Ujian terakhir yang dijadwalkan hari ini adalah kewirausahaan. Sekalipun anak-anak tidak perlu belajar di malam sebelumnya, namun persiapan barang dagangan tetap seru. Idenya: dua hari sebelum ujian, mereka ditanyai rencana “produk” yang akan dijual. Anak-anak di rumah sudah menunjukkan hasil wawancara dengan bapak/ibu guru masing-masing dilengkapi dengan cerita rencana mereka. Sore kemarin kami bersama “kulakan” di Borma, Jalan Ir. H. Juanda.

Ide dasarnya: produksi es jeruk dan es coklat. Bahan baku Nutrisari dan susu coklat. Proses produksi di refrigerator lemari es.

Si bungsu sudah memilih lain: aneka permen dan biskuit cap Panda (saya lupa merknya). Padahal “ibu pedagang” ini sudah ditegur beberapa kali karena mencicipi permen berlebihan sedikit saja, batuk datang menyerang. Sampai dengan pukul 20.00 jam tidur, kedua calon pedagang kecil ini sibuk dengan persiapan pengepakan. Tidak lupa: jumlah modal dicatat dan “proyeksi” keuntungan dihitung. Mudah-mudahan dapat keuntungan besok.
Ternyata, pagi-pagi berlangsung keputusan manajemen yang sangat penting: es tidak jadi dibawa ke sekolah, sebagai gantinya roti kupas dioles mentega–meses plus (lagi-lagi) permen. Wah, termos merah juga batal berangkat ke sekolah. Tak apalah: dalam hidup ini, harus berani mengambil keputusan walaupun berisiko rugi pengadaan barang.

Selamat belajar berwirausaha!
0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.