Ujian nasional untuk sekolah dasar akan berlangsung hari ini, 4 Mei 2010. Para siswa telah berusaha “menyesuaikan diri” untuk menghadapi UN dengan cara yang khas, diantaranya mengikuti bimbingan belajar atau berbagai les yang bisa menunjang keberhasilan menghadapi UN.
Para guru telah berusaha “memaksimalkan” kemampuan siswa pada tiga mata pelajaran yang diujikan dengan jalan memberi latihan “berjubel” yang sesuai dengan kisi-kisi materi yang diujikan serta bimbingan mental dan spiritual.
Para orang tua telah berusaha “mengerahkan segenap kemampuan” berupa waktu, keuangan, energi dan beribu do’a agar anak-anaknya berhasil tidak hanya untuk lulus tetapi juga untuk mendapatkan sekolah favorit.
Begitu banyak perhatian tercurah untuk UN hingga detik-detik menuju UN berlangsung dan merupakan sebuah “kewajaran” yang sepertinya patut diberikan untuk menempuh ujian ini.
Sangat disayangkan apabila pengorbanan begitu besar “dinodai” oleh perbuatan manusia-manusia berhati licik dan berpikiran picik mengandalkan siswa-siswinya atau anak-anaknya lulus dengan jalan yang tak terpuji diantaranya membeli soal bocoran (seperti yang tertulis di koran PR 3 Mei 2010), SMS kunci jawaban, dll. Akhirnya membuat UN tak memiliki nilai sakral. Bila ada yang berhasil lulus dengan nilai tinggi tak membuktikan sama sekali bahwa siswa tersebut memang benar-benar pantas mendapatkannya.
Ada satu kejadian yang cukup memprihatinkan, seorang siswa di salah satu SMA di negara ini (nama sekolah dan identitas siswa kami rahasiakan) TIDAK LULUS hanya karena dia MENOLAK bocoran jawaban soal yang diedarkan padahal siswa tersebut masuk peringkat 3 besar dikelasnya sementara siswa lainnya bisa lulus. Alasan penolakan oleh siswa tersebut salah satunya barangkali karena ibunya adalah guru agama sekolah dasar.
Satu hal yang kami para orang tua harapkan ujian ini bukan hanya semata-mata untuk lulus atau melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi akan tetapi merupakan sarana ujian mental dan moral dimana pada saat siswa tersebut lulus dengan nilai tinggi itu adalah patut sebagai hadiah dari keuletannya dan bilamana tidak lulus atau nilainya kecil bukanlah hal yang mampu membuat siswa tersebut berang dan terluka sehingga melakukan tindakan anarkis atau bahkan bunuh diri na’udzubillahhimindzalika.
Selamat berjuang anakku…. ini hanyalah ujian buatan manusia yang banyak nilai kelemahannya. Satu hal yang harus engkau yakin dalam hatimu ujian yang sesungguhnya hanyalah ujian yang Allah berikan agar engkau mendekat kepada-Nya. Dan bila engkau lulus dalam ujian-Nya itulah yang tidak ternilai harganya…..

0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.