<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Alam Bandung &#187; taqwa</title>
	<atom:link href="http://sekolahalambandung.com/author/taqwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahalambandung.com</link>
	<description>Sekolah Terindah dalam Hidupku</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Aug 2011 05:24:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>SAB = Sekolah Mahal?</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2007/10/sab-sekolah-mahal/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2007/10/sab-sekolah-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 09:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taqwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/blogs/2007/10/16/sab-sekolah-mahal/</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya sudah lama sekali Blog SAB tidak memunculkan cerita atau tulisan baru. Surat Terbuka Buat Mas Lendo (pencetus SAB) adalah tulisan ‘terbaru’ yang saya lihat, itupun bertanggal 4 Agustus 2007. Sedangkan sekarang sudah masuk bulan Oktober.. yaa.. sudah 2 bulan .. Mudah-mudahan semua elemen dan komunitas SAB bisa lebih aktif lagi menyumbangkan cerita, tulisan, maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya sudah lama sekali Blog SAB tidak memunculkan cerita atau tulisan baru.
Surat Terbuka Buat Mas Lendo (pencetus SAB) adalah tulisan ‘terbaru’ yang saya lihat, itupun bertanggal 4 Agustus 2007.
Sedangkan sekarang sudah masuk bulan Oktober.. yaa.. sudah 2 bulan ..
Mudah-mudahan semua elemen dan komunitas SAB bisa lebih aktif lagi menyumbangkan cerita, tulisan, maupun artikel di blog SAB ini. amin.
Karena, menurut pandangan saya, hal ini bisa dijadikan indikator seberapa perhatian kita pada perkembangan dan informasi seputar SAB.</p>

<p>Seperti tulisan singkat yang saya coba angkat saat ini.
Ceritanya sederhana. Saya bertemu dengan sahabat lama pada saat saya sedang berada di bandung.
Kebetulan.. karena sudah lama tidak bertemu, kami habiskan waktu cukup lama untuk bertukar cerita, dari nostalgia masa lalu, hingga cerita tentang keluarga masing-masing.
Sampai pada topik sekolah, seperti pada umumnya, sekolah anak jadi salah satu topik pembicaraan.
Yang agak mengejutkan saya, adalah komentar sahabat saya sewaktu saya sebutkan SAB sebagai sekolah anak-2 saya.
Entah secara disengaja atau tidak, komentar tersebut cukup mengagetkan saya.
Kalimat pertama yang saya dengar dari sahabat saya tentang SAB adalah.. “oo.. sekolah yang mahal itu ya ..??”
Saya sempat terdiam beberapa saat sebelum akhirnya bisa meneruskan pembicaraan saya.</p>

<p><span id="more-73"></span></p>

<p>Saya jadi teringat ketika dulu saya diberitahu tentang “cita-cita” sekolah alam&#8230; yang ingin menjadi sekolah bagi semua.
Yang artinya bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, terutama kalangan menengah kebawah.
Sebuah cita-cita yang mulia, apalagi di jaman yang kian sulit ini.
Tapi sungguh, ucapan sahabat saya itu, seperti membangunkan saya dari tidur yang lelap.
Benarkah SAB kini menjadi sekolah yang mahal ?</p>

<p>Secara logis, sebagai sekolah yang masih tergolong baru, SAB tentu perlu dana yang cukup besar untuk membangun sarana dan prasarana sekolah.
Akan tetapi, jika melihat realita kondisi sarana dan prasarana yang ada, sebagian orang jadi bertanya-tanya, apakah memang semahal itu biaya sekolah dan jihad harta yang harus dibayar orang tua murid?
Terlebih saat ini, sebagian besar sarana dan prasarana sudah ada (walau berkesan seadanya), sudah selayaknya biaya sekolah mulai menurun, terutama jihad harta.</p>

<p>Pemikiran seperti di atas diungkap oleh teman saya yang ternyata termasuk salah satu pemerhati pendidikan, terutama di kota bandung.  Sulit bagi saya memberikan argumen-argumen untuk menjelaskan paradoks yang terjadi di SAB.  Di satu sisi, sebagai bagian dari komunitas SAB, saya ingin memberikan penjelasan dengan baik, bagaimana sebenarnya SAB itu.  Tapi di sisi lain, pemikiran dan ungkapan teman saya ini juga menjadi cermin buat saya (dan saya berdoa mudah-mudahan juga jadi cermin bagi kita semua anggota komunitas SAB) bahwa demikianlah pandangan sebagian masyarakat tentang SAB.
Apakah SAB sudah menjadi “sekolah mahal” bagi sebagian masyarakat? Apakah cita-cita Sekolah Alam, sebagai sekolah untuk semua, hanya tinggal cerita saja ?</p>

<p>Masih banyak hal yang saya perbincangkan dengan sahabat seputar sekolah &amp; SAB. Saya hanya mengungkap satu hal saja pada tulisan ini, tentang mahalnya SAB dalam pandangan sahabat saya.  InsyaAllah di waktu lain, saya ungkapkan pembicaraan lain, masih seputar SAB tentunya.  Mudah-mudahan cerita ini bisa jadi cermin buat kita untuk lebih melihat kedalam, mendengarkan pendapat, saran, dan kritik dari pihak lain, TANPA disertai pikiran buruk.</p>

<p>Salam,
Pia (Taqwa Sitepu)
Orang tua Azka &amp; Alifah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2007/10/sab-sekolah-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Struktur baru di SAB?</title>
		<link>http://sekolahalambandung.com/2007/10/struktur-baru-di-sab/</link>
		<comments>http://sekolahalambandung.com/2007/10/struktur-baru-di-sab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 09:20:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taqwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahalambandung.com/blogs/2007/10/16/struktur-baru-di-sab/</guid>
		<description><![CDATA[Saya mendengar informasi tentang adanya perubahan struktur SAB. Perubahan ini disosialisasikan sebelum buka puasa bersama di SAB Ramadhan berselang. Sayangnya saya tidak hadir pada acara sosialisasi tersebut, selain saya bukan pengurus DK, kebetulan pada saat yang bersamaan saya juga sudah terikat janji pada acara yang lain. O iya.. undangan sosialisasi tersebut hanya diperuntukkan bagi pengurus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mendengar informasi tentang adanya perubahan struktur SAB. Perubahan ini disosialisasikan sebelum buka puasa bersama di SAB Ramadhan berselang. Sayangnya saya tidak hadir pada acara sosialisasi tersebut, selain saya bukan pengurus DK, kebetulan pada saat yang bersamaan saya juga sudah terikat janji pada acara yang lain. O iya.. undangan sosialisasi tersebut hanya diperuntukkan bagi pengurus DK.</p>

<p>Sehingga sebagai pendengar (entah sebagai orang keberapa) saya tidak memiliki informasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Terlebih ketika mendengar kekhawatiran yang menyatakan jika perubahan yang disosialisasikan dapat menghilangkan ciri &#8220;tri partit&#8221; khas Sekolah Alam.</p>

<p>Karena itu, pada saat liburan kemarin, saya coba hubungi Pak Tedi untuk menanyakan apa sebenarnya yang disosialisasikan saat itu. Cukup lama saya berbicara dengan Pak Tedi, sampai panas juga HP dan telinga saya.. (seperti di iklan salah satu operator telepon selular saja.. he.he. <img src='http://sekolahalambandung.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Saat itu Pak Tedi memberikan penjelasan cukup rinci apa sebenarnya yang sedang terjadi di SAB.</p>

<p><span id="more-74"></span>
Dari penjelasan Pak Tedi saya dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya perubahan yang terjadi tidak menghilangkan ciri &#8220;tri-partit&#8221; khas Sekolah Alam. Perubahan lebih ke arah internal Syuro guru, yang menurut saya memang hak dan wewenang syuro guru untuk melakukan perubahan internal. Entah bagaimana atau apa yang diungkapkan pada saat sosialisasi, sehingga terjadi penyimpangan pandangan, seolah perubahan yang terjadi akan menghilangkan tri-partit.</p>

<p>Terus terang memang kekhawatiran ini muncul dari pihak orang tua. Selama ini Sekolah Alam adalah sekolah yang memberikan peluang orang tua murid untuk aktif dalam kegiatan sekolah dan dianggap sebagai salah satu elemen dari tri-partit. (Bagi yang belum mengetahui tri-partit, tri-partit terdiri dari Yayasan, Syuro guru, dan Orang tua murid.) Sehingga jika perubahan yang terjadi akan menghilangkan tri-partit, maka peran orang tua murid menjadi seperti sekolah-sekolah lain pada umumnya. Hanya sebatas penerima laporan saja, tidak bisa terlibat aktif dalam kegiatan SAB.</p>

<p>Mudah-mudahan ada orant tua lain yang membaca tulisan ini dan memberikan laporan pandangan mata tentang apa yang sebenarnya di sosialisasikan beberapa waktu lalu.
Jadi teringat salah satu ceramah ba&#8217;da Dzuhur yang saya dengar di salah satu mesjid, bahwa Allah tidak akan menurunkan Rahmat-Nya pada suatu kaum yang berselisih/berpecah belah. Mudah-mudahan SAB terhindar dari perselisihan yang dapat membawa perpecahan.. amin.</p>

<p>Salam,
Pia
Orang Tua Azka (SD4) dan Alifah (SD2)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahalambandung.com/2007/10/struktur-baru-di-sab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

