Mengenal sekolah alam tak lengkap rasanya tanpa mengenal para tokohnya. Para tokoh itu bisa banyak pihak – mereka adalah siswa, guru, orang tua, dan orang-orang yang tak dikenal namun memberi kontribusi besar bagi sejarah perjalanan sekolah alam. Lendo Novo sang penggagas sekolah alam selayaknya menjadi tokoh pertama yang akan kita kenal. Dari Lendo pertama kali muncul ide sekolah alam yang memberi pencerahan dalam kusutnya pendidikan dengan konsep Sekolah Alam. Konsep ini bahkan bukan saja berimbas pada pendidikan namun kemudian menjadi berkembang dalam lingkup Lingkungan Hidup dan Enterpreneurships.
Mungkin selama ini Lendo Novo lebih dikenal sebagai mantan staf ahli Menteri Negara BUMN Sugiharto ketimbang sebagai “sang brilian penggagas sekolah alam”. Ia sempat dijuluki “orang yang paling ditakuti” oleh para direksi BUMN. Perannya dalam membersihkan BUMN dari para koruptor telah menyebarkan ketakutan di kalangan para pejabat BUMN yang merasa dirinya “kurang bersih.” Lendo seorang yang cerdas, idealis, baik, ramah, “eksentrik”, pantang menyerah, dan memiliki “seabrek” sifat baik lainnya – begitu kesan yang akan kita dapatkan jika sedang bersama beliau. Sosok visioner ini kini juga sedang menyiapkan Life Institute dan Maestro University, sekolah bisnis setingkat perguruan tinggi.
Ir. Lendo Novo, alumni Teknik Peminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), angkatan 1983. “Bang Lendo,” demikian sering dipanggil orang, pernah mengajar di ITB sebagai dosen Teknik Perminyakan pada tahun 1988 sampai 1989, dan mengikuti kuliah pasca sarjana di Resource Energy Management, Geofisika Terapan ITB, pada tahun 1989.
Sewaktu kecil ia sering dihukum guru karena terlalu banyak bertanya. Dia mengaku bahwa duduk diam di kelas adalah siksaan, sehingga dari usia belia ia bercita-cita membuat suatu sekolah yang muridnya kelak dapat menikmati saat-saat belajar mereka.
Cita-cita dan idenya terus bermunculan saat berada di balik jeruji besi. Dipenjara tujuh bulan pada masa Orde Baru mematangkan gagasan sekolah alam. Dia pun bermimpi mendirikan sekolah yang tak hanya mendidik orang pintar dan bergelar tinggi, namun juga berbudi luhur dan berguna bagi bangsa dan agama. Lendo dipenjara dengan tudingan sebagai tokoh mahasiswa penggerak unjuk rasa saat kunjungan Menteri Dalam Negeri (alm.) Rudini di Institut Teknologi Bandung.
Tidak lama setelah keluar dari penjara, cita-citanya terwujud dengan pendirian TK Salman di Bukit Awi Legar, Bandung, yang bertempat di salah satu rumah milik penduduk. Berbasis alam dan tidak ada pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. “Ini cikal bakal TK Islam terpadu,” katanya. TK itu dinamai demikian, karena diinspirasi nama Masjid Salman, masjid kampus ITB, tempat Lendo menempuh pendidikan S1 dan S2.
Beberapa pihak, termasuk Ibu Sudharmono, istri wakil presiden kala itu menganggap Lendo tidak mengerti konsep pendidikan dengan alasan ia tidak berlatar belakang pendidikan guru. Namun Lendo pantang mundur. Kecaman itu tidak ditanggapinya serius, ia justru mengundang mereka yang mengkritiknya untuk melihat secara langsung proses pembelajaran di sekolahnya tsb. “Kalau anak TK harus duduk diam dan melipat tangannya selama belajar, mungkin waktu sepuluh menit bagi mereka sangat lama, tapi kalau kegiatan belajar mereka menyenangkan, mereka akan menikmati belajar itu walau berjam-jam,” ujar ayah dari Bariah, Khalid, Hamzah, Dhia, dan Omar ini penuh keyakinan.
Mulai tahun 1992 itu pula, Lendo terus menggodok konsep sekolah yang diimpikannya, hingga lima tahun kemudian, tahun 1997, muncullah kesempatan membuka sekolah alamnya yang pertama, yakni Sekolah Alam Ciganjur, di Jakarta Selatan.
Di sekolah alam ini dikembangkan suatu sistem pendidikan tempat siswa dari umur pra-sekolah belajar berinteraksi langsung dengan alam sebagai media belajar mereka setiap harinya. Mereka belajar mengamati, bertanya, mengumpulkan data, membuat hipotesis, dan menguji hipotesis mereka. Dengan cara belajar yang aktif dan kreatif ini, anak-anak belajar mandiri dan menjadi akrab dengan lingkungannya.
Lewat sekolah alam, Lendo dianugerahi Ashoka Award pada tahun 2003 oleh sebuah lembaga humanitas international yang berpusat di Amerika Serikat. Anugerah ini merupakan pengakuan dan penghargaan atas kegiatan Lendo Novo di bidang wirausaha sosial dengan gagasan baru, keahlian, dan visi implementasi pembaruan sosial yang luas di bidang kepedulian sosial. Pada tahun 2009, Lendo mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas jasanya dalam mengembangkan konsep baru pendidikan yang berwawasan lingkungan. Penghargaan tertinggi karena keberpihakannya terhadap penyelamatan masa depan lingkungan melalui pendidikan.
Secara khusus Lendo berharap sekolah alam memberi sumbangan bagi pendidikan di Indonesia. Bahkan Lendo mengatakan, sekolah alam tidak hanya disumbangkan bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, dan diharapkan dapat mengatasi persoalan pemanasan global. Karena dari sekolah alam akan banyak duta lingkungan yang lahir dari sekolah, yang dapat memperjuangkan kelestarian alam Indonesia. “Kalau dari kecil anak sudah terbiasa hidup di alam hijau dan ditanamkan semangat mencintai lingkungan, maka begitu besar ia tidak akan melakukan penebangan pohon,” demikian keyakinannya.
Kini setelah 20 tahun berselang, banyak masyarakat yang mengembangkan model sekolah alam. Di penjuru Nusantara hingga kini telah ada puluhan buah sekolah alam. Lendo berharap sekolah alam kelak ada di semua provinsi di Indonesia, sehingga bisa menjadi contoh positif dan dapat mempengaruhi pendidikan.
Ditulis dari, oleh salah satu muridnya: Eko Kurnianto W berbagai sumber dan pergaulan bersama beliau
Saya berkenalan dengan Bang Lendo pada tahun 1999, pada masa reformasi terjadi. Di sela jeda demo masif kala itu, Bang Lendo berhasil memikat dan meyakinkan saya untuk keluar dari Lab Aerodinamika PPAU IR ITB dan bersamanya mewujudkan cita-cita luhurnya di sekolah alam.
Subhanalloh..! Luhur sekali cita2 nya…bravo maju terus sekolah alam bandung…
barokallohu laka fii ahlika wa maalika.
aku pernah baca buku tentang biografi Lendo yang ditulis oleh Septriana…buku bagus ringan, mudah dicerna, lewat buku itu jadi seperti mengenal Lendo yang sesungguhnya…
asl, bang lendo bantu aku membuka TKIT alam di halaman rumahku di lubuk linggau area persawahan.
mbak eni yg hebat, di lokasi seperti halam rumah di area persawahan sejatinya sekolah alam dikembangkan. mengembangkan bioteknologi terbaik, sehingga petani lubuk linggau akan menjadi petani dgn teknologi terbaik di dunia, subhanallah. silahkan kontak e alamat e-mail abang di lendo.novo@gmail.com. note:maaf baru jawab sekarang.