<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Alam Bandung &#187; Berita dan Informasi</title>
	<atom:link href="http://sekolahalambandung.com/category/berita-dan-informasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahalambandung.com</link>
	<description>Sekolah Terindah dalam Hidupku</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Apr 2012 07:30:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Salingsapa.com antara Dukungan dan Kontroversi</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2011/08/salingsapa-com-antara-dukungan-dan-kontroversi/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2011/08/salingsapa-com-antara-dukungan-dan-kontroversi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 05:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Siapa komunitas di sekolah alam yang tak kenal salingsapa.com?  Jawabannya besar kemungkinan hampir tak ada. Setidaknya untuk siswa yang sudah belajar komputer dan menggunakan internet mengenal bahwa itu merupakan jejaring sosial yang di&#8221;olah&#8221; oleh seorang siswa SMP Sekolah Alam Bandung bernama Muhammad Yahya. Tulisan ini terinspirasi saat saya coba cari situs salingsapa.com di google dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa komunitas di sekolah alam yang tak kenal salingsapa.com?  Jawabannya besar kemungkinan hampir tak ada. Setidaknya untuk siswa yang sudah belajar komputer dan menggunakan internet mengenal bahwa itu merupakan jejaring sosial yang di&#8221;olah&#8221; oleh seorang siswa SMP Sekolah Alam Bandung bernama Muhammad Yahya.</p>

<p>Tulisan ini terinspirasi saat saya coba cari situs salingsapa.com di google dan sekitar 1,370,000 hasil pencarian dalam 0.13 detik dan hasilnya cukup menarik, situs salingsapa.com memang banyak digemari terutama oleh anak-anak remaja.</p>

<p>Banyak tulisan menarik seputar karya anak SMP ini di internet, di bawah ini beberapa link diantaranya:</p>

<p><a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=5&amp;ved=0CDcQFjAE&amp;url=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2011%2F02%2F08%2Fmuhammad-yahya-harlan-siswa-smp-pembuat-situs-ala-facebook-saling-sapa%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNHCRjioXUMEz0Xx6SBobpRsDnJTtA&amp;cad=rja">http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=5&amp;ved=0CDcQFjAE&amp;url=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2011%2F02%2F08%2Fmuhammad-yahya-harlan-siswa-smp-pembuat-situs-ala-facebook-saling-sapa%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNHCRjioXUMEz0Xx6SBobpRsDnJTtA&amp;cad=rja</a></p>

<p><a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=11&amp;ved=0CFsQFjAK&amp;url=http%3A%2F%2Fhminews.com%2Fnews%2Fpendiri-saling-sapa-siswa-smp-beri-kuliah-umum-di-itb%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNGE1bgnTrHQO1vz5Ur8yvWit92xIQ&amp;cad=rja">http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=11&amp;ved=0CFsQFjAK&amp;url=http%3A%2F%2Fhminews.com%2Fnews%2Fpendiri-saling-sapa-siswa-smp-beri-kuliah-umum-di-itb%2F&amp;rct=j&amp;q=saling%20sapa&amp;ei=GF9YTrTpG8rnrAeFj8nCCg&amp;usg=AFQjCNGE1bgnTrHQO1vz5Ur8yvWit92xIQ&amp;cad=rja</a></p>

<p>http://www.witular.com/2011/02/salingsapacom-sarana-silaturahmi.html</p>

<p>Banyak dukungan dan anggapan positif yang diberikan akan tetapi ada juga pandangan yang berkesan meremehkan bahkan tuduhan penjiplakan (plagiator), dan ketidakpercayaan bahwa yang membuat situs tersebut adalah murni Yahya seorang. Belum lagi banyak yang kesulitan dalam mendaftar serta beberapa komentar yang menyatakan lebih sulit pengaturannya dan lain sebagainya.</p>

<p>Saya pribadi memang belum banyak mendalami salingsapa.com apalagi saya baru saja  mengaktifkan kembali akun facebook setelah lebih dari setahun absen karena berbagai pertimbangan. Dan saat ini saya selaku orang tua yang punya anak remaja yang dulunya satu kelas dengan Yahya (mungkin) hanya bisa mengijinkan anak saya untuk masuk situs <strong>salingsapa</strong> bukan <strong>facebook </strong>karena usianya belum genap 13 tahun serta pertimbangan sisi positif lebih sedikit dari sisi negatifnya (banyak terjadi hal buruk yang menimpa anak-anak remaja akibat facebook).</p>

<p>Ketinggalan zaman! kuno!over protektif! dan sederet anggapan buruk bisa saja mampir jika saya saat ini belum mengijinkan anak saya membuat akun facebook karena banyak sekali teman-temannya dan anak-anak lain dengan memanipulasi usia yang sudah masuk Facebook, tapi bagaimanapun saya tetap berpendapat untuk memberikan anak mendapatkan &#8220;kematangan sosial&#8221; terlebih dulu sebelum masuk jejaring sosial di dunia maya.</p>

<p>Salingsapa.com mungkin saja bisa jadi jalan keluar bagi anak-anak  usia 6 tahun ke atas yang ingin berkomunikasi lewat dunia maya karena mudah-mudahan lebih aman dan islami, itupun dengan catatan pengawasan ketat dari orang tua tetap diupayakan.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2011/08/salingsapa-com-antara-dukungan-dan-kontroversi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALAMAT SAB</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2011/06/alamat-sab/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2011/06/alamat-sab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 02:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[FOSI]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan SAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Terkait perubahan Rt/Rw dan nama jalan alamat terbaru SAB adalah sbb: Jl. Dago Pojok Tanggulan Cikalapa II no 3 Rt 9 Rw 3 Kel Dago. Kec Coblong. Kota Bandung. Telp. 022 250 16 22 / 022 69793737 Atau bisa juga : Jl. Bukit Dago Utara I depan no 24 Admin yg bisa dihub : Eko&#8221;bayashi&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkait perubahan Rt/Rw dan nama jalan  alamat terbaru SAB adalah sbb:</p>

<p>Jl. Dago Pojok Tanggulan Cikalapa II no 3 Rt 9 Rw 3
Kel Dago. Kec Coblong. Kota Bandung.
Telp. 022 250 16 22 / 022 69793737</p>

<p>Atau bisa juga : Jl. Bukit Dago Utara I depan no 24</p>

<p>Admin yg bisa dihub :
Eko&#8221;bayashi&#8221; Kurnianto W 
08157141395
ekokurnianto@sekolahalambandung.com</p>

<p>Peta :
<a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2011/06/peta-sab-JADI.jpg"><img src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2011/06/peta-sab-JADI-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-298" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2011/06/alamat-sab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sulitnya Mendapatkan Sekolah yang Baik Bagi Perkembangan Jiwa dan Akhlak Anak</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/07/sulitnya-mendapatkan-sekolah-yang-baik-bagi-perkembangan-jiwa-dan-akhlak-anak/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/07/sulitnya-mendapatkan-sekolah-yang-baik-bagi-perkembangan-jiwa-dan-akhlak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 17:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ajaran baru 2010/2011 sangat berat bagi saya sebagai orang tua yang harus memasukkan dua anak ke sekolah yang baru, ke dua sekolah yang berbeda jenjang sekaligus. Anak pertama masuk ke SMP dan anak ke dua ke SD. Banyak pertimbangan yang harus kami ambil untuk memutuskan dimana anak-anak akan bersekolah. Si sulung dengan berbagai pertimbangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG032-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-208" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG032-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>

<p>Tahun ajaran baru 2010/2011 sangat berat bagi saya sebagai orang tua yang harus memasukkan dua anak ke sekolah yang baru, ke dua sekolah yang berbeda jenjang sekaligus. Anak pertama masuk ke SMP dan anak ke dua ke SD. Banyak pertimbangan yang harus kami ambil untuk memutuskan dimana anak-anak akan bersekolah.</p>

<p>Si sulung dengan berbagai pertimbangan akhirnya diputuskan untuk disekolahkan ke SMP Negeri dan pada tanggal 7 Juli 2010 diterima di salah satu SMP Negeri di Bandung yang passing gradenya lebih dari 8. Kami sebagai orang tua berharap bahwa anak kami yang juga lulusan SD Sekolah Alam Bandung  (SAB) mendapat pendidikan di SMP Negeri tersebut setidak-tidaknya sama baiknya seperti di SAB.</p>

<p>Harapan tinggallah harapan, meskipun sekolah SMP tersebut jaraknya cukup dekat, tempatnya nyaman dan cukup luas serta bangunannya dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai, banyak hal yang menjadi sumber kekecewaan kami. Satu diantaranya pada saat pendaftaraan dimana seluruh siswa berkumpul dan diberi pengarahan untuk acara yang akan dilangsungkan pada hari Senin, 12 Juli 2010  (hari pertama masuk sekolah) siswa SMP tersebut diberi perintah untuk membawa barang sebagai berikut:</p>

<ol>
    <li>Ciki 3 taro 1</li>
    <li>Nasi piramida</li>
    <li>Permen<strong> jejak rasul</strong></li>
    <li>Minuman <strong>Munafik</strong></li>
    <li>Minuman<strong> Gokil
</strong></li>
    <li>Coklat ratu pantai selatan</li>
    <li>Coklat ratu perak</li>
    <li>Koin manis</li>
    <li>dll.</li>
</ol>

<p>Setelah ditelaah ternyata perintahnya diterjemahkan sebagai berikut:</p>

<ol>
    <li>Ciki 3 taro 1 = bawa ciki 2</li>
    <li>Nasi piramida = Nasi bacang</li>
    <li>Permen<strong> jejak rasul = permen kaki</strong></li>
    <li>Minuman<strong> Munafik  =  ???</strong></li>
    <li>Minuman<strong> Gokil = Fruit Tea  ( </strong>sesuai dengan iklannya<strong>)
</strong></li>
    <li>Coklat <strong>ratu pantai selatan</strong> =Coklat merek <strong>Suzanna </strong>(pemeran Film &#8220;Nyi Roro Kidul&#8221;)</li>
    <li>Coklat ratu perak = Coklat Silver Queen</li>
    <li>Koin manis = Coklat Koin</li>
    <li>dll.</li>
</ol>

<p>Bagi para orang tua siswa atau bahkan guru-guru di SMP tersebut membawa barang-barang di atas tidak ada hal yang mengherankan atau kurang wajar, karena memang di sekolah tersebut kebiasaan Masa Orientasi Siswa (MOS) sudah turun-temurun berpuluh tahun lamanya berlangsung. Tapi bagi kami sangat tidak terbiasa meberikan makanan ringan  berupa ciki karena memang di sekolah sebelumnya makanan tersebut masuk dalam kategori banyak<strong> zat aditif yang membahayakan </strong>sehingga dilarang untuk dibawa kesekolah.</p>

<p>Belum lagi perkara mengasosiasikan  <strong>JEJAK RASUL </strong>dengan permen kaki berwana merah terang dengan bungkus plastik biru tua bergambar <em>clown</em> (badut bermata lebar) sangat membuat hati kami tidak tenang. Apa maksud dari analogi tersebut? apakah hanya untuk lucu-lucuan?? Bagi kami ini seperti permainan dengan penghinaan terhadap agama Islam dan semoga hal tersebut dilakukan karena semata-mata kebodohan dan kekhilafan bukan unsur kesengajaan yang hendak meremehkan Islam.</p>

<p>Anak kami yang ke dua pun menghadapi berbagai masalah saat hendak masuk ke sekolah yang kami &#8220;harapkan&#8221; setidaknya lebih baik dengan pertimbangan jarak yang dekat serta biaya yang lebih murah. Dengan embel-embel SD SN (standar nasional) sekolah tersebut pada awalnya menjadi pilihan kami. Akan tetapi usut punya usut ternyata banyak praktik yang tidak sesuai di lapangan. Selain itu pula mengenai <strong>beban pelajaran</strong> yang<strong> sangat tinggi</strong> yang harus dihadapi anak kami kelak yang baru saja masuk kelas satu SD membuat kami berfikir ulang dan akhirnya kami putuskan untuk menyekolahkannya di SAB. Betul sekali bila ada salah seorang orang tua siswa yang berkata: &#8220;SAB bukanlah sekolah yang sempurna, akan tetapi anak saya suka bersekolah di SAB dan itu lebih dari cukup.&#8221;</p>

<p>Di SAB memang saya tidak menemukan istilah perpeloncoan bagi siswa baru, penanaman nilai keagamaan juga cukup baik walaupun masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Semoga beberapa tahun ke depan SAB yang sedang berbenah diri semakin baik dan mendapat pengakuan dari pemerintah. Karena bagaimanapun SAB adalah sekolah yang tengah berupaya untuk mencetak lulusan yang cerdas dan berakhlaqul karimah.</p>

<p>Apalagi saat ini di Jawa Barat saja  banyak anak-anak usia sekolah yang<strong> tidak tertampung </strong>di sekolah negeri maupun swasta yang jumlahnya mencapai lebih dari<strong> 428.000</strong> 0rang (sumber berita: Koran PR. Rabu,14 Juli 2010).</p>

<p>Data tersebut sangat ironis bila mengingat pemerintah Indonesia yang sedang mencanangkan pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP tapi tidak mampu untuk mengakomodir pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Akankah nasib pendidikan gratis di Indonesia bagai &#8220;Jauh Panggang Dari Api?&#8221; alih-alih memajukan pendidikan dan mencetak anak-anak bangsa yang bermartabat yang tercipta malah daftar panjang pengangguran.</p>

<p>Duhai negeriku &#8230;&#8230;. Begitu sulit engkau bangkit.</p>

<p>Duhai anakku&#8230;&#8230;. Begitu terjal jalan yang kan kau lalui, demi sebuah harga diri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/07/sulitnya-mendapatkan-sekolah-yang-baik-bagi-perkembangan-jiwa-dan-akhlak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolahnya Manusia</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/05/sekolahnya-manusia/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/05/sekolahnya-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 17:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan yang sungguh menarik yang seharusnya dapat disimak oleh kalangan pendidik, orang tua dan seluruh komponen masyarakat yang masih peduli dengan pendidikan di Indonesia. Bacaan lengkapnya dapat di lihat di link berikut: http://munifchatib.wordpress.com/2009/10/24/surat-untuk-menteri-pendidikan-indonesia/ Ditulis oleh Bapak Munif Chatib mengenai sekolahnya manusianya dan apa saja yang seharusnya ada dan terjadi atau berlangsung dalam mendidik manusia. Berikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_203" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG027-5.jpg"><img class="size-medium wp-image-203" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG027-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Belajar di alam terbuka</p></div>

<p>Bacaan yang sungguh menarik yang seharusnya dapat disimak oleh kalangan pendidik, orang tua dan seluruh komponen masyarakat yang masih peduli dengan pendidikan di Indonesia.</p>

<p>Bacaan lengkapnya dapat di lihat di link berikut:</p>

<p><a href="http://munifchatib.wordpress.com/2009/10/24/surat-untuk-menteri-pendidikan-indonesia/">http://munifchatib.wordpress.com/2009/10/24/surat-untuk-menteri-pendidikan-indonesia/</a></p>

<p>Ditulis oleh Bapak Munif Chatib mengenai sekolahnya manusianya dan apa saja yang seharusnya ada dan terjadi atau berlangsung dalam mendidik manusia. Berikut ini adalah hasil copy-paste tulisan Pak Munif.</p>

<p><strong>SURAT UNTUK MENTERI PENDIDIKAN  INDONESIA </strong></p>

<p><strong>MENYELENGGARAKAN SEKOLAH MANUSIA</strong></p>

<p>Oleh: Munif Chatib</p>

<p><img src="http://munifchatib.files.wordpress.com/2009/10/munif.jpg?w=113&amp;h=170" alt="Munif" width="113" height="170" />KEBERHASILAN pendidikan Indonesia  secara makro sangat ditentukan oleh jutaan institusi mikro yang bernama  sekolah. Rangkaian jutaan sekolah itulah yang akan menentukan bangunan  kualitas pendidikan di negara tercinta ini. Singkatnya, apabila mikro  sekolah tersebut unggul, dapat dipastikan kualitas pendidikan, bahkan  sumber daya manusia, akan terdongkrak menjadi unggul pula.</p>

<p>Menurut penulis, akan lebih baik apabila  istilah ”sekolah unggul” diubah menjadi ”sekolah manusia”. Maklumlah,  kriteria unggul akan melahirkan banyak versi. Namun, istilah ”manusia”  tentu semua orang sepakat. Segala sisi hakikat manusia harus terwakili  dalam proses pendidikan manusia itu sendiri.</p>

<p>Indikator  sekolah manusia adalah:</p>

<p><em><strong>Character Building</strong></em></p>

<p>Manusia hakikatnya terdiri atas dua  dimensi. Dimensi jasmani dan rohani. Dua dimensi itu selayaknya harus  tersentuh proses pembelajaran dalam hidup manusia. Apabila porsi  pendidikan terhadap dua dimensi tersebut tidak seimbang, terutama minim  pada dimensi rohani, akan terjadi ”bencana akhlak”. Tidak ada lagi  makhluk yang bernama kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, saling  menghargai, dan lain-lain.</p>

<p>Character building (CB) adalah bidang  studi yang memenuhi kebutuhan rohani setiap manusia. Namun, sedikit  sekali sekolah yang menerapkan CB sebagai bidang studi. Yang ada, materi  akhlak menjadi satu dengan materi akidah dalam bidang studi agama.</p>

<p><em><strong>Agent of Change</strong></em></p>

<p>Sekolah mestinya menjadi agen perubahan.  Roh ini sepertinya sudah luntur. Bahkan, sudah merasuk ke paradigma  masyarakat bahwa sekolah unggul adalah sekolah yang isinya adalah  siswa-siswa yang pandai dan baik-baik. Sekolah ”jeblok” adalah sekolah  yang isinya adalah siswa-siswa bodoh dan nakal-nakal atau anak buangan.</p>

<p>Sekolah yang favorit atau unggul  cenderung tidak menerima siswa-siswa yang bermasalah. Mereka lebih suka  berendam pada ”zona nyaman” yaitu the best input. Pada saat penulis  menerapkan sistem penerimaan siswa baru di sebuah sekolah tanpa tes  masuk, namun tergantung pada jumlah kursi yang tersedia, kepala  sekolahnya dengan tidak yakin bertanya, ”Bagaimana nanti kalau kita  dapat murid bodoh-bodoh dan nakal-nakal.”</p>

<p>Penulis menjawab, ”Bukan mestinya sebuah  sekolah dibangun untuk memintarkan anak yang bodoh dan membaikkan anak  yang nakal? Harus jadi agent of change!” Dengan menerapkan Multiple  Intelligence Research kepada setiap siswa pada setiap tahun, ternyata  tidak ada siswa yang bodoh. Setiap siswa mempunyai kecenderungan  kecerdasan dan gaya belajar yang beragam dan harus dihargai.</p>

<p><em><strong>The Best Process</strong></em></p>

<p>Konsekuensi agent of change adalah  proses pembelajaran yang terjadi di sekolah itu harus terbaik.  Pembelajaran yang masuk memori jangka panjang siswanya dan tidak akan  lupa seumur hidup. Namun, kenyataannya, yang banyak adalah begitu guru  menyelesaikan jam pelajaran, maka hilang juga ilmu yang diajarkan.</p>

<p>Proses pembelajaran harus mengandung  kekuatan emosi positif. Mulai proses awal pembelajaran sampai akhir  benar-benar menyentuh perasaan siswa.</p>

<p><em><strong>The Best Teacher</strong></em></p>

<p>Konsekuensi the best process adalah the  best teacher. Kali ini kualitas guru yang dipertanyakan. Beberapa survei  menunjukkan kualitas guru di Indonesia masih belum dikatakan baik.</p>

<p>Guru yang baik berperan sebagai  fasilitator. Konsep ini sudah lama didengungkan dan dipraktikkan, namun  hanya ”awalnya” yang ”hangat”. Setelah itu, kembali kepada paradigma  lama, yaitu 80 persen waktu pembelajaran didominasi guru. Seharusnya,  persentase proses siswa belajar harus lebih besar daripada persentase  proses guru mengajar.</p>

<p>Guru yang baik berperan sebagai  katalisator, yaitu terus berusaha memantik kemampuan siswa, termasuk  bakatnya. Terutama kepada para siswa yang ”lamban” dalam menerima dan  memahami informasi. Bukan malah memihak kepada siswa yang ”pandai” saja.</p>

<p>Guru yang baik selalu berusaha  menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya belajar siswanya. Apabila  proses teaching sytle dan learning style sesuai, akan muncul kondisi  sebenarnya tidak ada pelajaran yang sulit dan semua siswa mampu menerima  informasi dari guru.</p>

<p><em><strong>Applied Learning</strong></em></p>

<p>Konten pembelajaran mulai jenjang  sekolah dasar sampai seterusnya seharusnya dapat diaplikasikan dalam  kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran jangan sampai dijadikan  ”terpisah”, tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Minimal,  peserta didik memahami manfaat materi pembelajaran.</p>

<p>Yang banyak terjadi, banyak siswa tidak  mamahami untuk apa sebuah materi diajarkan oleh guru. Dalam sebuah  seminar guru yang dihadiri hampir 700 guru TK sampai SMA, penulis  bertanya tentang materi ”pohon faktor”, hampir semua guru dapat menjawab  semua soal, namun ketika ditanya untuk apa ”pohon faktor” itu, sebagian  besar mereka tidak tahu.</p>

<p><em><strong>Manajemen Sekolah</strong></em></p>

<p>Dalam sebuah pelatihan manajemen sekolah  yang khusus diikuti ratusan penyelenggara atau pemilik sekolah swasta  seluruh Indonesia pada 2007, dapat disimpulkan betapa kurangnya  pemahaman mereka terhadap manajemen sekolah yang baik. Padahal,  manajemen sekolah adalah manajemen pemberdayaan sumber manusia tingkat  tinggi, sangat kompleks, dan dibutuhkan orang-orang yang profesional  untuk mengelolanya.</p>

<p>Penulis sering menganalogikan manajemen  sekolah itu seperti seekor burung merpati putih yang mempunyai dua sayap  dan terbang ke sebuah tujuan sangkar kehidupan yang mulia. Sayap  pertama adalah context system, yaitu penyelenggara pendidikan, dan sayap  kedua adalah content system, yaitu kepala sekolah dan guru.</p>

<p>Mana mungkin merpati itu akan terbang  sampai tujuan apabila salah satu sayapnya patah dan tidak dapat bekerja  sama. Namun, alangkah cantiknya kalau kepakan sayapnya harmonis. Insya  Allah sekolah tersebut akan menjadi the best school dan membawa semua  siswanya ke sebuah tujuan yang menjadikan lulusannya manusia yang  mempunyai benefiditas dalam hidupnya. (*)</p>

<p>*). Munif Chatib, konsultan  pendidikan, penulis buku Sekolahnya Manusia</p>

<p>Jawa Pos, 22 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/05/sekolahnya-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Ini &#8211; Hari Pertama Ujian Nasional 2010</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/05/hari-ini-hari-pertama-ujian-nasional-2010/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/05/hari-ini-hari-pertama-ujian-nasional-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 18:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desi Oktoriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Ujian nasional untuk sekolah dasar akan berlangsung hari ini, 4 Mei 2010. Para siswa telah berusaha &#8220;menyesuaikan diri&#8221; untuk menghadapi UN dengan cara yang khas, diantaranya mengikuti bimbingan belajar atau berbagai les yang bisa menunjang keberhasilan menghadapi UN. Para guru telah berusaha &#8220;memaksimalkan&#8221; kemampuan siswa pada tiga mata pelajaran yang diujikan dengan jalan memberi latihan  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><a href="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG050-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-197" src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG050-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: left">Ujian nasional untuk sekolah dasar akan berlangsung hari ini, 4 Mei 2010. Para siswa telah berusaha &#8220;menyesuaikan diri&#8221; untuk menghadapi UN dengan cara yang khas, diantaranya mengikuti bimbingan belajar atau berbagai les yang bisa menunjang keberhasilan menghadapi UN.</p>

<p style="text-align: left">Para guru telah berusaha &#8220;memaksimalkan&#8221; kemampuan siswa pada tiga mata pelajaran yang diujikan dengan jalan memberi latihan  &#8220;berjubel&#8221; yang sesuai dengan kisi-kisi materi yang diujikan serta bimbingan mental dan spiritual.</p>

<p style="text-align: left">Para orang tua telah berusaha &#8220;mengerahkan segenap kemampuan&#8221;  berupa waktu, keuangan, energi dan beribu do&#8217;a agar anak-anaknya berhasil tidak hanya untuk lulus tetapi juga untuk mendapatkan sekolah favorit.</p>

<p style="text-align: left">Begitu banyak perhatian tercurah untuk UN  hingga detik-detik menuju UN berlangsung dan merupakan sebuah &#8220;kewajaran&#8221; yang sepertinya patut diberikan untuk menempuh ujian ini.</p>

<p style="text-align: left">Sangat disayangkan apabila pengorbanan begitu besar &#8220;dinodai&#8221; oleh perbuatan manusia-manusia berhati licik dan berpikiran picik mengandalkan siswa-siswinya atau anak-anaknya lulus dengan jalan yang tak terpuji diantaranya membeli soal bocoran (seperti yang tertulis  di koran PR 3 Mei 2010), SMS kunci jawaban, dll. Akhirnya membuat UN tak memiliki nilai sakral. Bila ada yang berhasil lulus dengan nilai tinggi tak membuktikan sama sekali bahwa siswa tersebut memang benar-benar pantas mendapatkannya.</p>

<p style="text-align: left">Ada satu kejadian yang cukup memprihatinkan, seorang siswa di salah satu  SMA di negara ini  (nama sekolah dan identitas siswa kami rahasiakan) TIDAK LULUS hanya karena dia MENOLAK bocoran jawaban soal yang diedarkan padahal siswa tersebut masuk peringkat 3 besar dikelasnya sementara siswa lainnya bisa lulus. Alasan penolakan oleh siswa tersebut salah satunya barangkali karena ibunya adalah guru agama sekolah dasar.</p>

<p style="text-align: left">Satu hal yang kami para orang tua harapkan ujian ini bukan hanya semata-mata untuk lulus atau melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi akan tetapi merupakan sarana ujian mental dan moral dimana pada saat siswa tersebut lulus dengan nilai tinggi itu adalah patut sebagai hadiah dari keuletannya dan bilamana tidak lulus atau nilainya kecil bukanlah hal yang mampu membuat siswa tersebut berang dan terluka sehingga melakukan tindakan anarkis atau bahkan bunuh diri na&#8217;udzubillahhimindzalika.</p>

<p style="text-align: left">Selamat berjuang anakku&#8230;. ini hanyalah ujian buatan manusia yang banyak nilai kelemahannya. Satu hal yang harus engkau yakin dalam hatimu <strong>ujian yang sesungguhnya hanyalah ujian yang Allah berikan agar engkau mendekat kepada-Nya</strong>. Dan bila engkau lulus dalam ujian-Nya itulah yang tidak ternilai harganya&#8230;..</p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: left"></p>

<p style="text-align: center"></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/05/hari-ini-hari-pertama-ujian-nasional-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>we love.. we care and we share</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2010/04/we-love-we-care-and-we-share/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2010/04/we-love-we-care-and-we-share/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 04:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai kesungguhan untuk merealisasikan Education for All di Sekolah Alam Bandung maka pada hari Senin tanggal 5 April 2010 diadakan sebuah acara untuk mengampanyekan pentingnya kepedulian pada sesama khusus bagi anak penyandang autis dan anak berkebutuhan khusus lainnya.  Pendidikan untuk semua ini merefleksikan bahwa pendidikan bukan hanya untuk sekelompok manusia saja. Pendidikan adalah hak semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai kesungguhan untuk merealisasikan Education for All di Sekolah Alam Bandung maka pada hari Senin tanggal 5 April 2010 diadakan sebuah acara untuk mengampanyekan pentingnya kepedulian pada sesama khusus bagi anak penyandang autis dan anak berkebutuhan khusus lainnya.</p>

<p> Pendidikan untuk semua ini merefleksikan bahwa pendidikan bukan hanya untuk sekelompok manusia saja. Pendidikan adalah hak semua orang, tak perlu seleksi untuk mendapatkannya. Maka sungguh ironis manakala secara tak sadar pendidikan telah membentuk kasta-kasta baru manusia berdasarkan kecerdasan, kasta berdasarkan ketrampilan dan ekonomi.</p>

<p> Sekolah Alam Bandung meyakini bahwa kemulian manusia adalah karena ketaqwaan kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya ,” “ sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kamu” ( Al Hujurat : 13)</p>

<p>Kesediaan untuk menerima dan mendidik mereka merupakan gagasan sekolah inklusi yang sangat mulia di Sekolah Alam Bandung. Dan tugas dari ide mulia ini adalah menghantarkan mereka mencapai potensi terbaiknya. Mereka membutuhkan cinta tanpa syarat (unconditional love) seorang guru yang tidak hanya berpatokan pada nilai berupa angka-angka saja, namun juga watak, karakter, dan martabat manusia yang ditempatkan seimbang</p>

<p>Beberapa kegiatan memperingati HAri Autisme Sedunia di Sekolah Alam Bandung antara lain :</p>

<ol>
    <li>Penyebaran SSM (Short Spirit Message)</li>
    <li>Bazar oleh siswa SAB termasuk bazaar dari anak-anak SNC di SAB</li>
    <li>Peluncuran rket udara</li>
    <li>Pemutaran film “Radio” untuk guru dan orang tua SAB</li>
</ol>

<p style="text-align: left" dir="rtl"> Mencermati momen peringatan hari Autisme Sedunia, tentu sangat bijak kita semua merealisasikan kepedulian pada sesama</p>

<p>Mengutip kata-kata Herald Jones dalam Film Radio</p>

<p>Sesungguhnya bukan mereka (anak-anak berkebutuhan khsusus/ autis) yang belajar dari kita namun kita yang banyak belajar dari mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2010/04/we-love-we-care-and-we-share/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Sekolah Alam</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/12/seminar-sekolah-alam/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/12/seminar-sekolah-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 07:44:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Mengundang Bapak/Ibu utk menghadiri  Seminar Sekolah Alam. SEMINAR PENDIDIKAN KHAS SEKOLAH ALAM Education for All and for Save The World   Menghadirkan pengagas sekolah alam, Ir. Lendo Novo. Seminar ini bertujuan untuk mengenalkan lebih lengkap secara langsung dari sumber utamanya tentang pendidikan yang memanfaatkan alam sebagai media belajar. Sekolah yang dicita-citakan bagi semua orang (education [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Mengundang Bapak/Ibu utk menghadiri  Seminar Sekolah Alam.</em></strong></p>

<p align="center"><strong>SEMINAR PENDIDIKAN KHAS SEKOLAH ALAM</strong></p>

<p align="center"><strong>Education for All and for Save The World</strong></p>

<p style="text-align: center" dir="rtl">  Menghadirkan pengagas sekolah alam, Ir. Lendo Novo. Seminar ini bertujuan untuk mengenalkan lebih lengkap secara langsung dari sumber utamanya tentang pendidikan yang memanfaatkan alam sebagai media belajar. Sekolah yang dicita-citakan bagi semua orang (education for All) karena memang setiap anak dapat diterima dan pendidikan untuk mengenalkan dan memahamkan sejak dini melalui pendidikan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan alam sebagai upaya untuk menjaga bumi -save the world</p>

<p style="text-align: center"><strong>Minggu, 17 Januari 2010</strong></p>

<p style="text-align: center"><strong>Gedung Hypno Fashion Rabbani , Jl. Dipati Ukur 44 Bandung</strong></p>

<p style="text-align: center"><strong>Keynote speaker : Ir. Lendo Novo (penggagas sekolah alam)</strong></p>

<p><td width="121" valign="top"> </td>
 PESERTA : Maks 250 orang, terdiri dari pendidik, guru, orang tua, pengiat pendidikan, pemerintah, aktivis lingkungan.</p>

<p> Untuk Pendaftaran dapat menghubungi:  022-2501622 atau 0856 241 243 36(mira)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/12/seminar-sekolah-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil dan Sejarah Sekolah Alam Bandung</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolahalamband/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolahalamband/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 07:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan SAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Penggagas konsep pendidikan Sekolah Alam adalah Lendo Novo. Pada awalnya memang hanya merupakan suatu gagasan pendidikan, tetapi kemudian dicoba diwujudkan menjadi sebuah model sekolah. Sekolah yang dibuat harus mempunyai dimensi alam sebagai sumber ilmu dan bisa dikelola oleh para peserta didik. Konsep pendidikan Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>

<p>Penggagas konsep pendidikan Sekolah Alam adalah Lendo Novo. Pada awalnya memang hanya merupakan suatu gagasan pendidikan, tetapi kemudian dicoba diwujudkan menjadi sebuah model sekolah. Sekolah yang dibuat harus mempunyai dimensi alam sebagai sumber ilmu dan bisa dikelola oleh para peserta didik. Konsep pendidikan Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas dari kayu, sehingga biaya untuk gedung lebih murah. Pendidikan yang berkualitas tidak ditentukan oleh sarana gedungnya, melainkan pada kualitas guru, metoda yang diterapkan dalam proses belajar mengajar dan kurikulum yang ditunjang oleh buku yang memadai sebagai gerbang ilmu pengetahuan.</p>

<p><span id="more-115"></span></p>

<p>Gagasan Sekolah Alam lahir sebagai:</p>

<ol>
<li><p>Anti tesis pendidikan konvensional. Bahwa pendidikan yang ada telah mematikan daya kritis dan kreativitas generasi bangsa. Sejak duduk di Taman Kanak-kanak hingga perguruan tunggi siswa didik untuk tidak boleh kritis dan kreatif. Anak TK atau SD yang kritis dianggap nakal atau pembuat onar karena mungkin mereka ingin menyatakan sesuatu. Mahasiswa yang kritis terhadap permasalahan sosial dan bangsanya juga diancam DO jika menentang rektor untuk demonstrasi atau mengkritik berbagai kebijakan yang tidak adil.</p></li>
<li><p>Pencarian terhadap sekolah terbaik. Dalam referensi sejarah peradaban manusia telah ada sekolah terbaik yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Sekolah yang menerima siswa-siswanya apa adanya. Mereka para pengembala domba, pemabuk dan preman dll. Dengan didikan Rasulullah mereka akhirnya lulus dengan gelar Khairu Ummah, Umat terbaik. Sebuah predikat dan ijazah yang kekal dan menjadi bukti para lulusannya menjadi pemimpin dimuka bumi yang membawa rahmat bagi semesta alam. Dan ternyata sekolah mereka dulu adanya di bawah pohon kurma, dekat oase kalaupun di gedung hanya bangun kecil 3&#215;4 milik Arqom bin Abi Arqom.</p></li>
<li><p>Pemanfaatan alam sebagai laboratoriun belajar. Alam menyediakan begitu banyak inspirasi bagi ilmu pengetahuan. Di alam tersedia alat peraga, objek penelitian dan sarana pengembangan kepribadian yang sangat lengkap dan mewah. Kisah penemuan hukum gravitasi oleh Newton ketika duduk di bawah pohon apel, Hukum gaya angkat air oleh Arcimides ketika mandi dan menekan-nekan gayungnya, Frekuensi dan panjang gelombang oleh Einstein ketika mengamati perubahan warna matahari pada waktu pagi, siang dan sore, konsep pondasi cakar ayam oeh ldari pengamatan pada pohon kelapa di tepi laut. Dan banyak lagi penemuan-penemuan Semuaberdasar pengamatan dari alam. Apalagi Indonesia yang begitu banyak potensi alamnya sehingga para pujangga menyebutnya zamrud katulistiwa, namun ironisnya sekolah dan pendidikan di negeri ini menjauhkan generasi mudanya dari lingungannya dengan membatasi sekolah dan kelas pada dinding-dinding yang sempit.</p></li>
</ol>

<p>Perwujudan dari hal tersebut, berupa penekanan bahwa sekolah yang didirikan harus:</p>

<p>• Fokus pada aspek kualitas.</p>

<p>• Biaya terjangkau, dengan cara mengeliminir biaya prasarana (menggunakan bangunan yang terbuat dari saung dan sebagai pengganti alat peraga memanfaatkan alam sekitar menjadi media pembelajaran).</p>

<p>• Mengimplementasikan kurikulum dengan menggunakan metoda fun learning di alam terbuka.</p>

<p><strong>PENDIRIAN SEKOLAH ALAM BANDUNG</strong></p>

<p>Dengan alasan pengembangan Sekolah Alam di Indonesia, maka Lendo Novo selaku konseptor Sekolah Alam mendirikan Sekolah Alam di kota Bandung. Diawali oleh 5 orang alumni ITB (Eko Kurnianto Teknik Penerbangan 93, Tati Sulastri GM 93, Devi Teja Matematika 95, Rina Farida Biologi 94 dan Fajar Handyono Geologi 89) dirintislah Sekolah Alam Bandung dengan 16 murid pada awalnya. Selanjutnya sebagain orang tua siswa angkatan pertama dikukuhkan sebagai Pengurus Yayasan. Meraka adalah Edifrizal Darma, Tjut Meliza Hasan, Farida Handayani, Sulistyani dan Darma Setiawan. Untuk inilah maka secara legal aspek Sekolah Alam Bandung didirikan oleh Yayasan Sekolah Alam Bandung berdasarkan Akta Notaris Dr.Wiratni Ahmadi, SH., pada tanggal 9 Januari 2001, No.16.</p>

<p>Sekolah Alam Bandung berdiri di atas tanah dengan luas 5.000 m2 di lokasi perbukitan Dago Utara.Lokasi Sekolah Alam Bandung berada di lahan Bapak Hendro Martono, seorang yang sangat konsen pada pendidikan dan beliau juga pernah menjadi ketua IOM ITB (ikatan orang tua mahasiswa). Lokasi tersebut di wilayah Bandung Utara tepatnya Jl. Dago Pojok Kp Tanggulan Cikalapa II no 4, Rt 9 Rw 3 Kecamatan Coblong. Saat ini (2009)</p>

<p>Sekolah Alam Bandung telah meluluskan tiga angkatan dengan total seluruh siswa sekitar 300 anak (termasuk yang telah lulus atau pindah) dengan jumlah guru dan karyawan sebanyak 53 orang.</p>

<p>Lansekap sekolah alam didesain sedemikan rupa sehingga tata ruang tetap menjaga lingkungan. Ruangan untuk belajar siswa di Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas dari kayu. Bangunan dengan model saung sebagai bangunan untuk belajar memungkinkan untuk tetap mempertahankan perbukitan tersebut tetap terjaga kesuburan dan penghijauannya. Konsep menjaga lingkungan untuk masa depan dan mempertahankan cadangan air dan penghijaun dilakukan dengan memberi makna yang mendalam kepada para siswa untuk menanam, merawat dan melestarikan pepohonan. Konsep ini terwujud dengan program “one man one tree”. Satu siswa harus menanam dan merawat tanaman di sekolah alam minimal satu pohon ketika awal mereka bergabung menjadi siswa sekolah alam. Apresiasi terhadap sekolah berwawasan lingkungan dengan perhatian pada pelestarian lingkungan pun pernah diraih Sekolah Alam Bandung dengan anugerah “The Best Flowery School” dari Ibu Dada Rosada selaku ketua penanaman sejuta pohon di Kota Bandung.</p>

<p>Pada tahun 2009 ini, Sekolah Alam telah memiliki : • 7 saung kelas • 1 saung ruang guru • 1 saung yayasan • 1 saung rumah penjaga • 1 saung perpustakaan dan Lab. Komputer</p>

<p><strong>KONSEP JIHAD HARTA DAN BEA GURU </strong></p>

<p>Uang pangkal di sekolah alam Bandung di sebutnya Jihad Harta. Esensi jihad dalam hal ini adalah bahwa untuk pendidikan orang tua bisa memberikan hartanya dalam rangka jihad untuk pendidikan anaknya di sekolah alam. Pada awal pendirian sekolah alam Jihad Harta dapat berupa berbagai macam untuk membangun sekolah seperti vahan bangunan, alat outbond dll. Peruntukan Jihad harta di sekolah alam digunakan untuk 20% kesejahteraan guru, 60 % opersional yayasan (membayar karyawan, membayar PBB, sewa tempat, listrik, telepon, mainetance,marketing dll) 20% untuk pengembangan SAB (membangun saung baru)</p>

<p>SPP di sekolah alam dinamakan bea guru, karena alokasinya 100% diberikan kepada guru sekolah alam. Dengan sistem bea guru ini diharapkan kesejahteraan yang baik bagi guru dan meningkatkan motivasi bahwa guru juga merupakan owner di sekolah alam. Pengelolaannya diserahkan kepada syuro guru.</p>

<p><strong>FILOSOFI </strong></p>

<p>Mengacu pada tujuan manusia diciptakan ;</p>

<p>&#8221; Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu&#8221; (QS. 49 :13)</p>

<p>&#8220; niscaya Allah akan meninggikan orang yang yang beriman di antara kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat&#8221; (QS. 58:11)</p>

<p> &#8221; Dan ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi..&#8221; (QS. 2:30)</p>

<p>Sekolah Alam mengembangkan intisari pendidikan mengacu kepada 3 (tiga) aspek utama: KETAKWAAN -KEILMUAN – KEPEMIMPINAN</p>

<p><strong>VISI </strong></p>

<p>Menjadi lembaga pendidikan yang mengarah dan berbasis kepada Al Qur&#8217;an dan Sunnah, back to nature dan sustainable development</p>

<p><strong>MISI</strong></p>

<p>Mengembangkan aspek sumber daya manusia</p>

<ol>
<li><p>Akhlaqul Karimah (sikap hidup), menuntun anak didik pada perilaku yang sesuai dengan Al Qur&#8217;an dan sunnah Rasulullah SAW</p></li>
<li><p>Falsafah Ilmu Pengetahuan dan Sikap Ilmiah yang berdasarkan integrasi iman dan ilmu</p></li>
<li><p>Kepemimpinan (leaderships), kemampuan mengelola kehidupan secara harmonis dan bijaksana</p></li>
</ol>

<p><strong>KURIKULUM</strong></p>

<p>Sekolah Alam Bandung menekankan proses pembelajaran yang disampaikan secara active dan fun, karena secara lahiriah anak lebih suka berada dalam ruangan yang informal, terbuka dan bebas dibandingkan dengan suasana yang formal, tertutup dengan lingkungan yang terbatas. Dalam berkreasi di lingkungan sekolah yang terbuka dan bebas, anak dapat menikmati waktu sekolah mereka, sehingga pengembangan nilai kreatifitas dan kemampuan dirinya menjadi lebih efektif Sistem pengembangan pendidikan yang utama adalah dengan cara memberikan kepercayaan, sikap positif pada diri anak terhadap lingkungannya, karena perkembangan intelektualitas, emosional dan spiritual quotient sangat dipengaruhi oleh lingkungan alam sekitar, sehingga anak dapat mengembangkan nilai kepemimpinannya, memiliki emosi yang stabil dan dapat bekerja dalam suatu kelompok Pada metoda belajar aktif, diharapkan anak dapat mengatur kegiatan belajar setiap hari dan guru memberikan fasilitas dan berfungsi sebagai nara sumber ilmu pengetahuan Dengan metoda berpetualang di alam bebas, anak dapat menerapkan proses belajar mengajar secara keseluruhan dan dapat menciptakan suatu perkembangan bakat secara fisik dengan menggabungkan nilai emosi pada dirinya dan kerja kelompok bersama teman-temannya.</p>

<p>Materi sekolah yang diterapkan di Sekolah Alam Bandung tetap mengacu pada kurikulum Diknas, namun ditambah dengan beberapa kajian khusus dan penerapannya diselaraskan dengan filosofi Sekolah Alam .</p>

<p><strong>PROFIL YAYASAN SEKOLAH ALAM BANDUNG</strong></p>

<p>Yayasan Sekolah Alam Bandung didirikan pada tanggal 9 Januari 2001 berdasarkan Akta Notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH nomor 16 dan pernyataan keputusan rapat tanggal 25 Oktober 2002 Nomor 63. Kemudian diperbaharui kembali dengan berdasarkan Akta Notaris Ani Nuryani, SH No 2 pada tanggal 3 Februari 2009. Yayasan Sekolah Alam Bandung beralamat di Jl. Dago Pojok Tanggulan Cikalapa II No.4 Rt 04 Rw 03 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Bandung. Telepon (022) 2501622 atau (022)82520202.</p>

<p>DEWAN PEMBINA Ir. Hendro Martono Tjut Meliza Hasan, S.Si Sulistyani,S.E Farida Handayani,ST</p>

<p>DEWAN PENGAWAS Ir. Darma Setiawan, MT Ir. Edifrizal Darma, MT</p>

<p> DEWAN PENGURUS Ketua : Eko Kurnianto W, ST, MP.Mat Bendahara : Ratih Rinanti Nurul Baity, S.T Sekertaris : Huda Nurjantie, ST, Msi</p>

<p><strong>PENUTUP </strong></p>

<p>Demikianlah sejarah dan profi Sekolah Alam Bandung ini dibuat sehingga menjadi gambaran yang lebih jelas tentang keberadaan entitasnya. Kami menyadari bahwa Sekolah Alam Bandung ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dan dukungan seluruh masyarakat. Harapan kami model sekolah Alam di Bandung dapat diterus berkembang sehingga bermanfaat bagi Bandung, Jawa Barat dan Bangsa Indonesia seluruhnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolahalamband/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>inilah sekolah&#8230;</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/11/inilah-sekolah/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/11/inilah-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 13:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Kurnianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan SAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[SEKOLAH ALAM  “MODEL SEKOLAH UNTUK LINGKUNGAN HIDUP”  Bayangkan sebuah sekolah masa depan, di mana anda menemukan sebuah gabungan yang sangat baik antara belajar teoritis di kelas dengan petualangan dan eksplorasi. Berkunjunglah ke sebuah kelas maka anda akan menyaksikan anak-anak TK sedang mengadakan pengamatan pertumbuhan kacang, melihat dengan lop bentuk tubuh lebah. Di Kelas lain anak-anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEKOLAH ALAM  </strong><strong>“MODEL SEKOLAH UNTUK LINGKUNGAN HIDUP”</strong></p>

<p style="text-align: left"> <em><strong>Bayangkan sebuah sekolah masa depan</strong>, di mana anda menemukan sebuah gabungan yang sangat baik antara belajar teoritis di kelas dengan petualangan dan eksplorasi. Berkunjunglah ke sebuah kelas maka anda akan menyaksikan anak-anak TK sedang mengadakan pengamatan pertumbuhan kacang, melihat dengan lop bentuk tubuh lebah. Di Kelas lain anak-anak SD dengan bermain merancang membuat kapal-kapalan. Di sudut lain dari kelas itu beberapa anak sedang mengadakan diskusi tentang bagaimana menyayangi binatang. Di lapangan juga terlihat anak-anak yang sudah menyelesaikan semua “mata pelajaran” hari itu bermain bola, memancing di kolam atau duduk di perpustakaan asyik membaca buku. Bahkan keadaan sekolah ini merefleksikan era gaya belajar yang berubah, cara pandang yang dibentuk oleh para pendidiknya adalah bahwa setiap anak adalah unik.</em></p>

<p>&lt;</p>

<p>p style=&#8221;text-align: left&#8221;><em> </em><em>Anda ingin melihat suasana belajar seperti ini <span id="more-101"></span>datanglah ke SEKOLAH ALAM BANDUNG, sekolah dengan petualangan dan eksplorasi. </em><em>Di sini kehidupan sekolah dihadirkan dalam sebuah tata ruang dengan lansekap yang ditata sedemikian rupa agar tetap natural dan tampak riil.</em><em> 
<a href='http://sekolahalambandung.com/2009/11/inilah-sekolah/welcome/' title='wilujeng sumping'><img src="http://sekolahalambandung.com/wp-content/uploads/2009/11/welcome.bmp" class="attachment-thumbnail" alt="wilujeng sumping" title="wilujeng sumping" /></a>
</em></p>

<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/11/inilah-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renovasi Situs Web Sekolah Alam Bandung</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2009/08/renovasi-situs-web/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2009/08/renovasi-situs-web/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 23:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melewati penundaan cukup lama &#8212; saya minta maaf untuk hal itu &#8212; akhirnya situs Web Sekolah Alam Bandung dan blog yang dulu dikelola secara terpisah akhirnya digabung. Tujuannya sederhana: pengelola situs Web ingin cara yang lebih mudah untuk menulis berita dan informasi. Memang ada pengorbanan: beberapa informasi lama belum semua ditampilkan, seperti biodata bapak/ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melewati penundaan cukup lama &#8212; saya minta maaf untuk hal
itu &#8212; akhirnya situs Web Sekolah Alam Bandung dan blog yang dulu
dikelola secara terpisah akhirnya digabung. Tujuannya sederhana:
pengelola situs Web ingin cara yang lebih mudah untuk menulis
berita dan informasi.</p>

<p>Memang ada pengorbanan: beberapa informasi lama belum semua
ditampilkan, seperti biodata bapak/ibu guru. Akan segera diusahakan
muncul kembali dengan format baru.</p>

<p>Penulis-penulis blog lama yang belum dapat masuk (<i>login</i>),
sila kontak saya, <tt>ikhlasulamal@yahoo.com</tt> untuk mendapatkan
sandi masuk baru. Sedangkan untuk pendaftaran penulis berikutnya,
akan saya bicarakan terlebih dulu dengan pihak di sekolah, Yayasan,
Syura Guru, dan perwakilan Dewan Kelas (DK).</p>

<p>Terima kasih dan mohon maklum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2009/08/renovasi-situs-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

