Saya mendengar informasi tentang adanya perubahan struktur SAB. Perubahan ini disosialisasikan sebelum buka puasa bersama di SAB Ramadhan berselang. Sayangnya saya tidak hadir pada acara sosialisasi tersebut, selain saya bukan pengurus DK, kebetulan pada saat yang bersamaan saya juga sudah terikat janji pada acara yang lain. O iya.. undangan sosialisasi tersebut hanya diperuntukkan bagi pengurus DK.
Sehingga sebagai pendengar (entah sebagai orang keberapa) saya tidak memiliki informasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Terlebih ketika mendengar kekhawatiran yang menyatakan jika perubahan yang disosialisasikan dapat menghilangkan ciri “tri partit” khas Sekolah Alam.
Karena itu, pada saat liburan kemarin, saya coba hubungi Pak Tedi untuk menanyakan apa sebenarnya yang disosialisasikan saat itu. Cukup lama saya berbicara dengan Pak Tedi, sampai panas juga HP dan telinga saya.. (seperti di iklan salah satu operator telepon selular saja.. he.he.
). Saat itu Pak Tedi memberikan penjelasan cukup rinci apa sebenarnya yang sedang terjadi di SAB.
Dari penjelasan Pak Tedi saya dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya perubahan yang terjadi tidak menghilangkan ciri “tri-partit” khas Sekolah Alam. Perubahan lebih ke arah internal Syuro guru, yang menurut saya memang hak dan wewenang syuro guru untuk melakukan perubahan internal. Entah bagaimana atau apa yang diungkapkan pada saat sosialisasi, sehingga terjadi penyimpangan pandangan, seolah perubahan yang terjadi akan menghilangkan tri-partit.
Terus terang memang kekhawatiran ini muncul dari pihak orang tua. Selama ini Sekolah Alam adalah sekolah yang memberikan peluang orang tua murid untuk aktif dalam kegiatan sekolah dan dianggap sebagai salah satu elemen dari tri-partit. (Bagi yang belum mengetahui tri-partit, tri-partit terdiri dari Yayasan, Syuro guru, dan Orang tua murid.) Sehingga jika perubahan yang terjadi akan menghilangkan tri-partit, maka peran orang tua murid menjadi seperti sekolah-sekolah lain pada umumnya. Hanya sebatas penerima laporan saja, tidak bisa terlibat aktif dalam kegiatan SAB.
Mudah-mudahan ada orant tua lain yang membaca tulisan ini dan memberikan laporan pandangan mata tentang apa yang sebenarnya di sosialisasikan beberapa waktu lalu. Jadi teringat salah satu ceramah ba’da Dzuhur yang saya dengar di salah satu mesjid, bahwa Allah tidak akan menurunkan Rahmat-Nya pada suatu kaum yang berselisih/berpecah belah. Mudah-mudahan SAB terhindar dari perselisihan yang dapat membawa perpecahan.. amin.
Salam, Pia Orang Tua Azka (SD4) dan Alifah (SD2)
Assalamualaikum maaf, setelah saya lihat profile tTg SAB, saya tertarik dengan SAB??? saya seorang guru.
Pengalaman ngajar di salah satu SDIT di Jakarta. SAya tertantang dengan, konsep SAB.. Mohon dipertimbangkan.
NAma : Ina Herlina telp. : 085223319495