Maaf, tulisan tentang pementasan teater ini terlambat sampai dua pekan setelah acara berlangsung. Tidak lain karena kesibukan saya sehingga rencana penulisan ini tertunda.
Seperti telah ditulis pada undangan, pementasan teater Kena Batunya dilangsungkan pada hari Sabtu, 29 April lalu. Pementasan dilangsungkan di Taman Budaya Jawa Barat, di daerah Dago Utara Bandung, dan masih terkait dengan rangkaian kegiatan menyambut lima belas tahun Taman Budaya. Teater dilangsungkan di pentas terbuka dan dihadiri oleh orang tua dan keluarga siswa dan undangan dari sekolah-sekolah di sekitar Dago. Untuk menutupi biaya produksi selama latihan dan pementasan, acara ini didukung oleh peran serta orang tua dalam bentuk karcis pertunjukan.
Pemain teater merentang dari SD kelas 1 s.d. 5. Para “pemain teater” ini sudah berkumpul di lokasi semenjak pukul 07:00 pagi mengingat persiapan yang diperlukan dalam jumlah massal. Jadilah: 80 pemain yang siap naik panggung dirias secara maraton di ruang belakang panggung oleh kru teater. Sebuah jumlah yang berlipat-lipat dibanding kegiatan teater pada umumnya.
Siswa kelas satu sudah sibuk dengan “pepohonan” yang mereka bawa – hasil rias paling awal. Menyusul rombongan “binatang”: harimau, kancil, kelinci, burung, dan kupu-kupu. Mendebarkan: sampai dengan pukul 10:00 acara merias pemain teater belum rampung!
Acara tetap harus dimulai. Pak Teddy, guru kelas dua, membuka acara sekitar pukul 10.10 diikuti dengan pembacaan doa pembuka oleh empat siswa perwakilan kelas empat. Setelah sambutan dari Bapak Kepala Sekolah, sekitar pukul 10.30 pementasan teater dimulai. Pementasan berlangsung meriah diselingi tepuk tangan dari hadirin, foto dan rekaman video, serta perasaan “melepas” para pelatih teater. Hari itu adalah saat anak-anak memainkan sendiri peran mereka.
Usai pementasan teater, acara masih dilanjutkan dengan parade lagu-lagu karya siswa SAB yang dinyanyikan oleh mereka sendiri. Penutup acara panjang tersebut adalah bagi-bagi hadiah lewat kuis yang walaupun terlalu panjang (ada sekitar tiga puluhan hadiah yang dibagi), menjadi rebutan anak-anak untuk mendapatkan hadiah dari kuis.
Selamat untuk semua: pemain teater dan semua pihak yang telah membantu menyiapkan perhelatan ini.
Oh ya, pada acara tersebut juga sempat ditampilkan “bina vokalia” dari calon bapak/ibu guru SAB.
Sebagian foto acara ini akan disiapkan di Flickr dan rekaman video acara akan disiapkan oleh pihak sekolah.
ralat dikit pak, anak TK juga dilibatkan lho.. tapi saya gak tau kalo anak PG..
Terima kasih, Bu Pepy. Dengan demikian komentar di atas sekaligus melengkapi cerita tentang pementasan teater kali ini.
saya sedang mencari semacam sekolah film/penyutradaraan. ini apa ya, kalo boleh tau
Ny. Nancy: kegiatan yang dituliskan di atas dilakukan oleh siswa Sekolah Alam Bandung (SAB). Bukan sekolah film/penyutradaraan.
Saya mau cari video pementasan ?
klo daftar gimana ya?
apa Kabar Sekolah SAB memang sekolah SAB ga bisa di lupakan terutama Yg sekarang KLS 6 saya pingin Lagi ke SAB bertemu p Dino sama Bu Lala ^^ salam buat Peter,Nazar Dll sudah dlu Maju terus dan sukses selalu untuk SAB ^^