Skip to content


Turun Gunung, Tak sekedar Outbound

 

Turun Gunung ke sungai di Hulu. Dari Sekolah Alam Bandung menuju Sekolah Alam Bengkulu.

Pada tanggal 8 – 11 April 2010 Sekolah Alam Bandung mengirimkan guru terbaik dalam bidang Outbound untuk membantu Sekolah Alam Bengkulu menset up kurikulum Outbound. Outbound bukan sekedar flying fox atau menyeberangi jembatan tali. Lebih dari itu Outbound di Sekolah Alam membawa misi membangun karakter tangguh, mandiri, dan bekerja sama dan prinsip-prinsip manajemen lainnya untuk mengelola Alam Semesta secara harmonis menuntaskan misi di dunia sebagai Rahmat Lil ‘alamin. Inilah Outbound Sekolah Alam Bandung.

Bismillahirrohmaanirrohim

Dalil-dalil yang digunakan dalam penyusunan kurikulum Outboundward Sekolah Alam Bandung :

  1. Dan (ingatlah) ketika Luqman (al-Hakim) berkata kepada anaknya, saat ia memberi pelajaran kepadanya: “Janganlah kau sekutukan Allah, sesungguhnya syirik kepada Allah adalah kezaliman yang besar”. (QS.31:13).

2 .Janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali….(QS.16:92)

  1. Kisah pembinaan Musa as oleh Khidr dalam Al-Kahfi (QS.18: 60-82).

Hadits Rosululloh SAW :

  1. Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitroh seperti kertas putih tanpa tulisan, org tuanyalah yg menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.

  2. Jika anakmu telah berumur dua tahun sapihlah dia (ajarkan mandiri)

  3. Pisahkanlah kamar anak laki-laki dan perempuan

  4. Rasullulloh SAW menegur seorang ibu yang menarik dengan kasar anaknya yang pipis dipangkuan Rasul SAW

  5. Ajari anak-anakmu tiga hal : Berkuda-memanah/melontar-berenang.

  6. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.

  7. Ketika Rasullulloh SAW sedang sujud dalam sholatnya salah seorang cucunya menaiki kepalanya sehingga beliau memperlama sujudnya sampai cucunyanya turun dari nya

  8. Ajarilah anakmu sholat pada umur 7 tahun, dan jika pada umur 10 tahun belum mau sholat pukullah dia.

  9. Berkata ibnu mubarok : keimanan sesorang itu seperti burung yang terbang dengan dua sayap harapan dan takut kepada alloh SWT dan diarahkan oleh kepalanya yang merupakan kecintaan kepada-NYA.

Ilmu pendidikan Modern

Taxonomi Bloom

Bloom (1956) merumuskan tingkatan kondisi seseorang dalam menerima suatu pelajaran yang didasarkan pada kompleksitas proses berpikir :

1 Knowledge : pada level ini sisiwa hanya mengingat peristiwa yang erjadi dan menceritakan apa-apa yang terjadi hanya sebagai fakta. (mendapat persepsi)

2 Comperehension : siswa menginterpretasikan apa yang terjadi.

3 Application : siswa melakukan penerapan secara sederhana apa-apa yang dipelajarinya.

4 Analysis : siswa memecah-mecah hal-hal yang dialami dalam berbagai komponen dalam melihat keterkaitan satu dengan yang lainnya.

5 Synthesis : siswa menggabungka persepsi-persepsi yang ada dikepalanya untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

6 Evaluation : siswa mengevaluasi manfaat persepsi yang didapatnya dalam memecahkan masalah.

MATERI

Grade F: Fun game :

Teaching point materi2 ini adalah mengenalkan siswa dengan program outbound

Sedapat mungkin dihindari bentuk pos yang bisa membuat siswa takut/trauma

Diutamakan agar siswa senang mengikuti prog OB dimasa mendatang

Grade E: Exciting game

Siswa dikenalkan dengan materi-materi yang lebih menantang, memerlukan pengamanan extra

Grade D : Dare Game

Materi-materi adventure oudbound

Tahap akhir sebelum diperkenalkan kepada grade yang mengharuskan siswa menggunakan segenap kemampuan pikiran, perasaan dan kekuatan fisiknya

Grade C : Cheer up Game

Siswa menyenangi program-program yang telah di jalankan, mereka telah dapat menggunakan nalarnya

Grade B : Brotherhood game

Bentuk game yang mengarah kepada melatih kekompakan dengan pihak lain, empati.

Grade A : Activist Game

Team building

Siswa Melihat bahwa individu lain sebagai bagian dari sukses dirinya.

Siswa mampu memotivasi pihak lain agar sama-sama saling bekerjasama untuk meraih sukses

I. Intrapersonal skill

Bentuk materi OB yang bertujuan untuk menumbuhkan skill individu, dengan sasaran melatih akal, pikiran dan kekuatan fisiknya

II. Interpersonal skill

Menumbuhkan kerjasama dengan pihak lain

III. Extrapersonal Skill

Melatih team building, yang menuntut perencanaan yang matang

Black : Active

Red : Pasive

Posted in Uncategorized.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

Powered by WP Hashcash