbenah diri semakin baik dan mendapat pengakuan dari pemerintah. Karena bagaimanapun SAB adalah sekolah yang tengah berupaya untuk mencetak lulusan yang cerdas dan berakhlaqul karimah.</p>

<p>Apalagi saat ini di Jawa Barat saja  banyak anak-anak usia sekolah yang<strong> tidak tertampung </strong>di sekolah negeri maupun swasta yang jumlahnya mencapai lebih dari<strong> 428.000</strong> 0rang (sumber berita: Koran PR. Rabu,14 Juli 2010).</p>

<p>Data tersebut sangat ironis bila mengingat pemerintah Indonesia yang sedang mencanangkan pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP tapi tidak mampu untuk mengakomodir pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Akankah nasib pendidikan gratis di Indonesia bagai &#8220;Jauh Panggang Dari Api?&#8221; alih-alih memajukan pendidikan dan mencetak anak-anak bangsa yang bermartabat yang tercipta malah daftar panjang pengangguran.</p>

<p>Duhai negeriku &#8230;&#8230;. Begitu sulit engkau bangkit.</p>

<p>Duhai anakku&#8230;&#8230;. Begitu terjal jalan yang kan kau lalui, demi sebuah harga diri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/07/sulitnya-mendapatkan-sekolah-yang-baik-bagi-perkembangan-jiwa-dan-akhlak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolahnya Manusia</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/05/sekolahnya-manusia/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/05/sekolahnya-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 17:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan yang sungguh menarik yang seharusnya dapat disimak oleh kalangan pendidik, orang tua dan seluruh komponen masyarakat yang masih peduli dengan pendidikan di Indonesia. Bacaan lengkapnya dapat di lihat di link berikut: http://munifchatib.wordpress.com/2009/10/24/surat-untuk-menteri-pendidikan-indonesia/ Ditulis oleh Bapak Munif Chatib mengenai sekolahnya manusianya dan apa saja yang seharusnya ada dan terjadi atau berlangsung dalam mendidik manusia. Berikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_203" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG027-5.jpg"><img class="size-medium wp-image-203" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG027-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Belajar di alam terbuka</p></div>

<p>Bacaan yang sungguh menarik yang seharusnya dapat disimak oleh kalangan pendidik, orang tua dan seluruh komponen masyarakat yang masih peduli dengan pendidikan di Indonesia.</p>

<p>Bacaan lengkapnya dapat di lihat di link berikut:</p>

<p><a href="http://munifchatib.wordpress.com/2009/10/24/surat-untuk-menteri-pendidikan-indonesia/">http://munifchatib.wordpress.com/2009/10/24/surat-untuk-menteri-pendidikan-indonesia/</a></p>

<p>Ditulis oleh Bapak Munif Chatib mengenai sekolahnya manusianya dan apa saja yang seharusnya ada dan terjadi atau berlangsung dalam mendidik manusia. Berikut ini adalah hasil copy-paste tulisan Pak Munif.</p>

<p><strong>SURAT UNTUK MENTERI PENDIDIKAN  INDONESIA </strong></p>

<p><strong>MENYELENGGARAKAN SEKOLAH MANUSIA</strong></p>

<p>Oleh: Munif Chatib</p>

<p><img src="http://munifchatib.files.wordpress.com/2009/10/munif.jpg?w=113&amp;h=170" alt="Munif" width="113" height="170" />KEBERHASILAN pendidikan Indonesia  secara makro sangat ditentukan oleh jutaan institusi mikro yang bernama  sekolah. Rangkaian jutaan sekolah itulah yang akan menentukan bangunan  kualitas pendidikan di negara tercinta ini. Singkatnya, apabila mikro  sekolah tersebut unggul, dapat dipastikan kualitas pendidikan, bahkan  sumber daya manusia, akan terdongkrak menjadi unggul pula.</p>

<p>Menurut penulis, akan lebih baik apabila  istilah ”sekolah unggul” diubah menjadi ”sekolah manusia”. Maklumlah,  kriteria unggul akan melahirkan banyak versi. Namun, istilah ”manusia”  tentu semua orang sepakat. Segala sisi hakikat manusia harus terwakili  dalam proses pendidikan manusia itu sendiri.</p>

<p>Indikator  sekolah manusia adalah:</p>

<p><em><strong>Character Building</strong></em></p>

<p>Manusia hakikatnya terdiri atas dua  dimensi. Dimensi jasmani dan rohani. Dua dimensi itu selayaknya harus  tersentuh proses pembelajaran dalam hidup manusia. Apabila porsi  pendidikan terhadap dua dimensi tersebut tidak seimbang, terutama minim  pada dimensi rohani, akan terjadi ”bencana akhlak”. Tidak ada lagi  makhluk yang bernama kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, saling  menghargai, dan lain-lain.</p>

<p>Character building (CB) adalah bidang  studi yang memenuhi kebutuhan rohani setiap manusia. Namun, sedikit  sekali sekolah yang menerapkan CB sebagai bidang studi. Yang ada, materi  akhlak menjadi satu dengan materi akidah dalam bidang studi agama.</p>

<p><em><strong>Agent of Change</strong></em></p>

<p>Sekolah mestinya menjadi agen perubahan.  Roh ini sepertinya sudah luntur. Bahkan, sudah merasuk ke paradigma  masyarakat bahwa sekolah unggul adalah sekolah yang isinya adalah  siswa-siswa yang pandai dan baik-baik. Sekolah ”jeblok” adalah sekolah  yang isinya adalah siswa-siswa bodoh dan nakal-nakal atau anak buangan.</p>

<p>Sekolah yang favorit atau unggul  cenderung tidak menerima siswa-siswa yang bermasalah. Mereka lebih suka  berendam pada ”zona nyaman” yaitu the best input. Pada saat penulis  menerapkan sistem penerimaan siswa baru di sebuah sekolah tanpa tes  masuk, namun tergantung pada jumlah kursi yang tersedia, kepala  sekolahnya dengan tidak yakin bertanya, ”Bagaimana nanti kalau kita  dapat murid bodoh-bodoh dan nakal-nakal.”</p>

<p>Penulis menjawab, ”Bukan mestinya sebuah  sekolah dibangun untuk memintarkan anak yang bodoh dan membaikkan anak  yang nakal? Harus jadi agent of change!” Dengan menerapkan Multiple  Intelligence Research kepada setiap siswa pada setiap tahun, ternyata  tidak ada siswa yang bodoh. Setiap siswa mempunyai kecenderungan  kecerdasan dan gaya belajar yang beragam dan harus dihargai.</p>

<p><em><strong>The Best Process</strong></em></p>

<p>Konsekuensi agent of change adalah  proses pembelajaran yang terjadi di sekolah itu harus terbaik.  Pembelajaran yang masuk memori jangka panjang siswanya dan tidak akan  lupa seumur hidup. Namun, kenyataannya, yang banyak adalah begitu guru  menyelesaikan jam pelajaran, maka hilang juga ilmu yang diajarkan.</p>

<p>Proses pembelajaran harus mengandung  kekuatan emosi positif. Mulai proses awal pembelajaran sampai akhir  benar-benar menyentuh perasaan siswa.</p>

<p><em><strong>The Best Teacher</strong></em></p>

<p>Konsekuensi the best process adalah the  best teacher. Kali ini kualitas guru yang dipertanyakan. Beberapa survei  menunjukkan kualitas guru di Indonesia masih belum dikatakan baik.</p>

<p>Guru yang baik berperan sebagai  fasilitator. Konsep ini sudah lama didengungkan dan dipraktikkan, namun  hanya ”awalnya” yang ”hangat”. Setelah itu, kembali kepada paradigma  lama, yaitu 80 persen waktu pembelajaran didominasi guru. Seharusnya,  persentase proses siswa belajar harus lebih besar daripada persentase  proses guru mengajar.</p>

<p>Guru yang baik berperan sebagai  katalisator, yaitu terus berusaha memantik kemampuan siswa, termasuk  bakatnya. Terutama kepada para siswa yang ”lamban” dalam menerima dan  memahami informasi. Bukan malah memihak kepada siswa yang ”pandai” saja.</p>

<p>Guru yang baik selalu berusaha  menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya belajar siswanya. Apabila  proses teaching sytle dan learning style sesuai, akan muncul kondisi  sebenarnya tidak ada pelajaran yang sulit dan semua siswa mampu menerima  informasi dari guru.</p>

<p><em><strong>Applied Learning</strong></em></p>

<p>Konten pembelajaran mulai jenjang  sekolah dasar sampai seterusnya seharusnya dapat diaplikasikan dalam  kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran jangan sampai dijadikan  ”terpisah”, tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Minimal,  peserta didik memahami manfaat materi pembelajaran.</p>

<p>Yang banyak terjadi, banyak siswa tidak  mamahami untuk apa sebuah materi diajarkan oleh guru. Dalam sebuah  seminar guru yang dihadiri hampir 700 guru TK sampai SMA, penulis  bertanya tentang materi ”pohon faktor”, hampir semua guru dapat menjawab  semua soal, namun ketika ditanya untuk apa ”pohon faktor” itu, sebagian  besar mereka tidak tahu.</p>

<p><em><strong>Manajemen Sekolah</strong></em></p>

<p>Dalam sebuah pelatihan manajemen sekolah  yang khusus diikuti ratusan penyelenggara atau pemilik sekolah swasta  seluruh Indonesia pada 2007, dapat disimpulkan betapa kurangnya  pemahaman mereka terhadap manajemen sekolah yang baik. Padahal,  manajemen sekolah adalah manajemen pemberdayaan sumber manusia tingkat  tinggi, sangat kompleks, dan dibutuhkan orang-orang yang profesional  untuk mengelolanya.</p>

<p>Penulis sering menganalogikan manajemen  sekolah itu seperti seekor burung merpati putih yang mempunyai dua sayap  dan terbang ke sebuah tujuan sangkar kehidupan yang mulia. Sayap  pertama adalah context system, yaitu penyelenggara pendidikan, dan sayap  kedua adalah content system, yaitu kepala sekolah dan guru.</p>

<p>Mana mungkin merpati itu akan terbang  sampai tujuan apabila salah satu sayapnya patah dan tidak dapat bekerja  sama. Namun, alangkah cantiknya kalau kepakan sayapnya harmonis. Insya  Allah sekolah tersebut akan menjadi the best school dan membawa semua  siswanya ke sebuah tujuan yang menjadikan lulusannya manusia yang  mempunyai benefiditas dalam hidupnya. (*)</p>

<p>*). Munif Chatib, konsultan  pendidikan, penulis buku Sekolahnya Manusia</p>

<p>Jawa Pos, 22 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/05/sekolahnya-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNTUK BUMI</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 04:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Aksi simpatik &#8216;Selamatkan Bumi&#8217; . Siswa-siswa dari Sekolah Alam Bandung (SAB) melakukan aksi simpatik dengan menyusuri Sungai Cikapundung, Kamis (22/4/2010). Aksi susur sungai Cikapundung untuk  membuang sampah sepanjang perjalanan mereka. Aksi ini dimulai dengan menanam pohon di lokasi sekolah alam dan di akhiri dengan kampanye hari bumi dengan membagikan selebaran untuk menjaga bumi dari kerusakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aksi simpatik &#8216;Selamatkan Bumi&#8217; . Siswa-siswa dari Sekolah Alam Bandung (SAB) melakukan aksi simpatik dengan menyusuri Sungai Cikapundung, Kamis (22/4/2010). Aksi susur sungai Cikapundung untuk  membuang sampah sepanjang perjalanan mereka. Aksi ini dimulai dengan menanam pohon di lokasi sekolah alam dan di akhiri dengan kampanye hari bumi dengan membagikan selebaran untuk menjaga bumi dari kerusakan, pemanasan global dan pencemaran lingkungan.</p>


<a href='http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/sab02/' title='SAB02'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/SAB02-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="SAB02" title="SAB02" /></a>
<a href='http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/sab-insert/' title='sab-insert'><img width="150" height="150" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/sab-insert-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="sab-insert" title="sab-insert" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/04/untuk-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Turun Gunung, Tak sekedar Outbound</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/04/turun-gunung-tak-sekedar-outbound/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/04/turun-gunung-tak-sekedar-outbound/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 11:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[  Turun Gunung ke sungai di Hulu. Dari Sekolah Alam Bandung menuju Sekolah Alam Bengkulu. Pada tanggal 8 &#8211; 11 April 2010 Sekolah Alam Bandung mengirimkan guru terbaik dalam bidang Outbound untuk membantu Sekolah Alam Bengkulu menset up kurikulum Outbound. Outbound bukan sekedar flying fox atau menyeberangi jembatan tali. Lebih dari itu Outbound di Sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>

<p><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/CIMG0053aaa.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-184" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/CIMG0053aaa-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Turun Gunung ke sungai di Hulu. Dari Sekolah Alam Bandung menuju Sekolah Alam Bengkulu.</p>

<p>Pada tanggal 8 &#8211; 11 April 2010 Sekolah Alam Bandung mengirimkan guru terbaik dalam bidang Outbound untuk membantu Sekolah Alam Bengkulu menset up kurikulum Outbound. Outbound bukan sekedar flying fox atau menyeberangi jembatan tali. Lebih dari itu Outbound di Sekolah Alam membawa misi membangun karakter tangguh, mandiri, dan bekerja sama dan prinsip-prinsip manajemen lainnya untuk mengelola Alam Semesta secara harmonis menuntaskan misi di dunia sebagai Rahmat Lil &#8216;alamin. Inilah Outbound Sekolah Alam Bandung.<span id="more-182"></span></p>

<p>Bismillahirrohmaanirrohim</p>

<p>Dalil-dalil yang digunakan dalam penyusunan kurikulum Outboundward Sekolah Alam Bandung :</p>

<ol>
<li>Dan (ingatlah) ketika Luqman (al-Hakim) berkata kepada anaknya, saat ia memberi pelajaran kepadanya: “Janganlah kau sekutukan Allah, sesungguhnya syirik kepada Allah adalah kezaliman yang besar”. (QS.31:13).</li>
</ol>

<p>2 .Janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali….(QS.16:92)</p>

<ol>
<li>Kisah pembinaan Musa as oleh Khidr dalam Al-Kahfi (QS.18: 60-82).</li>
</ol>

<p>Hadits Rosululloh SAW :</p>

<ol>
<li><p>Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitroh seperti kertas putih tanpa tulisan, org tuanyalah yg menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.</p></li>
<li><p>Jika anakmu telah berumur dua tahun sapihlah dia (ajarkan mandiri)</p></li>
<li><p>Pisahkanlah kamar anak laki-laki dan perempuan</p></li>
<li><p>Rasullulloh SAW menegur seorang ibu yang menarik dengan kasar anaknya yang pipis dipangkuan Rasul SAW</p></li>
<li><p>Ajari anak-anakmu tiga hal : Berkuda-memanah/melontar-berenang.</p></li>
<li><p>Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.</p></li>
<li><p>Ketika Rasullulloh SAW sedang sujud dalam sholatnya salah seorang cucunya menaiki kepalanya sehingga beliau memperlama sujudnya sampai cucunyanya turun dari nya</p></li>
<li><p>Ajarilah anakmu sholat pada umur 7 tahun, dan jika pada umur 10 tahun belum mau sholat pukullah dia.</p></li>
<li><p>Berkata ibnu mubarok : keimanan sesorang itu seperti burung yang terbang dengan dua sayap harapan dan takut kepada alloh SWT dan diarahkan oleh kepalanya yang merupakan kecintaan kepada-NYA.</p></li>
</ol>

<p>Ilmu pendidikan Modern</p>

<p>Taxonomi Bloom</p>

<p>Bloom (1956) merumuskan tingkatan kondisi seseorang dalam menerima suatu pelajaran yang didasarkan pada kompleksitas proses berpikir :</p>

<p>1 Knowledge : pada level ini sisiwa hanya mengingat peristiwa yang erjadi dan menceritakan apa-apa yang terjadi hanya sebagai fakta. (mendapat persepsi)</p>

<p>2 Comperehension : siswa menginterpretasikan apa yang terjadi.</p>

<p>3 Application : siswa melakukan penerapan secara sederhana apa-apa yang dipelajarinya.</p>

<p>4 Analysis : siswa memecah-mecah hal-hal yang dialami dalam berbagai komponen dalam melihat keterkaitan satu dengan yang lainnya.</p>

<p>5 Synthesis : siswa menggabungka persepsi-persepsi yang ada dikepalanya untuk memecahkan masalah yang dihadapi.</p>

<p>6 Evaluation : siswa mengevaluasi manfaat persepsi yang didapatnya dalam memecahkan masalah.</p>

<p>MATERI</p>

<p>Grade F: Fun game :</p>

<p>Teaching point materi2 ini adalah mengenalkan siswa dengan program outbound</p>

<p>Sedapat mungkin dihindari bentuk pos yang bisa membuat siswa takut/trauma</p>

<p>Diutamakan agar siswa senang mengikuti prog OB dimasa mendatang</p>

<p>Grade E: Exciting game</p>

<p>Siswa dikenalkan dengan materi-materi yang lebih menantang, memerlukan pengamanan extra</p>

<p>Grade D : Dare Game</p>

<p>Materi-materi adventure oudbound</p>

<p>Tahap akhir sebelum diperkenalkan kepada grade yang mengharuskan siswa menggunakan segenap kemampuan pikiran, perasaan dan kekuatan fisiknya</p>

<p>Grade C : Cheer up Game</p>

<p>Siswa menyenangi program-program yang telah di jalankan, mereka telah dapat menggunakan nalarnya</p>

<p>Grade B : Brotherhood game</p>

<p>Bentuk game yang mengarah kepada melatih kekompakan dengan pihak lain, empati.</p>

<p>Grade A : Activist Game</p>

<p>Team building</p>

<p>Siswa Melihat bahwa individu lain sebagai bagian dari sukses dirinya.</p>

<p>Siswa mampu memotivasi pihak lain agar sama-sama saling bekerjasama untuk meraih sukses</p>

<p>I. Intrapersonal skill</p>

<p>Bentuk materi OB yang bertujuan untuk menumbuhkan skill individu, dengan sasaran melatih akal, pikiran dan kekuatan fisiknya</p>

<p>II. Interpersonal skill</p>

<p>Menumbuhkan kerjasama dengan pihak lain</p>

<p>III. Extrapersonal Skill</p>

<p>Melatih team building, yang menuntut perencanaan yang matang</p>

<p>Black : Active</p>

<p>Red : Pasive</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/04/turun-gunung-tak-sekedar-outbound/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekspedisi Budaya</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/04/ekspedisi-budaya/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/04/ekspedisi-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 05:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Pada Bulan Maret 2010 kelas 4 mengadakan field trip ke Kota Yogyakarta. Eskpedisi Tour de Java pertama untuk mengeksplorasi kekayaan budaya. Naik kereta, malioboro, masuem kolong tangga, kerajinan batik karebet , borobudir dan tentunya menu wajib ke Jogja naik becak dan dokar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/borobudur.jpg"><img src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/04/borobudur-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" class="aligncenter size-medium wp-image-177" /></a>
Pada Bulan Maret 2010 kelas 4 mengadakan field trip ke Kota Yogyakarta. Eskpedisi Tour de Java pertama untuk mengeksplorasi kekayaan budaya. Naik kereta, malioboro, masuem kolong tangga, kerajinan batik karebet , borobudir dan tentunya menu wajib ke Jogja naik becak dan dokar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/04/ekspedisi-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Akrab dengan Lendo Novo</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/01/lebih-akrab-dengan-lendo-novo/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/01/lebih-akrab-dengan-lendo-novo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 03:56:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal sekolah alam tak lengkap rasanya tanpa mengenal para tokohnya. Para tokoh itu bisa banyak pihak – mereka adalah siswa, guru, orang tua, dan orang-orang yang tak dikenal namun memberi kontribusi besar bagi sejarah perjalanan sekolah alam. Lendo Novo sang penggagas sekolah alam selayaknya menjadi tokoh pertama yang akan kita kenal. Dari Lendo pertama kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal sekolah alam tak lengkap rasanya tanpa mengenal para tokohnya. Para tokoh itu bisa banyak pihak – mereka adalah siswa, guru, orang tua, dan orang-orang yang tak dikenal namun memberi kontribusi besar bagi sejarah perjalanan sekolah alam. Lendo Novo sang penggagas sekolah alam selayaknya menjadi tokoh pertama yang akan kita kenal. Dari Lendo pertama kali muncul ide sekolah alam yang memberi pencerahan dalam kusutnya pendidikan dengan konsep Sekolah Alam. Konsep ini bahkan bukan saja berimbas pada pendidikan namun kemudian menjadi berkembang dalam lingkup Lingkungan Hidup dan Enterpreneurships.<span id="more-167"></span></p>

<p>Mungkin selama ini Lendo Novo lebih dikenal sebagai mantan staf ahli Menteri Negara BUMN Sugiharto ketimbang sebagai “sang brilian penggagas sekolah alam”. Ia sempat dijuluki “orang yang paling ditakuti” oleh para direksi BUMN. Perannya dalam membersihkan BUMN dari para koruptor telah menyebarkan ketakutan di kalangan para pejabat BUMN yang merasa dirinya “kurang bersih.” Lendo seorang yang cerdas, idealis, baik, ramah, “eksentrik”, pantang menyerah, dan memiliki “seabrek” sifat baik lainnya – begitu kesan yang akan kita dapatkan jika sedang bersama beliau. Sosok visioner ini kini juga sedang menyiapkan Life Institute dan Maestro University, sekolah bisnis setingkat perguruan tinggi.</p>

<p>Ir. Lendo Novo, alumni Teknik Peminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), angkatan 1983. “Bang Lendo,” demikian sering dipanggil orang, pernah mengajar di ITB sebagai dosen Teknik Perminyakan pada tahun 1988 sampai 1989, dan mengikuti kuliah pasca sarjana di Resource Energy Management, Geofisika Terapan ITB, pada tahun 1989.</p>

<p>Sewaktu kecil ia sering dihukum guru karena terlalu banyak bertanya. Dia mengaku bahwa duduk diam di kelas adalah siksaan, sehingga dari usia belia ia bercita-cita membuat suatu sekolah yang muridnya kelak dapat menikmati saat-saat belajar mereka.</p>

<p>Cita-cita dan idenya terus bermunculan saat berada di balik jeruji besi. Dipenjara tujuh bulan pada masa Orde Baru mematangkan gagasan sekolah alam. Dia pun bermimpi mendirikan sekolah yang tak hanya mendidik orang pintar dan bergelar tinggi, namun juga berbudi luhur dan berguna bagi bangsa dan agama. Lendo dipenjara dengan tudingan sebagai tokoh mahasiswa penggerak unjuk rasa saat kunjungan Menteri Dalam Negeri (alm.) Rudini di Institut Teknologi Bandung.</p>

<p>Tidak lama setelah keluar dari penjara, cita-citanya terwujud dengan pendirian TK Salman di Bukit Awi Legar, Bandung, yang bertempat di salah satu rumah milik penduduk. Berbasis alam dan tidak ada pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. “Ini cikal bakal TK Islam terpadu,” katanya. TK itu dinamai demikian, karena diinspirasi nama Masjid Salman, masjid kampus ITB, tempat Lendo menempuh pendidikan S1 dan S2.</p>

<p>Beberapa pihak, termasuk Ibu Sudharmono, istri wakil presiden kala itu menganggap Lendo tidak mengerti konsep pendidikan dengan alasan ia tidak berlatar belakang pendidikan guru. Namun Lendo pantang mundur. Kecaman itu tidak ditanggapinya serius, ia justru mengundang mereka yang mengkritiknya untuk melihat secara langsung proses pembelajaran di sekolahnya tsb. “Kalau anak TK harus duduk diam dan melipat tangannya selama belajar, mungkin waktu sepuluh menit bagi mereka sangat lama, tapi kalau kegiatan belajar mereka menyenangkan, mereka akan menikmati belajar itu walau berjam-jam,” ujar ayah dari Bariah, Khalid, Hamzah, Dhia, dan Omar ini penuh keyakinan.</p>

<p>Mulai tahun 1992 itu pula, Lendo terus menggodok konsep sekolah yang diimpikannya, hingga lima tahun kemudian, tahun 1997, muncullah kesempatan membuka sekolah alamnya yang pertama, yakni Sekolah Alam Ciganjur, di Jakarta Selatan.</p>

<p>Di sekolah alam ini dikembangkan suatu sistem pendidikan tempat siswa dari umur pra-sekolah belajar berinteraksi langsung dengan alam sebagai media belajar mereka setiap harinya. Mereka belajar mengamati, bertanya, mengumpulkan data, membuat hipotesis, dan menguji hipotesis mereka. Dengan cara belajar yang aktif dan kreatif ini, anak-anak belajar mandiri dan menjadi akrab dengan lingkungannya.</p>

<p>Lewat sekolah alam, Lendo dianugerahi Ashoka Award pada tahun 2003 oleh sebuah lembaga humanitas international yang berpusat di Amerika Serikat. Anugerah ini merupakan pengakuan dan penghargaan atas kegiatan Lendo Novo di bidang wirausaha sosial dengan gagasan baru, keahlian, dan visi implementasi pembaruan sosial yang luas di bidang kepedulian sosial. Pada tahun 2009, Lendo mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas jasanya dalam mengembangkan konsep baru pendidikan yang berwawasan lingkungan. Penghargaan tertinggi karena keberpihakannya terhadap penyelamatan masa depan lingkungan melalui pendidikan.</p>

<p>Secara khusus Lendo berharap sekolah alam memberi sumbangan bagi pendidikan di Indonesia. Bahkan Lendo mengatakan, sekolah alam tidak hanya disumbangkan bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, dan diharapkan dapat mengatasi persoalan pemanasan global. Karena dari sekolah alam akan banyak duta lingkungan yang lahir dari sekolah, yang dapat memperjuangkan kelestarian alam Indonesia. “Kalau dari kecil anak sudah terbiasa hidup di alam hijau dan ditanamkan semangat mencintai lingkungan, maka begitu besar ia tidak akan melakukan penebangan pohon,” demikian keyakinannya.</p>

<p>Kini setelah 20 tahun berselang, banyak masyarakat yang mengembangkan model sekolah alam. Di penjuru Nusantara hingga kini telah ada puluhan buah sekolah alam. Lendo berharap sekolah alam kelak ada di semua provinsi di Indonesia, sehingga bisa menjadi contoh positif dan dapat mempengaruhi pendidikan.</p>

<p><em> </em><em>Ditulis dari, oleh salah satu muridnya: Eko Kurnianto W berbagai sumber dan pergaulan bersama beliau</em></p>

<p><em> </em><em>Saya berkenalan dengan Bang Lendo pada tahun 1999, pada masa reformasi terjadi. Di sela jeda demo masif kala itu, Bang Lendo berhasil memikat dan meyakinkan saya untuk keluar dari Lab Aerodinamika PPAU IR ITB dan bersamanya mewujudkan cita-cita luhurnya di sekolah alam.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/01/lebih-akrab-dengan-lendo-novo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

